BPJS PBI Nonaktif? Peserta Masih Bisa Ajukan Reaktivasi, Ini Syarat dan Caranya

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 8 April 2026 - 15:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK)

Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK)

JAKARTA, jentik.id – Peserta BPJS Kesehatan segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) yang statusnya tiba-tiba nonaktif tidak perlu panik. Peserta tetap bisa mengaktifkan kembali kepesertaan selama memenuhi kriteria yang ditetapkan pemerintah.

Kementerian Sosial secara berkala memperbarui data sosial ekonomi melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Pembaruan ini sering menyebabkan perubahan status kepesertaan PBI JK.

Pemerintah mengelompokkan masyarakat berdasarkan desil ekonomi dalam proses pembaruan tersebut. Peserta yang masuk desil 6 hingga 10 tergolong mampu sehingga tidak lagi berhak menerima bantuan iuran. Sebaliknya, pemerintah memprioritaskan peserta dari desil 1 hingga 5 sebagai penerima PBI JK.

Selain faktor ekonomi, beberapa kondisi lain juga dapat menonaktifkan kepesertaan. Sistem dapat mendeteksi data ganda, menemukan ketidaksesuaian data kependudukan, atau mencatat peserta telah meninggal dunia.

Baca Juga :  Hasil Ground Check PBI JK 2026: Ribuan Peserta Meninggal, Data Bansos Diperbarui

Penyebab Utama Kepesertaan PBI Nonaktif

  • Kementerian Sosial memperbarui data DTSEN
  • Sistem menilai peserta sudah mampu secara ekonomi
  • Sistem menemukan data ganda atau ketidaksesuaian NIK/KK
  • Sistem mencatat peserta meninggal dunia

Cara Mengaktifkan Kembali Kepesertaan

Peserta yang masih memenuhi kriteria sebagai penerima bantuan dapat segera mengajukan reaktivasi dengan langkah berikut:

  1. Datangi Kantor Desa (operator SIKS-NG Desa) atau Dinas Sosial dengan membawa Kartu keluarga/ KTP untuk di lakukannya pemeriksaan data dan memastikan peserta masuk kategori masyarakat yang masih bisa di reaktivasi kembali kepesertaan PBI JK.
  2. Peserta Melengkapi beberapa persyaratan seperti: membawa Fotocopy KTP, Kartu Keluarga (KK), Surat Keterangan Tidak Mampu dari Desa dan Surat Keterangan Sakit (mencantumkan diagnosa penyakit) yang di keluarkan oleh Pukesmas/Rumah sakit.
  3. Setelah melengkapi semua persyaratan Peserta dapat menunggu 3-4 hari untuk pengaktifan kembali PBI JK.
Baca Juga :  Pinjam Uang ke Bank Bisa Pengaruhi Bansos, Ini Penjelasannya

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk memastikan data kependudukan dan kondisi sosial ekonomi selalu akurat agar tetap memperoleh perlindungan jaminan kesehatan.

Dengan mengikuti prosedur tersebut, peserta PBI JK yang sebelumnya nonaktif tetap memiliki peluang untuk kembali mendapatkan layanan BPJS Kesehatan saat dibutuhkan. (nr)

Berita Terkait

PWI Jambi Sembelih Tiga Sapi Kurban, Bagikan 160 Paket Daging
Presiden Prabowo Berkurban Sapi di Masjid Raya Sungai Penuh, Diserahkan Wali Kota Sungai Penuh.
Ketua PWI Jambi H. Riduan Agus Besuk Sekjen Arwani di RS DKT, Kondisi Mulai Pulih
Kasus Orang Dengan Gangguan Mental Atau Gila Di Indonesia Cendrung Meningkat
Kasus Ponografis Dimensos Terhadap Anak Masuk Abang Batas Mengkuatirkan 
Bansos 2026 Dibuka! Ini Cara Mudah Daftar Agar Masuk Data Penerima
Bansos Mei 2026 Mulai Dicairkan, Segera Cek Nama dan Rekening Anda
Wako Alfin Tatap Muka dengan Korban Kebakaran di Desa Koto Tinggi, Serahkan Bantuan untuk 12 KK
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 13:52 WIB

PWI Jambi Sembelih Tiga Sapi Kurban, Bagikan 160 Paket Daging

Rabu, 27 Mei 2026 - 13:20 WIB

Presiden Prabowo Berkurban Sapi di Masjid Raya Sungai Penuh, Diserahkan Wali Kota Sungai Penuh.

Selasa, 26 Mei 2026 - 00:30 WIB

Ketua PWI Jambi H. Riduan Agus Besuk Sekjen Arwani di RS DKT, Kondisi Mulai Pulih

Senin, 25 Mei 2026 - 14:39 WIB

Kasus Orang Dengan Gangguan Mental Atau Gila Di Indonesia Cendrung Meningkat

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:50 WIB

Kasus Ponografis Dimensos Terhadap Anak Masuk Abang Batas Mengkuatirkan 

Berita Terbaru

Ilustrasi STNK

Nasional

STNK Palsu Masih Beredar, Begini Cara Cepat Mengenalinya

Sabtu, 30 Mei 2026 - 20:10 WIB