Sungai Penuh, jentik.id – Pemerintah Kota Sungai Penuh terus berupaya menata kawasan perdagangan agar lebih tertib dan nyaman. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui rapat evaluasi penertiban pedagang di Pasar Tanjung Bajure yang digelar pada Kamis (2/4).
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Azhar Hamzah, didampingi Sekretaris Daerah Alpian. Turut hadir para asisten, kepala perangkat daerah terkait, serta para camat di lingkup Pemerintah Kota Sungai Penuh.
Kegiatan yang berlangsung di rumah dinas Wakil Wali Kota ini membahas langkah-langkah strategis dalam menata kembali aktivitas pedagang di Pasar Tanjung Bajure. Penataan tersebut bertujuan menciptakan lingkungan pasar yang lebih tertib, nyaman, serta sesuai dengan aturan yang berlaku.
Evaluasi ini juga menjadi tindak lanjut dari upaya penertiban yang sebelumnya telah dilakukan oleh pemerintah di kawasan pasar tersebut.
Dalam arahannya, Azhar Hamzah menegaskan bahwa penataan pasar merupakan langkah penting untuk menciptakan kondisi yang kondusif bagi seluruh pihak, baik pedagang maupun masyarakat sebagai konsumen.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi dan kerja sama antara pemerintah, pedagang, serta masyarakat agar kebijakan yang diterapkan dapat berjalan dengan baik tanpa menimbulkan konflik di lapangan.
Selain itu, Pemkot Sungai Penuh akan terus mengedepankan pendekatan persuasif dalam melakukan penertiban. Hal ini dilakukan agar para pedagang tetap dapat menjalankan usahanya dengan nyaman, tanpa merasa dirugikan.
“Melalui rapat evaluasi ini, kami berharap penertiban di Pasar Tanjung Bajure dapat berjalan lebih optimal dan memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah,” ujar Azhar Hamzah.
Dengan langkah yang terencana dan pendekatan yang humanis, pemerintah optimistis penataan pasar dapat berjalan efektif serta memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Sungai Penuh. (Prokopim)








