Padang Panjang, jentik.id — Tim Penanganan Kasus, bersama Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kota Padang Panjang mendatangi SMP Negeri 5 memberikan screening kesehatan mental bagi seluruh siswa SMP Negeri 5, Senin (23/2).
Screening ini buntut dari dugaan terjadinya dugaan kasus asusila yang sempat menghebohkan Padang Panjang.
Langkah preventif ini untuk mendeteksi dini potensi persoalan psikologis sekaligus memperkuat sistem perlindungan anak di lingkungan sekolah maupun keluarga.
Screening menyasar siswa kelas VII, VIII, dan IX melalui pengisian instrumen khusus yang didampingi Tim Penanganan Kasus UPTD PPA.
Pendampingan untuk memastikan proses berjalan tertib serta data yang diperoleh akurat dan dapat ditindaklanjuti.
Sekretaris Dinas Sosial PPKBPPPA, Azani Maizuar menjelaskan pentingnya deteksi dini kondisi kejiwaan siswa sebagai upaya meminimalisir risiko kekerasan.
“Kesehatan mental anak harus menjadi perhatian bersama. Dengan deteksi dini, kita bisa melakukan intervensi lebih cepat dan tepat,” ujarnya.
Kepala Dinas Sosial PPKBPPPA, Dr.Winarno yang memonitoring ke ruang-ruang kelas, menyebut screening ini sebagai fondasi dalam membangun sistem perlindungan anak yang responsif dan terintegrasi di tingkat kota.
Terpisah, WaliKota, Hendri Arnis, mengapresiasi pelaksanaan screening ini.
Kata walikota, perhatian terhadap kesehatan mental anak merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan daerah.
“Kesehatan mental anak sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Melalui screening kita ingin memastikan anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan terbebas dari kekerasan,” tegasnya. (syam)









