Harga Plastik Melonjak Tajam! 7 Bahan Alami Ini Jadi Penggantinya

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 9 April 2026 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi sampah plastik (freepik).

Ilustrasi sampah plastik (freepik).

Jakarta, jentik.id-Lonjakan harga plastik dalam beberapa waktu terakhir menekan berbagai sektor industri, terutama usaha kecil dan menengah. Kenaikan ini terjadi karena industri masih bergantung pada bahan baku berbasis minyak bumi yang sangat dipengaruhi kondisi global.

Kenaikan harga energi, gangguan rantai pasok, dan konflik geopolitik mendorong harga plastik semakin tinggi. Di Indonesia, kondisi ini terasa lebih berat karena pelaku industri masih mengandalkan impor bahan baku plastik. Saat pasokan terbatas dan biaya logistik naik, biaya produksi ikut meningkat, terutama untuk kemasan makanan dan kebutuhan industri lainnya.

Menghadapi situasi ini, banyak pelaku usaha mulai mencari alternatif yang lebih stabil dan ramah lingkungan. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa bahan alami dan biodegradable mampu menggantikan plastik karena lebih cepat terurai dan berasal dari sumber terbarukan.

Beberapa bahan bahkan sudah digunakan dalam kemasan makanan, alat makan sekali pakai, hingga kantong belanja. Berikut tujuh bahan alami yang mulai dimanfaatkan sebagai pengganti plastik:

Baca Juga :  14 Orang Meninggal Dunia dalam Insiden Kereta di Bekasi Timur

1. Daun Pisang

Pelaku usaha kembali menggunakan daun pisang sebagai pembungkus makanan. Bahan ini mampu menahan panas, menjaga kelembapan, dan memberi aroma khas. Daun pisang juga mudah terurai sehingga tidak menimbulkan limbah jangka panjang.

2. Kertas Daur Ulang

Produsen memanfaatkan kertas daur ulang sebagai kantong belanja dan pembungkus makanan kering. Material ini mengurangi penggunaan bahan baku baru, meski kurang tahan air dan minyak.

3. Bambu

Pelaku industri menggunakan bambu untuk sedotan, wadah, dan alat makan. Bambu kuat, ringan, dapat digunakan ulang, serta tumbuh cepat sehingga ramah lingkungan.

4. Serat Tebu (Bagasse)

Produsen mengolah limbah tebu menjadi kemasan seperti piring dan kotak makanan. Bahan ini tahan panas dan minyak sehingga cocok untuk makanan siap saji.

Baca Juga :  Gegara Penilaian Kontroversial, MPR RI Copot Juri dan MC LCC Empat Pilar Kalbar

5. Anyaman Daun Alami

Pengrajin memanfaatkan daun kelapa, pandan, atau jati sebagai wadah makanan. Selain ramah lingkungan, anyaman ini juga memiliki nilai estetika dan mendukung industri lokal.

6. Bioplastik dari Pati Singkong

Peneliti mengembangkan pati singkong menjadi bioplastik yang dapat terurai lebih cepat dibanding plastik konvensional.

7. Rumput Laut

Industri mulai melirik rumput laut sebagai bahan kemasan biodegradable. Kandungan biopolimer dalam rumput laut memungkinkan bahan ini terurai dalam waktu singkat, sekaligus memanfaatkan potensi produksi Indonesia.

Kenaikan harga plastik memang menjadi tantangan, namun kondisi ini juga membuka peluang bagi pengembangan kemasan ramah lingkungan. Dengan beralih ke bahan alami, pelaku usaha dapat mengurangi ketergantungan pada plastik sekaligus memenuhi kebutuhan konsumen yang semakin peduli terhadap lingkungan. (nr*)

Berita Terkait

Harga BBM Naik Lagi! Daftar Terbaru Pertamina, Shell, BP-AKR, dan Vivo 7 September 2026
Abu Vulkanik Erupsi Anak Krakatau Menyebar ke Lima Provinsi Jawa dan Sumatera
Desil DTSEN Tiba-Tiba Berubah? Gus Ipul Ungkap Ada 12 Juta Data Baru
Desil Warga Tak Sesuai Kondisi? Komisi X Beri BPS Tenggat 2 Minggu
Purbaya Bertemu Pengusaha Rokok Ilegal, Pilihan Legal atau Diberantas
Ratusan Siswa dan Santri Diduga Keracunan MBG, Kepala SPPG Kalitengah Minta Maaf
Waspada Lowongan Kerja Fiktif! 7.908 Konten Dihapus, Patroli Siber Makin Diperkuat
Iming-iming Kerja Bergaji Tinggi, 8 WNI Diduga Terjebak hingga Masuk Tentara Rusia
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 14:22 WIB

Harga BBM Naik Lagi! Daftar Terbaru Pertamina, Shell, BP-AKR, dan Vivo 7 September 2026

Minggu, 6 September 2026 - 16:11 WIB

Abu Vulkanik Erupsi Anak Krakatau Menyebar ke Lima Provinsi Jawa dan Sumatera

Jumat, 4 September 2026 - 20:22 WIB

Desil DTSEN Tiba-Tiba Berubah? Gus Ipul Ungkap Ada 12 Juta Data Baru

Kamis, 3 September 2026 - 11:32 WIB

Desil Warga Tak Sesuai Kondisi? Komisi X Beri BPS Tenggat 2 Minggu

Kamis, 3 September 2026 - 09:48 WIB

Purbaya Bertemu Pengusaha Rokok Ilegal, Pilihan Legal atau Diberantas

Berita Terbaru

Nurul dan Fares terima kado besti dari Discukcapil Kota Sungai Penuh. (Dok. Ft: Meri)

Pemerintahan

Discukcapil Beri Kado Besti untuk Nurul dan Fares di Hari Bahagia

Selasa, 15 Sep 2026 - 11:01 WIB

Wako Alfin,SH hadiri Pisah sambut Pedang Pora Polres Kerinci dari AKBP Ramadhanil,SH,S.I.K.MH kepada  AKBP Hernawan Rizky Yudhantoro, SH, S.I.K., M.I.K.salam komando.

Sungai Penuh

Wako Alfin Hadiri Pisah Sambut Tradisi Pedang Pora Kapolres Kerinci

Senin, 14 Sep 2026 - 18:22 WIB