Sungai Penuh, jentik.id – Program Khitanan Massal Gratis yang digelar Keluarga Besar Minang Kerinci (Minker) ke-13 tahun 2026 mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Sebanyak 342 anak mengikuti kegiatan bakti sosial tersebut secara gratis.

Antusiasme masyarakat terlihat di seluruh lokasi pelaksanaan. Ratusan orang tua mengantarkan anak-anak mereka untuk mengikuti khitanan massal yang menjadi salah satu program sosial unggulan Minker setiap tahunnya.
Koordinator Pelaksana Khitanan Massal, Yudi, didampingi Penasehat Minker Khairil Amril, menjelaskan bahwa pada awalnya panitia hanya menargetkan sebanyak 200 peserta. Namun, tingginya animo masyarakat membuat jumlah pendaftar membengkak hingga mencapai 342 anak dari berbagai wilayah di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh.
“Melihat tingginya minat masyarakat, panitia melakukan evaluasi dan akhirnya memutuskan untuk menambah lokasi pelaksanaan agar seluruh peserta dapat terlayani dengan baik,” ujar Yudi.
Ia menjelaskan, semula kegiatan hanya direncanakan di dua lokasi. Namun, panitia bersama pemerintah daerah sepakat menambah satu lokasi lagi sehingga pelaksanaan berlangsung di tiga tempat, yakni RSUD Bukit Kerman dan Puskesmas Hiang di Kabupaten Kerinci, serta RSUD H. Bakri Kota Sungai Penuh.
Menurut Yudi, keberhasilan pelaksanaan kegiatan tersebut tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Kabupaten Kerinci, Pemerintah Kota Sungai Penuh, tenaga kesehatan, para relawan, serta para donatur yang ikut berpartisipasi menyukseskan kegiatan sosial tersebut.
Sementara itu, Penasehat Minker Khairil Amril mengatakan tingginya partisipasi masyarakat tahun ini menjadi bukti bahwa program khitanan massal sangat dibutuhkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Alhamdulillah, pelaksanaan Khitanan Massal Gratis ke-13 berjalan sukses. Atas nama keluarga besar Minang Kerinci, kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kerinci, Pemerintah Kota Sungai Penuh, para donatur, tenaga medis, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, baik moril maupun materiil,” katanya.
Khairil menambahkan, selain membantu anak-anak menjalankan syariat Islam dan menjaga kesehatan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat silaturahmi serta memperkuat semangat gotong royong di tengah masyarakat.
“Kami berharap dan memohon doa agar kegiatan sosial seperti ini dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya,” tuturnya.
Rasa syukur juga disampaikan para orang tua peserta. Harmoko, warga Tanah Kampung, mengaku sangat terbantu dengan adanya program khitanan massal gratis tersebut.
“Kami berharap kegiatan ini terus berlanjut karena sangat membantu meringankan beban ekonomi keluarga, khususnya bagi masyarakat kurang mampu,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Muradi, warga Desa Bukit Kerman. Menurutnya, program sosial Minker menunjukkan besarnya kepedulian masyarakat Minang dan Kerinci yang memantau terhadap kampung halaman.
“Alhamdulillah kami sangat terbantu. Anak saya bisa dikhitan tanpa mengeluarkan biaya. Selain itu, peserta juga mendapat bingkisan berupa sarung, tas sekolah, dan uang saku,obat obatnya.
“Terima kasih kepada panitia dan seluruh donatur yang telah berbagi kebahagiaan dengan kami,” ungkapnya.
Program Khitanan Massal Gratis Minker selama ini tidak hanya menjadi bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat, tetapi juga menjadi agenda tahunan yang memperkuat sinergi antara organisasi kemasyarakatan, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, serta para donatur dalam memberikan pelayanan dan manfaat langsung kepada masyarakat.(asy*).









