39 Ribu Siswa Dicoret dari Penerima MBG, BGN Prioritaskan Anggaran untuk Daerah 3T

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 19 Juni 2026 - 10:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas menyiapkan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk didistribusikan ke sekolah di SPPG Tubo Ternate, Maluku Utara, Kamis (30/10/2025). Foto: Andri Saputra/ANTARA FOTO

Petugas menyiapkan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk didistribusikan ke sekolah di SPPG Tubo Ternate, Maluku Utara, Kamis (30/10/2025). Foto: Andri Saputra/ANTARA FOTO

Jakarta, jentik.id – Badan Gizi Nasional (BGN) mulai mengalihkan sasaran penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga Kamis (18/6/2026), BGN mencoret 39.352 siswa dari 76 sekolah di Pulau Jawa karena dinilai mampu memenuhi kebutuhan gizi secara mandiri.

Wakil Kepala BGN sekaligus Juru Bicara, Agustina Arumsari, mengatakan langkah tersebut bertujuan agar anggaran MBG lebih tepat sasaran dan menjangkau kelompok yang benar-benar membutuhkan bantuan gizi. “Sampai hari ini kami telah mendata 76 sekolah di Pulau Jawa dengan total 39.352 penerima manfaat. Anggaran dari sekolah-sekolah tersebut akan kami fokuskan kepada anak-anak yang membutuhkan intervensi pemenuhan gizi,” ujarnya.

Baca Juga :  Kilas Balik Ekonomi: Anggaran MBG Dipisah Mulai 2028, Harga Pertamax Turun per 1 Agustus

Agustina menjelaskan, BGN memilih sekolah berdasarkan sejumlah indikator, seperti kondisi ekonomi keluarga, tingkat kerentanan gizi, dan kemampuan siswa memenuhi kebutuhan gizi tanpa bantuan pemerintah.

Anggaran Dialihkan ke Kelompok Prioritas

Selanjutnya, BGN mengalihkan anggaran MBG ke kelompok yang lebih membutuhkan. Sasaran baru meliputi anak-anak di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), ibu hamil, ibu menyusui, serta balita. “Pemerintah mengalihkan anggaran ke sekolah lain, daerah 3T, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita,” kata Agustina.

Menurutnya, proses pendataan masih berlangsung. Karena itu, jumlah sekolah maupun siswa yang keluar dari daftar penerima MBG masih dapat bertambah.

Baca Juga :  Kejagung Ungkap Dugaan Pemborosan Rp10,5 Triliun di BGN Era Dadan, Chat Jadi Barang Bukti

Fokus pada Penerima yang Paling Membutuhkan

BGN terus memperbarui data penerima manfaat agar setiap kebijakan berdasarkan kondisi di lapangan. Agustina menegaskan, kualitas data menjadi kunci agar program berjalan efektif dan tepat sasaran.

Ia menambahkan, pemerintah hanya memberikan MBG kepada kelompok yang benar-benar membutuhkan dukungan pemenuhan gizi. Sebaliknya, siswa yang berasal dari keluarga mampu tidak lagi menjadi prioritas penerima program.

“Kami ingin memastikan program ini benar-benar menyasar anak-anak Indonesia yang membutuhkan intervensi gizi dari pemerintah,” tutupnya. (nr*)

Berita Terkait

STIA Nusa Sakti Sungai Penuh Lepas Mahasiswanya Kukerta
Universitas Pertamina Buka Beasiswa KIP Kuliah 2026, Kuliah Gratis hingga Bantuan Biaya Hidup
Mitsubishi XForce Hybrid Tampil di GIIAS 2026, Harga Mulai Rp445 Juta
Misteri Kematian ASN BPN Nias Mulai Terkuak, Polisi Tetapkan Dua Perempuan sebagai Tersangka
BKSDA Lampung Lalai Usai Tapir Dilindungi Yang Viral Dibunuh dan Dimasak Warga
Resmi Mengudara! Rute Jakarta–Muara Bungo Dibuka, Al Haris Optimistis Dongkrak Ekonomi Daerah
Polres Kerinci Pers Mintra Kerja Membahas Isu- Isu Strategiskamtibmas.
Pertamax Melonjak! Isi Full Tank Avanza Kini Nyaris Rp700 Ribu
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 17:43 WIB

STIA Nusa Sakti Sungai Penuh Lepas Mahasiswanya Kukerta

Minggu, 2 Agustus 2026 - 22:14 WIB

Universitas Pertamina Buka Beasiswa KIP Kuliah 2026, Kuliah Gratis hingga Bantuan Biaya Hidup

Minggu, 2 Agustus 2026 - 21:35 WIB

Mitsubishi XForce Hybrid Tampil di GIIAS 2026, Harga Mulai Rp445 Juta

Rabu, 15 Juli 2026 - 17:28 WIB

Misteri Kematian ASN BPN Nias Mulai Terkuak, Polisi Tetapkan Dua Perempuan sebagai Tersangka

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:09 WIB

BKSDA Lampung Lalai Usai Tapir Dilindungi Yang Viral Dibunuh dan Dimasak Warga

Berita Terbaru

Foto: dok Istimewa

Nasional

21 Penyakit dan Layanan yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan

Selasa, 11 Agu 2026 - 13:12 WIB

Foto: Pedagang ikan (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Kesehatan

Waspada Ikan Berformalin, Kenali Ciri-Cirinya Sebelum Membeli

Selasa, 11 Agu 2026 - 11:54 WIB

Foto: Pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, putra kedua dari mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, menghadiri rapat umum di Teheran, Iran, 31 Mei 2019. (via REUTERS/Hamid Forootan)

Internasional

Lama Menghilang, Mojtaba Khamenei Segera Muncul di Publik Iran

Selasa, 11 Agu 2026 - 10:38 WIB