Sungai Penuh, Jentik.id- Pemerintah Kota (Pemkot) Sungai Penuh terus berupaya sedini mingkin mencetak generasi muda yang memiliki kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an sejak usia dini.
Salah satu bentuk dukungan tersebut diwujudkan melalui program beasiswa tahfiz bagi siswa sekolah dasar (SD).
“Pada tahun anggaran 2026, Pemkot Sungai Penuh memberikan beasiswa tahfiz kepada 74 siswa dengan total anggaran sebesar Rp37 juta,
Hal itu disampaikan Wali Kota Sungai Penuh Alfin, SH, didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Alpian, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (20/8/2026).
Alfin mengatakan, jumlah penerima beasiswa tahfiz saat ini masih belum sebanding dengan jumlah siswa SD yang ada di Kota Sungai Penuh.
Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan komitmen pemerintah daerah untuk terus mengembangkan program tersebut.
“Kalau dibandingkan dengan jumlah siswa SD di Kota Sungai Penuh dengan jumlah penerima beasiswa tahfiz memang belum sebanding, kendati demikian, Pemkot akan terus berbuat yang terbaik.
“Peogram ini untuk tahun anggaran 2027, jumlah penerima beasiswa tahfiz akan kita tambah,” ujar Alfin.
Menurutnya, program tahfiz tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Pemkot Sungai Penuh juga membuka ruang bagi masyarakat yang memiliki kepedulian untuk ikut berpartisipasi dalam upaya memberantas buta Al-Qur’an sekaligus mendorong lahirnya lebih banyak penghafal Al-Qur’an.
“Kami mengimbau dan membuka diri bagi masyarakat Kota Sungai Penuh yang peduli dan ingin berpartisipasi bersama pemerintah dalam program mengentaskan buta Al-Qur’an serta mencetak para penghafal Al-Qur’an,” katanya.
Alfin menjelaskan, program tahfiz yang berjalan beriringan dengan program Beasiswa Juara dan tidak memberikan tekanan kepada anak-anak untuk langsung menghafal 30 juz.
Menurutnya, proses menghafal Al-Qur’an dilakukan secara bertahap sesuai dengan kemampuan masing-masing anak, seperti menargetkan hafalan 5 juz hingga 10 juz terlebih dahulu.
“Kita tidak memaksa anak-anak harus langsung hafal 30 juz. Semuanya dilakukan secara bertahap, mulai dari lima juz, kemudian 10 juz dan seterusnya sesuai kemampuan,” jelasnya.
Alfin berharap program kerupakan pendidikan keseimbangan selain menguasai ilmu pengetahuan juga menguasi Ilmu Agama, diharapkan kedepannya terus berkembang sehingga semakin banyak generasi muda di Kota Sungai Penuh yang menjadi penghafal Al-Qur’an.
Ia juga meyakini, semakin banyak masyarakat yang dekat dengan Al-Qur’an dan semakin banyak generasi muda yang menjadi hafiz, akan membawa keberkahan bagi daerah.
“Ke depan, dengan semakin banyaknya penghafal Al-Qur’an di Kota Sungai Penuh, kita meyakini Allah SWT akan menurunkan keberkahan bagi daerah ini dan menjadikan Sungai Penuh sebagai kota hafiz atau kota penghafal Al-Qur’an,” pungkasnya.(asy*)









