Brigjen Pol Asep Bongkar Peta Peredaran Narkoba di Jambi, Golden Triangle hingga Pelabuhan Tikus Jadi Sorotan

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 31 Juli 2026 - 07:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Brigjen Pol Asep Saipudin mengungkap peta peredaran narkoba di Jambi.

Brigjen Pol Asep Saipudin mengungkap peta peredaran narkoba di Jambi.

JAMBI, jentik.id – Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jambi, Brigjen Pol Asep Saipudin, menegaskan bahwa peredaran narkotika di Provinsi Jambi semakin mengkhawatirkan. Menurutnya, Jambi tidak lagi hanya berperan sebagai daerah transit, tetapi kini menjadi salah satu pasar yang dibidik jaringan narkotika.

Asep menyampaikan hal tersebut saat mengikuti podcast Mojok Tribun Jambi. Ia menilai posisi geografis Jambi yang strategis memberi kemudahan bagi sindikat narkoba untuk memanfaatkan jalur darat, laut, dan udara.

Kasus Sabu 2 Kilogram Ungkap Jaringan Lintas Provinsi

Asep mengungkapkan bahwa petugas berhasil menggagalkan penyelundupan dua kilogram sabu di Bandara Sultan Thaha Jambi pada 19 Juli 2026. Petugas bandara menemukan koper berisi sabu saat memeriksa barang bawaan penumpang dengan mesin X-ray.

Kurir sempat melarikan diri usai pemeriksaan. Namun, petugas segera menelusuri rekaman CCTV, melacak pergerakannya, lalu menangkap pelaku di sebuah hotel di kawasan Kebun Handil.

Hasil penyelidikan mengungkap bahwa pelaku berasal dari Aceh dan membawa sabu sebagai bagian dari jaringan yang mengirim narkotika ke Nusa Tenggara Barat (NTB). Polisi kemudian berkoordinasi dengan sejumlah polda dan berhasil menangkap dua kurir lainnya di NTB.

Baca Juga :  Kabur Usai Koper Berisi 2 Kg Sabu Terdeteksi X-Ray, Kurir Narkoba Akhirnya Dibekuk BNN

Asep menilai keberhasilan tersebut menunjukkan kuatnya sinergi antaraparat dalam membongkar jaringan narkotika lintas provinsi.

Narkotika Sintetis Jadi Ancaman Baru

Selain sabu, Asep juga menyoroti munculnya narkotika jenis baru atau New Psychoactive Substances (NPS), termasuk etomidate yang berbahan kimia sintetis.

Menurutnya, jaringan narkotika kini terus mengembangkan berbagai jenis zat baru untuk menghindari pengawasan aparat. Mereka juga mulai menyasar pekerja tambang, pekerja perkebunan, hingga kalangan pelajar dan remaja.

Asep mengatakan Indonesia kini menghadapi ancaman ratusan jenis narkotika baru. Sebagian di antaranya bahkan sudah beredar di berbagai daerah.

Golden Triangle Masih Menjadi Ancaman

Asep menjelaskan bahwa kawasan Golden Triangle yang meliputi Myanmar, Laos, dan Thailand masih menjadi salah satu sumber utama peredaran narkotika di Asia Tenggara.

Ia menambahkan, sindikat internasional terus memanfaatkan jalur laut dan udara untuk memasukkan narkoba ke Indonesia.

“Indonesia memiliki garis pantai yang sangat panjang dan ribuan pulau. Kondisi ini memberi banyak peluang bagi sindikat untuk memanfaatkan pelabuhan tidak resmi,” ujarnya.

Baca Juga :  Polisi Tangkap Pengedar Sabu, 45 Paket di Kotak Permen

Jambi Tidak Lagi Sekadar Jalur Transit

Asep juga menyoroti tingginya angka penyalahgunaan narkotika di Jambi. Menurut data yang diterimanya, aparat penegak hukum telah mengungkap ratusan kasus narkotika sepanjang 2026.

