Korban Gempa NTT Bertambah Jadi 78 Orang, Hampir 96 Ribu Warga Mengungsi

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 21 Agustus 2026 - 16:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, NTT enggan masuk ke rumah sejak gempa pada Sabtu (15/8/2026) lalu. Mereka lebih memilih tidur di halaman rumah.(KOMPAS.com/APOLONIA INERU BAHALI)

Warga Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, NTT enggan masuk ke rumah sejak gempa pada Sabtu (15/8/2026) lalu. Mereka lebih memilih tidur di halaman rumah.(KOMPAS.com/APOLONIA INERU BAHALI)

NTT, jentik.id – Jumlah korban meninggal akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bertambah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 78 orang meninggal dunia hingga Jumat (21/8/2026) pagi.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan mengatakan jumlah korban meninggal naik dari sebelumnya 75 orang. Selain korban meninggal, jumlah warga yang mengalami luka-luka juga meningkat.

BNPB mencatat 953 orang mengalami luka, mulai dari luka ringan hingga luka berat. Beberapa korban juga mengalami patah tulang akibat gempa.

Sementara itu, jumlah warga yang harus mengungsi mencapai 95.831 orang. Angka tersebut bertambah 3.135 orang dibandingkan data sebelumnya.

Gempa Susulan Masih Terjadi

Berton menjelaskan, gempa susulan yang masih terjadi membuat sebagian warga memilih meninggalkan rumah dan mencari tempat yang lebih aman.

Data BMKG mencatat ribuan aktivitas kegempaan di wilayah terdampak. Dari 4.256 kejadian gempa yang tercatat, sebanyak 31 gempa memiliki kekuatan lebih dari magnitudo 5 dan dapat dirasakan masyarakat.

Baca Juga :  Hadiri Halal Bihalal HKKN Jambi, Wawako Azhar Hamzah Tekankan Kekuatan Silaturahmi

Sebelumnya, BMKG juga mencatat lebih dari 3.752 gempa susulan hingga Kamis (20/8/2026). Kekuatan gempa susulan bervariasi, mulai dari magnitudo 1,1 hingga 6,2.

Aktivitas gempa paling banyak masih terjadi di wilayah Ruteng, Kabupaten Manggarai. Sementara itu, aktivitas kegempaan di wilayah utara Sikka dan Nagekeo mulai menunjukkan penurunan.

Direktur Gempa dan Tsunami BMKG Wijayanto mengatakan aktivitas gempa akan berangsur melemah seiring kondisi batuan kembali stabil. Ia memperkirakan proses peluruhan gempa Flores berlangsung sekitar tiga hingga empat pekan atau hingga pertengahan September 2026.

Warga Diminta Waspada

Meski aktivitas gempa mulai menunjukkan penurunan di sejumlah wilayah, BMKG meminta masyarakat tetap berhati-hati.

Warga diminta tidak memasuki bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa. Masyarakat yang berada di kawasan perbukitan juga perlu mewaspadai potensi longsor akibat kondisi tanah yang tidak stabil.

BMKG menyebut potensi tsunami akibat gempa tersebut sangat kecil. Namun, lembaga tersebut tetap memantau perkembangan aktivitas gempa untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan kondisi.

BNPB Salurkan 729 Ton Bantuan

Di tengah proses evakuasi dan pemulihan, BNPB terus mengirimkan bantuan ke sejumlah wilayah terdampak. Distribusi bantuan dilakukan melalui Pos Pendukung Logistik Nasional di Halim Perdanakusuma, Jakarta, kemudian dikirim melalui Bandara Labuan Bajo dan Bandara Maumere.

Baca Juga :  Wako Alfin Gerak Cepat Tangani Kebakaran SMPN 2 Sungai Penuh

Pada 19 Agustus 2026, BNPB mengirim 167 ton bantuan. Sehari kemudian, BNPB kembali menyalurkan 102 ton bantuan yang terdiri dari 42 ton bantuan donasi dan 60 ton dari Dana Siap Pakai (DSP).

Secara keseluruhan, BNPB telah mendistribusikan 729 ton bantuan sejak 15 hingga 20 Agustus 2026.

Bantuan tersebut mencakup berbagai kebutuhan warga terdampak, seperti sembako, makanan siap saji, obat-obatan, dan mi instan.

BNPB juga menyalurkan kebutuhan nonpangan berupa tenda, matras, selimut, kasur, velbed, perlengkapan kebersihan, serta genset.

Bantuan berasal dari pemerintah, BNPB, kementerian dan lembaga, BUMN, serta masyarakat dan sejumlah donatur.

Dengan masih berlangsungnya gempa susulan, pemerintah dan petugas terus melakukan pemantauan sekaligus memenuhi kebutuhan warga yang berada di lokasi pengungsian. (nr*)

Berita Terkait

Anak Krakatau Erupsi Tiga Kali, Badan Geologi Larang Warga Mendekat
Polisi Tangkap Dua Terduga Pelaku Peredaran Sabu di Kinali Pasaman Barat
Sidang Roy Suryo Memanas! Minta Jokowi dan Ijazah Asli Dihadirkan, Hakim Ingatkan Jaksa
Kasus Damkar Sungai Penuh Memanas\! Irawadi Desak Kejari Usut 4 PPTK
TNI AD Kerahkan Helikopter MI-17 ke Jambi untuk Bantu Pemadaman Karhutla
Wawako Azhar Hamzah dan IKAPSO Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Tapan
Bawa Liquid Vape Diduga Mengandung Etomidate, Pemuda 25 Tahun Ditangkap Polres Bungo!
Kabut Asap Karhutla Makin Parah, 2.458 Penerbangan di Indonesia Terdampak!
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 09:43 WIB

Anak Krakatau Erupsi Tiga Kali, Badan Geologi Larang Warga Mendekat

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:38 WIB

Polisi Tangkap Dua Terduga Pelaku Peredaran Sabu di Kinali Pasaman Barat

Selasa, 20 Oktober 2026 - 07:53 WIB

Sidang Roy Suryo Memanas! Minta Jokowi dan Ijazah Asli Dihadirkan, Hakim Ingatkan Jaksa

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:52 WIB

Kasus Damkar Sungai Penuh Memanas\! Irawadi Desak Kejari Usut 4 PPTK

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:51 WIB

TNI AD Kerahkan Helikopter MI-17 ke Jambi untuk Bantu Pemadaman Karhutla

Berita Terbaru