SAROLANGUN, jentik.id – Lima warga Suku Anak Dalam (SAD) menyerahkan diri ke Polres Sarolangun setelah polisi menangani kasus dugaan pengeroyokan anggota TNI di wilayah tersebut.
Kapolres Sarolangun AKBP Wendi Oktariansyah mengatakan pihaknya tetap memproses perkara sesuai hukum. Polisi juga mengumpulkan alat bukti dan keterangan saksi untuk mengungkap kejadian secara menyeluruh.
Wendi meminta masyarakat mempercayakan penanganan perkara kepada kepolisian. Ia juga mengimbau semua pihak menghormati proses penyidikan.
“Percayakan penanganan perkara ini kepada kepolisian dan hormati proses hukum yang sedang berjalan,” ujar Wendi, Senin (31/8/2026).
Lima Warga SAD Serahkan Diri
Lima warga SAD dari kelompok Air Panas menyerahkan diri ke Mapolres Sarolangun. Kelimanya berinisial R, D, W, Rn, dan J.
Mereka tiba sekitar pukul 17.20 WIB dengan pendampingan sejumlah pihak. Sekitar 15 warga SAD ikut mengantar mereka ke Mapolres Sarolangun.
Polisi mencatat kelima warga tersebut belum memiliki KTP. Penyidik akan menangani persoalan administrasi tersebut sesuai prosedur.
Wendi mengapresiasi keputusan kelima warga yang memilih menyerahkan diri dan mengikuti proses hukum.
“Kami mengapresiasi langkah para pihak yang memilih untuk menyerahkan diri dan menyelesaikan persoalan ini melalui proses hukum,” katanya.
Dua Warga Lain Berencana Menyusul
Selain lima warga tersebut, polisi menerima informasi tentang dua warga SAD lainnya yang berencana menyerahkan diri. Keduanya berinisial B dan N.
Sementara itu, penyidik Satreskrim Polres Sarolangun terus meminta keterangan dari sejumlah saksi. Polisi telah memeriksa beberapa anggota TNI-AD Yonif 896/Serumpun Pseko yang mengetahui atau berada di sekitar lokasi kejadian.
Penyidik juga mengumpulkan informasi dari berbagai pihak untuk memastikan rangkaian kejadian berdasarkan fakta dan alat bukti.
Polisi Minta Warga Tetap Tenang
Kapolres Sarolangun meminta masyarakat menjaga situasi tetap aman. Ia mengingatkan warga agar tidak mengambil tindakan yang dapat memicu konflik baru.
“Yang paling utama saat ini adalah menjaga situasi tetap aman dan kondusif,” kata Wendi.
Polisi terus memantau kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan berbagai pihak. Wendi juga meminta masyarakat serta keluarga para pihak menahan diri dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. (nr*)









