Kerinci, jentik.id – Kepolisian Resor (Polres) Kerinci, Polda Jambi, menggelar upacara peringatan puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Bhayangkara di Lapangan Merdeka, Sungai Penuh, Rabu (1/7/2026).
Upacara berlangsung khidmat dengan Kapolres Kerinci AKBP Ramadhani bertindak sebagai inspektur upacara.
Sekitar 750 peserta mengikuti upacara yang terdiri dari unsur Polri, TNI, Brimob, Satpol PP, serta berbagai komponen masyarakat. Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Kerinci, Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Dandim 0417/Kerinci, Kepala Kejaksaan Negeri Sungai Penuh, Ketua Pengadilan, Sekretaris Daerah Kota Sungai Penuh, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, serta pejabat di lingkungan Polres Kerinci.
Dalam kesempatan tersebut, AKBP Ramadhani membacakan amanat Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang berisi pesan kepada seluruh jajaran Polri diantara lain, agar senantiasa mengedepankan keberanian, integritas, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas.
Presiden menegaskan bahwa setiap anggota Polri harus hadir sebagai pelindung masyarakat, terutama bagi kelompok yang lemah.
“Beranilah melindungi yang lemah. Jangan pernah takut kepada siapa pun. Kita hanya takut kepada Tuhan Yang Maha Esa,” demikian pesan Presiden yang dibacakan Kapolres.
Selain itu, Presiden juga menekankan pentingnya transformasi Polri melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi guna menghadapi tantangan kejahatan yang semakin kompleks.
“Terus tingkatkan profesionalisme saudara. Kuasai ilmu pengetahuan, kuasai teknologi, kuasai kecerdasan buatan. Sebab kejahatan masa kini dan masa depan hanya bisa dikalahkan oleh aparat yang selalu belajar, cerdas, dan andal,” ujar Presiden.
“Kasi humas polres Kerinci,IPTU Dedy Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tahun ini mengusung tema “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat.” Tema tersebut mencerminkan komitmen Polri untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat serta memperkuat kepercayaan publik melalui kinerja yang profesional, humanis, dan responsif.
Logo HUT ke-80 Bhayangkara menampilkan angka “80” yang melambangkan delapan dekade pengabdian Polri kepada bangsa dan negara. Angka tersebut merepresentasikan kematangan institusi, pengalaman panjang dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus semangat transformasi menuju Polri yang semakin profesional, modern, dan terpercaya.
Perpaduan warna emas dan perak pada logo menggambarkan keseimbangan antara keberhasilan pengabdian yang telah diraih dengan semangat inovasi dalam menghadapi tantangan tugas di masa depan. Sementara lingkaran merah putih yang mengelilingi angka “80” menjadi simbol identitas nasional dan komitmen Polri dalam menjaga persatuan, keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta nilai-nilai kebangsaan.
Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini, Polri diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, sekaligus menjadi institusi yang adaptif terhadap perkembangan zaman dan mampu menjawab berbagai tantangan keamanan di masa depan.(asy*).









