Kasus Ponografis Dimensos Terhadap Anak Masuk Abang Batas Mengkuatirkan 

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital mencatat kasus pornografi anak meningkat hampir 48 persen dalam kurun empat tahun, dari 986.648 kasus pada 2020 menjadi 1.450.403 kasus pada 2024.
Peningkatan tersebut mendapat perhatian serius dari Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat.

Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital mencatat kasus pornografi anak meningkat hampir 48 persen dalam kurun empat tahun, dari 986.648 kasus pada 2020 menjadi 1.450.403 kasus pada 2024. Peningkatan tersebut mendapat perhatian serius dari Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat.

Jakarta, jentik.id – Peran orang tua, tenaga pendidik, dan masyarakat dinilai menjadi faktor utama dalam melindungi anak dari berbagai ancaman di media sosial dan ruang digital. Hal itu seiring meningkatnya kasus pornografi anak di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital mencatat kasus pornografi anak meningkat hampir 48 persen dalam kurun empat tahun, dari 986.648 kasus pada 2020 menjadi 1.450.403 kasus pada 2024.

Peningkatan tersebut mendapat perhatian serius dari Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat. Ia menegaskan perlindungan anak di ruang digital tidak cukup hanya mengandalkan regulasi, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.

Baca Juga :  PWI Jambi Sembelih Tiga Sapi Kurban, Bagikan 160 Paket Daging

“Kesiapan orang tua, tenaga pendidik, dan masyarakat menjadi kunci efektivitas kebijakan pembatasan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun,” ujar Lestari

Menurutnya, percepatan penetrasi internet harus diimbangi dengan langkah perlindungan yang nyata agar anak-anak tidak menjadi korban paparan konten negatif di dunia maya.

“Percepatan penetrasi internet di ruang digital harus segera diimbangi dengan langkah perlindungan yang nyata,” katanya.

Berdasarkan data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, sembilan dari 10 anak usia lima tahun ke atas di Indonesia telah aktif menggunakan internet.

Kondisi tersebut, kata Lestari, membuat anak rentan terhadap disinformasi, kekerasan digital, eksploitasi, hingga paparan pornografi yang dapat memengaruhi pembentukan karakter mereka.

Baca Juga :  Mensos Coret 11 Ribu Penerima Bansos Terindikasi Gunakan Dana Bantuan untuk Judi Online

Ia menilai literasi digital harus menjadi kebutuhan utama yang diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

“Literasi digital harus menjadi kebutuhan utama dalam keluarga, sekolah, dan masyarakat agar mampu bergerak bersama membangun ekosistem digital yang aman,” ujarnya.

Lestari juga mengingatkan bahwa keberhasilan menciptakan ruang digital yang aman bagi anak sangat bergantung pada dukungan bersama seluruh pihak, mulai dari pemerintah hingga masyarakat luas.

Menurutnya, perlindungan anak di ruang digital merupakan bagian penting dalam menjaga kualitas generasi penerus dan masa depan bangsa.(asy*).

Berita Terkait

Cegah Sampah Mencemari Sungai, Camat Sungai Bungkal Pimpin Gotong Royong Clean & Green
Clean & Green Wali Kota Alfin Bersama Forkopimda Dan Masyarakat Bersihkan Kota Sungai Penuh
Pagi Ini, Kabut Asap Mulai Menghilang, Warga Sungai Penuh dan Kerinci Sambut Cerahnya Matahari
Anggota FKPPI Kota Sungai Penuh HUT Ke 48 Momentum  Perkuat Soliditas Organisasi
Propam Polres Kerinci HUT Ke 24 Salurkan Sembako untuk Warga Kurang Mampu dan Disabilitas
Bentuk Kepedulian dan Solidaritas, Hardizal Besuk Kader PDI Perjuangan yang Sakit
Jumat Berkah Bikin Jemaah Tersenyum, PT Tren Gen Horizon Kembali Berbagi di Pelayang Raya
Peduli Kesehatan Masyarakat, DPC Demokrat Kota Sungai Penuh Aksi  Bagikan Masker
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:56 WIB

Cegah Sampah Mencemari Sungai, Camat Sungai Bungkal Pimpin Gotong Royong Clean & Green

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Clean & Green Wali Kota Alfin Bersama Forkopimda Dan Masyarakat Bersihkan Kota Sungai Penuh

Minggu, 11 Oktober 2026 - 10:22 WIB

Pagi Ini, Kabut Asap Mulai Menghilang, Warga Sungai Penuh dan Kerinci Sambut Cerahnya Matahari

Jumat, 25 September 2026 - 20:51 WIB

Anggota FKPPI Kota Sungai Penuh HUT Ke 48 Momentum  Perkuat Soliditas Organisasi

Jumat, 25 September 2026 - 17:41 WIB

Propam Polres Kerinci HUT Ke 24 Salurkan Sembako untuk Warga Kurang Mampu dan Disabilitas

Berita Terbaru