SUNGAI PENUH, jentik.id – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jambi bersama Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfosta) Kota Sungai Penuh menggelar pembinaan Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) di Aula Kantor Diskominfosta Kota Sungai Penuh, Jumat (24/7/2026).
Melalui kegiatan ini, kedua instansi memperkuat peran KIM sebagai mitra pemerintah dalam menyampaikan informasi yang akurat dan terpercaya. Selain itu, pembinaan ini juga mendorong KIM mempromosikan potensi desa, budaya lokal, dan produk UMKM.
Sebanyak 40 peserta dari unsur masyarakat serta calon pengurus KIM mengikuti kegiatan tersebut. Pemerintah juga memanfaatkan pembinaan ini untuk meningkatkan literasi digital dan memperluas keterbukaan informasi publik.
Perkuat Literasi Digital Masyarakat
Kepala Diskominfosta Kota Sungai Penuh, H. Josrizal Helman, S.Si., Apt., menjadi narasumber utama. Ia didampingi Kepala Bidang Komunikasi Informasi, Heri Setiawan, S.E., M.M. Keduanya menjelaskan pentingnya peran KIM di era digital.
Josrizal menegaskan bahwa masyarakat harus semakin cermat memilah dan memverifikasi informasi sebelum membagikannya.
“KIM memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam menyampaikan informasi yang benar, membangun literasi digital masyarakat, serta menjadi garda terdepan dalam menangkal hoaks. Kami berharap pembinaan ini melahirkan komunitas informasi yang aktif, mandiri, dan mampu memperkuat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Josrizal, KIM tidak hanya menyampaikan informasi pembangunan. KIM juga membuka ruang komunikasi dua arah. Melalui wadah ini, masyarakat dapat menyampaikan aspirasi, kebutuhan, dan berbagai persoalan kepada pemerintah. Dengan begitu, komunikasi menjadi lebih terbuka dan efektif.
Dorong Promosi Potensi Desa dan UMKM
Sementara itu, Heri Setiawan mengajak seluruh anggota KIM memanfaatkan media digital secara bijak, kreatif, dan produktif. Ia juga mendorong anggota KIM menyebarluaskan informasi resmi pemerintah. Selain itu, ia mengajak mereka mempromosikan potensi desa, budaya lokal, dan produk UMKM agar semakin dikenal masyarakat.
Selama pembinaan berlangsung, peserta aktif mengikuti diskusi dan sesi tanya jawab. Mereka membahas pembentukan KIM, pengelolaan media informasi, serta strategi mencegah penyebaran hoaks.
Diskominfo Provinsi Jambi dan Diskominfosta Kota Sungai Penuh berharap KIM terus berkembang menjadi komunitas yang aktif, inovatif, dan mandiri. Kedua instansi juga mendorong KIM menjadi mitra strategis pemerintah. Melalui peran tersebut, KIM dapat membangun ekosistem informasi yang sehat sekaligus mendukung promosi potensi desa dan pengembangan UMKM untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (nr*)









