Amran Bertindak Tegas! 8 Pejabat Bapanas-Bulog Dicopot Buntut Dugaan Penyelewengan Beras SPHP

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama jajarannya dalam jumpa pers di Jakarta

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama jajarannya dalam jumpa pers di Jakarta

JAKARTA, jentik.id – Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, mencopot delapan pejabat Bapanas dan Perum Bulog terkait dugaan penyelewengan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Amran mengumumkan keputusan tersebut di Jakarta, Kamis (29/10/2026). Dari 10 pejabat yang dievaluasi, pemerintah mencopot delapan orang dan memberikan peringatan kepada dua lainnya.

Kasus ini mencuat setelah pihak swasta diduga mengoplos beras SPHP menjadi beras premium untuk meraup keuntungan lebih besar. Aparat telah memproses sembilan orang dari pihak swasta dan menetapkan satu orang sebagai tersangka.

Baca Juga :  Amran Bongkar Dugaan Pengoplosan 600 Ton Beras SPHP, Kerugian Capai Rp3,3 Miliar

Amran menegaskan, pemerintah akan menindak tegas pihak yang terbukti melanggar hukum. Ia juga mencopot pejabat yang dinilai lalai mengawasi distribusi beras bersubsidi.

“Dari atas ke bawah, copot semua. Karena tanggung jawab,” ujar Amran.

Amran menjelaskan, pelaku diduga membeli beras SPHP dari Bulog, memindahkan isinya ke karung lain, lalu menjualnya sebagai beras premium atau mencampurnya dengan beras lain.

Ia menyebut perusahaan membeli beras tersebut seharga Rp11.500 per kilogram, sedangkan harga jual kepada konsumen mencapai Rp12.500 per kilogram.

Amran menilai praktik tersebut merugikan masyarakat karena beras SPHP bertujuan menyediakan pangan dengan harga terjangkau.

Baca Juga :  Karhutla Picu 314 Ribu Kasus ISPA, 70 Ribu Balita Terdampak! Kemenkes Ungkap Data Terbaru

Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan pihaknya menonaktifkan enam pejabat wilayah DKI Jakarta dan Banten serta memberikan teguran kepada dua orang lainnya.

Rizal menegaskan, penonaktifan bertujuan menjaga kelancaran penyelidikan, bukan menetapkan kesalahan pidana. Bulog akan memulihkan jabatan pejabat yang tidak terbukti terlibat dan memproses pihak yang terbukti bersalah sesuai hukum.

Ia juga meminta jajarannya memperketat pengawasan mitra Rumah Pangan Kita (RPK) agar penyelewengan beras SPHP tidak terulang. (nr*)

Berita Terkait

KPK Ungkap Dugaan Kerugian Negara Triliunan Rupiah dalam Kasus Cukai PT Djarum
Dakwaan Silmy Karim Ungkap Uang Klik, Saham Rp 31 Miliar hingga Biaya Kuliah S3
Amran Bongkar Dugaan Pengoplosan 600 Ton Beras SPHP, Kerugian Capai Rp3,3 Miliar
Kepala BGN Klaim Hemat Anggaran MBG Rp44 Triliun, Tutup 2.000 Dapur Bermasalah
BGN Siapkan Pejabat Daerah Setingkat Kapolres hingga Kapolda, Ini Tugasnya
Mentan Amran Bongkar Dugaan Pengalihan Beras SPHP Jadi Premium di Jakarta Timur
OJK Ingatkan Modus Penipuan Kerja Online hingga Love Scam, Masyarakat Diminta Waspada
Heboh Kabar BPJS Kesehatan Dihapus! Ini Fakta Sebenarnya soal Program JKN
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:42 WIB

KPK Ungkap Dugaan Kerugian Negara Triliunan Rupiah dalam Kasus Cukai PT Djarum

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:32 WIB

Dakwaan Silmy Karim Ungkap Uang Klik, Saham Rp 31 Miliar hingga Biaya Kuliah S3

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:13 WIB

Amran Bongkar Dugaan Pengoplosan 600 Ton Beras SPHP, Kerugian Capai Rp3,3 Miliar

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Amran Bertindak Tegas! 8 Pejabat Bapanas-Bulog Dicopot Buntut Dugaan Penyelewengan Beras SPHP

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Kepala BGN Klaim Hemat Anggaran MBG Rp44 Triliun, Tutup 2.000 Dapur Bermasalah

Berita Terbaru