Ribuan Massa Buruh Dari Berbagai Serikat Pekerja Padati Kawasan Monas

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta.jentik.id — Rangkaian peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 diwarnai memadainya kawasan Monumen Nasional (Monas) oleh ribuan buruh dari berbagai serikat pekerja, Jumat (1/5).

Pantauan Jentik.id di sekitar Tugu Monas pada pukul 09.15 WIB menunjukkan massa dari berbagai penjuru terus bergerak menuju panggung utama di Lapangan Barat kawasan Monas.

Kawasan Monas tampak semarak dengan warna-warni atribut aksi yang dikenakan para peserta serta bendera masing-masing serikat pekerja juga dikibarkan tinggi di atas kerumunan, menciptakan pemandangan skral di tengah ribuan massa aksi.

Meski kawasan Monas dipadati peserta, petugas gabungan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polisi) telah ditempatkan di sejumlah titik untuk menjaga keamanan dan kelancaran peringatan Hari Buruh 2026.

Baca Juga :  Setelah Negosiasi Panjang, TNI Berhasil Bebaskan Empat ABK WNI yang Diculik di Gabon

Sementara Kepadatan lalu lintas juga terjadi di sejumlah ruas jalan menuju Monas. Puluhan bus dan kendaraan pribadi yang mengangkut peserta May Day terlihat dikawal kendaraan Satlantas Kepolisian menuju lokasi acara.
Kemacetan terpantau mulai dari kawasan Kwitang hingga Jalan Medan Merdeka Barat,
Meski demikian, antusiasme peserta tetap tinggi, bahkan banyak yang memilih berjalan kaki menuju lokasi.

Peserta aksi tidak hanya berasal dari kalangan buruh, tetapi juga komunitas pengemudi ojek online yang turut hadir untuk menyuarakan aspirasi mereka dalam momentum tahunan tersebut.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia sekaligus Ketua Umum Partai Buruh, Said Iqbal, mengatakan Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri perayaan Hari Buruh Internasional 2026 di Monas.

Baca Juga :  Rocky Gerung Resmi Masuk Wantimpres, Prabowo Pimpin Pelantikan

Selain kegiatan di Monas, sejumlah massa buruh sebelumnya direncanakan menggelar aksi di depan gedung Gedung DPR RI untuk menyampaikan aspirasi. Namun rencana tersebut berubah setelah Said Iqbal berdialog langsung dengan kepala negara dan pemerintah.

Pada peringatan May Day 2026, sekitar 100 ribu buruh dari berbagai elemen serikat pekerja diperkirakan memadati kawasan Monas.

Said Iqbal juga menjelaskan bahwa aksi Hari Buruh tahun ini dilaksanakan serentak di 38 provinsi dan sejumlah kabupaten/kota, di antaranya Bandung, Serang, Semarang, Surabaya, Banda Aceh, Batam, Palembang, Banjarmasin, Makassar, Gorontalo, serta Morowali.

“Peringatan Hari Buruh tahun ini dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah di Indonesia,” ujar Said Iqbal.

Berita Terkait

KPK Ungkap Dugaan Kerugian Negara Triliunan Rupiah dalam Kasus Cukai PT Djarum
Dakwaan Silmy Karim Ungkap Uang Klik, Saham Rp 31 Miliar hingga Biaya Kuliah S3
Amran Bongkar Dugaan Pengoplosan 600 Ton Beras SPHP, Kerugian Capai Rp3,3 Miliar
Amran Bertindak Tegas! 8 Pejabat Bapanas-Bulog Dicopot Buntut Dugaan Penyelewengan Beras SPHP
Kepala BGN Klaim Hemat Anggaran MBG Rp44 Triliun, Tutup 2.000 Dapur Bermasalah
BGN Siapkan Pejabat Daerah Setingkat Kapolres hingga Kapolda, Ini Tugasnya
Mentan Amran Bongkar Dugaan Pengalihan Beras SPHP Jadi Premium di Jakarta Timur
OJK Ingatkan Modus Penipuan Kerja Online hingga Love Scam, Masyarakat Diminta Waspada
Berita ini 18 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:42 WIB

KPK Ungkap Dugaan Kerugian Negara Triliunan Rupiah dalam Kasus Cukai PT Djarum

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:32 WIB

Dakwaan Silmy Karim Ungkap Uang Klik, Saham Rp 31 Miliar hingga Biaya Kuliah S3

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:13 WIB

Amran Bongkar Dugaan Pengoplosan 600 Ton Beras SPHP, Kerugian Capai Rp3,3 Miliar

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Amran Bertindak Tegas! 8 Pejabat Bapanas-Bulog Dicopot Buntut Dugaan Penyelewengan Beras SPHP

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Kepala BGN Klaim Hemat Anggaran MBG Rp44 Triliun, Tutup 2.000 Dapur Bermasalah

Berita Terbaru