Padang Panjang, jentik.id-Di hadapan COO Danantara, Wako Hendri Arnis Tawarkan Paket Potensi Investasi Padang Panjang
Sejumlah peluang investasi strategis di Kota Padang Panjang, Sumbar dipaparkan Waliota, Hendri Arnis dalam pertemuan bersama Kepala BP BUMN sekaligus COO BPI Danantara, Dony Oskaria.
Pertemuan ini juga dihadiri Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi, serta para bupati dan walikota se-Sumatera Barat, Rabu (15/4) di Jakarta.
Tawaran dan potensi yang disampaikan di antaranya pemanfaatan lahan negara berupa tanah erfpacht di Sungai Andok, Kelurahan Kampung Manggis, pengembangan kawasan PDIKM untuk UMKM dan pariwisata, hingga gagasan wisata kereta gantung yang memanfaatkan kontur wilayah Padang Panjang yang berbukit.
“Padang Panjang tidak hanya menawarkan potensi, tetapi juga kesiapan. Kami sudah menyiapkan arah pengembangan yang jelas dan terbuka untuk kolaborasi. Tinggal bagaimana kita jemput bersama dengan dukungan pemerintah pusat dan investor,” jelas Hendri.
Wako Hendri menegaskan, seluruh potensi tersebut tulah disiapkan dengan arah pengembangan yang jelas dan terbuka untuk kolaborasi lintas sektor. Ia menilai, keterlibatan kementerian, pemerintah provinsi, serta investor menjadi kunci agar berbagai rencana tersebut dapat terealisasi dan memberi dampak langsung bagi masyarakat.
Selain itu, Hendri juga mengangkat rencana pemanfaatan lahan pemerintah di kawasan sport centre untuk kegiatan pendidikan, serta rehabilitasi kawasan Bancah Laweh ☑ pusat olahraga, pariwisata, dan ekonomi kreatif.
Tak kalah penting, revitalisasi kawasan Stasiun Kereta Api bersejarah di Pasar Usang diusulkan dengan konsep kolaborasi berbasis UMKM, bukan sekadar pola sewa.
“Kami ingin pengembangan ini tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membuka ruang bagi UMKM dan ekonomi kreatif untuk tumbuh bersama. Konsepnya kolaborasi, bukan sekadar komersial,” tambahnya.
Ditambahkan, pembangunan gedung parkir di pusat kota menjadi bagian dari upaya mendukung kelancaran aktivitas ekonomi dan kenyamanan pengunjung, seiring meningkatnya mobilitas di kawasan perkotaan.
Dalam forum tersebut, Dony menekankan pentingnya percepatan investasi sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah. Ia menyoroti perlunya hilirisasi komoditas unggulan, penguatan infrastruktur, serta kepastian ekosistem investasi, mengingat laju pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat masih relatif rendah dan sempat melambat ke angka 3,4 persen pada 2025. (syam)









