Padang, jentik.id – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Partai Gerindra, Andre Rosiade, menghadiri diskusi bersama mahasiswa di Universitas Andalas, Kamis (9/4). Dalam forum itu, ia berdebat langsung dengan mahasiswa terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Seorang mahasiswa mempertanyakan besarnya anggaran MBG. Ia menilai program tersebut belum menyentuh persoalan utama pendidikan. Menurutnya, pemerintah perlu menambah subsidi agar akses pendidikan semakin luas.
Menanggapi hal itu, Andre menegaskan pentingnya program MBG, khususnya di Sumatera Barat. Ia menyebut angka stunting di daerah tersebut masih lebih tinggi dibanding rata-rata nasional.
Selain itu, Andre menyampaikan bahwa orang tua merasakan manfaat langsung dari program ini. Program MBG membantu memenuhi kebutuhan gizi anak sekaligus meringankan beban pengeluaran keluarga.
Andre juga menilai program ini mendorong perputaran ekonomi daerah. Data Bank Indonesia wilayah Sumatera Barat menunjukkan transaksi ekonomi dari MBG mencapai sekitar Rp10–12 triliun.
Lebih lanjut, Andre menjelaskan bahwa sebagian besar anggaran MBG mengalir ke masyarakat. Dari Rp15 ribu per porsi, pemerintah menggunakan sekitar Rp10 ribu untuk membeli bahan makanan dari pelaku UMKM lokal. Sisanya digunakan untuk operasional dan tenaga kerja.
Melalui skema tersebut, Andre menegaskan sekitar 86 persen anggaran MBG langsung dinikmati masyarakat, mulai dari pedagang sayur, daging, hingga pelaku usaha kecil di sekitar dapur program.
Andre menambahkan bahwa kebijakan ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang ingin mendorong pertumbuhan ekonomi dari lapisan bawah, bukan terpusat pada kelompok besar.
Meski begitu, Andre mengakui program MBG masih memiliki kekurangan. Pemerintah terus mengevaluasi dan mengawasi pelaksanaannya agar berjalan lebih optimal. Ia memastikan pemerintah akan menindak tegas setiap penyimpangan di lapangan.
Saat ini, program MBG menjangkau lebih dari 61 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. (nr*)









