Jadwal Bansos PKH BPNT 2026 Tahap 2 dan Cara Cek

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 1 Mei 2026 - 21:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jadwal Bansos PKH BPNT 2026 Tahap 2. IA

Jadwal Bansos PKH BPNT 2026 Tahap 2. IA

Jentik.id–Masyarakat perlu mengetahui jadwal bansos PKH BPNT 2026 tahap 2 agar tidak ketinggalan bantuan. Pemerintah menyalurkan program ini secara bertahap untuk menjaga daya beli keluarga kurang mampu.

Kementerian Sosial menyalurkan bantuan kepada warga miskin dan rentan. Pemerintah menentukan penerima berdasarkan peringkat desil dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional.

Pada 2026, penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan BPNT hanya berasal dari desil 1 hingga 4. Kebijakan ini memastikan bantuan tepat sasaran. Sementara itu, pemerintah tetap menyalurkan program lain ke desil 1 hingga 5 atau melalui asesmen tambahan.

Jadwal Pencairan Bansos PKH dan BPNT 2026

Pemerintah menetapkan jadwal bansos PKH BPNT 2026 tahap 2 setiap tiga bulan. Tahap kedua berlangsung pada April hingga Juni 2026.

Baca Juga :  Cara Cek Desil DTSEN Online 2026, Cek Sekarang Apakah Anda Penerima Bansos

Pemerintah mulai mencairkan bantuan sejak April dan melanjutkannya hingga Juni. Namun, setiap daerah memiliki jadwal berbeda karena pemerintah tidak menetapkan tanggal pasti.

Tahapan Penyaluran Bansos 2026

Pemerintah membagi penyaluran bansos menjadi empat tahap dalam setahun. Tahap pertama berlangsung Januari–Maret. Tahap kedua April–Juni. Tahap ketiga Juli–September. Tahap keempat Oktober–Desember.

Penerima bantuan biasanya menerima dana sekaligus sesuai nominal yang pemerintah tentukan. Karena itu, masyarakat perlu rutin mengecek status penerimaan.

Cara Cek Bansos PKH BPNT 2026

Masyarakat bisa mengecek jadwal bansos PKH BPNT 2026 tahap 2 melalui situs resmi Kemensos. Kunjungi cekbansos.kemensos.go.id, lalu masukkan data wilayah dan nama sesuai KTP.

Baca Juga :  Apa Itu Desil? Begini Cara Cek dan Pengaruhnya ke Bansos

Setelah itu, masukkan kode verifikasi dan klik tombol pencarian. Sistem akan menampilkan status penerima sesuai data yang dimasukkan.

Selain situs, pemerintah juga menyediakan aplikasi Cek Bansos. Pengguna dapat mengunduh aplikasi ini melalui Play Store atau App Store.

Pengguna baru bisa membuat akun dengan mengisi data diri lengkap dan mengunggah foto KTP. Setelah akun aktif, pengguna dapat langsung mengecek status bansos melalui menu profil.

Menu tersebut menampilkan data anggota keluarga dalam DTKS. Informasi ini membantu memastikan seluruh anggota keluarga yang berhak sudah terdata.

Agar tidak ketinggalan pencairan, masyarakat sebaiknya rutin mengecek status bansos secara berkala.(ms/*)

Berita Terkait

Teh Kemasan Berbusa Saat Demo Viral, Polisi Telusuri Pihak yang Membagikan
KPK Ungkap Dugaan Kerugian Negara Triliunan Rupiah dalam Kasus Cukai PT Djarum
Dakwaan Silmy Karim Ungkap Uang Klik, Saham Rp 31 Miliar hingga Biaya Kuliah S3
Amran Bongkar Dugaan Pengoplosan 600 Ton Beras SPHP, Kerugian Capai Rp3,3 Miliar
Amran Bertindak Tegas! 8 Pejabat Bapanas-Bulog Dicopot Buntut Dugaan Penyelewengan Beras SPHP
Kepala BGN Klaim Hemat Anggaran MBG Rp44 Triliun, Tutup 2.000 Dapur Bermasalah
BGN Siapkan Pejabat Daerah Setingkat Kapolres hingga Kapolda, Ini Tugasnya
Mentan Amran Bongkar Dugaan Pengalihan Beras SPHP Jadi Premium di Jakarta Timur
Berita ini 125 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:58 WIB

Teh Kemasan Berbusa Saat Demo Viral, Polisi Telusuri Pihak yang Membagikan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:42 WIB

KPK Ungkap Dugaan Kerugian Negara Triliunan Rupiah dalam Kasus Cukai PT Djarum

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:32 WIB

Dakwaan Silmy Karim Ungkap Uang Klik, Saham Rp 31 Miliar hingga Biaya Kuliah S3

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:13 WIB

Amran Bongkar Dugaan Pengoplosan 600 Ton Beras SPHP, Kerugian Capai Rp3,3 Miliar

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Amran Bertindak Tegas! 8 Pejabat Bapanas-Bulog Dicopot Buntut Dugaan Penyelewengan Beras SPHP

Berita Terbaru