Mayoritas pelaku berasal dari kelompok usia 24 hingga 40 tahun. Sementara itu, kelompok usia 15 hingga 24 tahun menempati urutan berikutnya dan menjadi perhatian serius karena termasuk usia produktif.

Ia menambahkan, banyak pengguna pertama kali mengenal narkoba dari lingkungan pertemanan sebelum akhirnya mengalami ketergantungan.

Sejumlah Wilayah Masuk Kategori Rawan

BNNP Jambi bersama Polda Jambi terus memetakan daerah yang rawan peredaran narkotika.

Hasil pemetaan menunjukkan sejumlah wilayah di Kabupaten Bungo, Batanghari, Tebo, dan Kota Sungai Penuh masuk kategori rawan. Karena itu, aparat terus meningkatkan pengawasan dan langkah pencegahan di daerah tersebut.

Asep menegaskan bahwa aparat tidak bisa memerangi narkoba sendirian. Ia mengajak pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, sekolah, serta seluruh warga untuk ikut mencegah penyalahgunaan narkotika.

“Kita harus bersama-sama memerangi narkoba. Jangan memberi ruang bagi para bandar untuk merusak generasi muda,” tegasnya. (nr*)

Berita Terkait

Satu dari Dua Begal Tewas dalam Kecelakaan Usai Rampas Motor Korban
Mata Rantai Rokok Ilegal di Kerinci-Sungai Penuh Disorot, Agen Dan Pemilik Dipertanyakan
Lima Warga SAD Serahkan Diri Usai Kasus Pengeroyokan Anggota TNI di Sarolangun
Polres Kerinci Gagalkan Peredaran 499.200 Batang Rokok Ilegal Lintas Provinsi
Dua Bulan, Polres Kerinci Ringkus 24 Tersangka Narkoba dan Sita 269 Gram Barang Bukti
Tiga Anak Bobol 5 Toko HP di Padang, Remaja 14 Tahun Mengaku Mencuri Sejak Usia 10 Tahun
Gali Kabel Telkom Tengah Malam, 5 Terduga Pencuri Diciduk Polres Kerinci
23,7 Kg Emas Hendak Diselundupkan dari Soetta, 7 WN China Diciduk
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 19:22 WIB

Satu dari Dua Begal Tewas dalam Kecelakaan Usai Rampas Motor Korban

Kamis, 3 September 2026 - 10:34 WIB

Mata Rantai Rokok Ilegal di Kerinci-Sungai Penuh Disorot, Agen Dan Pemilik Dipertanyakan

Selasa, 1 September 2026 - 07:27 WIB

Lima Warga SAD Serahkan Diri Usai Kasus Pengeroyokan Anggota TNI di Sarolangun

Jumat, 28 Agustus 2026 - 15:06 WIB

Polres Kerinci Gagalkan Peredaran 499.200 Batang Rokok Ilegal Lintas Provinsi

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:06 WIB

Dua Bulan, Polres Kerinci Ringkus 24 Tersangka Narkoba dan Sita 269 Gram Barang Bukti

Berita Terbaru

Nurul dan Fares terima kado besti dari Discukcapil Kota Sungai Penuh. (Dok. Ft: Meri)

Pemerintahan

Discukcapil Beri Kado Besti untuk Nurul dan Fares di Hari Bahagia

Selasa, 15 Sep 2026 - 11:01 WIB

Wako Alfin,SH hadiri Pisah sambut Pedang Pora Polres Kerinci dari AKBP Ramadhanil,SH,S.I.K.MH kepada  AKBP Hernawan Rizky Yudhantoro, SH, S.I.K., M.I.K.salam komando.

Sungai Penuh

Wako Alfin Hadiri Pisah Sambut Tradisi Pedang Pora Kapolres Kerinci

Senin, 14 Sep 2026 - 18:22 WIB