Bekasi, jentik.id-Kebakaran melanda Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di kawasan Cimuning, Mustikajaya, Kota Bekasi, sejak Rabu (1/4) malam. Petugas berhasil memadamkan api pada Kamis (2/4) dini hari.
Insiden ini melukai 14 orang, terdiri dari 5 pekerja SPBE dan 9 warga sekitar. Para korban mengalami luka bakar dengan tingkat keparahan 30 hingga lebih dari 90 persen dan kini menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.
Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, menyebut kondisi korban cukup serius akibat ledakan mendadak. Sebagian korban merupakan petugas yang sedang bekerja, sementara warga terdampak karena berada di sekitar lokasi.
“Satu petugas mengalami luka bakar hingga sekitar 92 persen, sementara warga ikut terdampak saat ledakan terjadi,” ujarnya.
Aparat kepolisian dan tim forensik kini menyelidiki penyebab kebakaran. Petugas juga mensterilkan lokasi untuk kepentingan investigasi.
Direktur RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid, Ellya Niken Prastiwi, menyatakan pihaknya fokus menangani korban secara maksimal. Dari enam korban yang dirawat, dua sudah pulang, satu dirujuk, dan tiga masih menjalani perawatan intensif.
Satu korban mengalami luka bakar di atas 65 persen dan berada dalam kondisi kritis, sementara dua lainnya mengalami luka sekitar 30 persen.
Tim medis memprioritaskan stabilitas kondisi pasien karena luka bakar luas dapat memengaruhi organ tubuh. Rumah sakit juga menyiapkan ruang tambahan untuk mengantisipasi pasien rujukan.
BPJS Ketenagakerjaan memastikan lima pekerja yang menjadi korban mendapat perlindungan penuh sebagai kecelakaan kerja, sedangkan pemerintah daerah menanggung korban warga.
Sementara itu, Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat menyampaikan permintaan maaf dan langsung berkoordinasi dengan tim pemadam. Perusahaan juga akan menyelidiki penyebab kejadian bersama aparat.
Pertamina memastikan insiden ini tidak mengganggu pasokan LPG dan mengimbau masyarakat menjauhi area lokasi demi keselamatan. (nr*)








