Jusuf Kalla Dorong Penyelesaian Papua dengan Pendekatan Politis

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 13 September 2026 - 18:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tokoh Senior Nasional Yusuf Kalla Mantan Wakil Presiden RI

Tokoh Senior Nasional Yusuf Kalla Mantan Wakil Presiden RI

Yogyakarta, jentik.id – Tokoh nasional sekaligus Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Muhammad Jusuf Kalla, mendorong pemerintah mengedepankan pendekatan politis dan persuasif dalam menyelesaikan persoalan keamanan serta konflik di Papua.

Menurut Jusuf Kalla, pendekatan terhadap masyarakat Papua perlu dilakukan untuk membangun pemahaman bersama bahwa pembangunan di wilayah tersebut merupakan tanggung jawab seluruh elemen bangsa.

“Kita harus ada pendekatan kepada masyarakat untuk adanya suatu pengertian politis dengan baik, agar masyarakat mengerti pembangunan Papua itu dibangun secara bersama-sama,” kata Jusuf Kalla seusai menghadiri pelantikan Pengurus PMI DIY periode 2026–2031 di Yogyakarta, Minggu.(13/9/2026)

Pernyataan tersebut disampaikan Jusuf Kalla saat menanggapi kasus penembakan terhadap tiga aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  Ketua DPRD Sungai Penuh Umumkan Pergantian Ketua Fraksi PDIP

Ketua Umum PMI Pusat itu menilai pemerintah selama ini telah mengalokasikan anggaran cukup besar untuk pembangunan Papua sebagai bagian dari upaya mempercepat kemajuan wilayah Indonesia bagian timur.

“Kalau dibandingkan, katakanlah Papua dengan Papua Nugini, ya jauh lebih baik kita. Seperti itu, sehingga perlu diberikan suatu pengertian yang betul kepada mereka yang KKB itu,” ujarnya.

Jusuf Kalla mengatakan pendekatan politis kepada masyarakat Papua, termasuk terhadap kelompok bersenjata, perlu dilakukan secara damai untuk membangun kesepahaman mengenai pembangunan serta masa depan Papua.

Ia menilai dialog dan pendekatan persuasif harus menjadi langkah yang diutamakan sebelum pemerintah mengambil tindakan keamanan lebih lanjut apabila kelompok bersenjata masih melakukan kekerasan.

Baca Juga :  Ketua PDIP Kota Sungai Penuh Tegaskan Tidak Ada Kader Terlibat dalam Proyek MBG

“Dan apabila mereka masih begitu, tentu balasannya operasi daripada aparat kita, TNI, Kepolisian. Tapi dua pihak perlu ada upaya pengertian politis secara baik, secara damai. Di mana-mana kita bisa menyelesaikan itu,” katanya.

Jusuf Kalla menegaskan penyelesaian persoalan Papua membutuhkan pendekatan yang menyeluruh dengan mengutamakan komunikasi, pemahaman politik, pembangunan, serta upaya menjaga keamanan masyarakat.

Ia menilai pengalaman penyelesaian konflik di sejumlah daerah, termasuk Aceh, menunjukkan bahwa pendekatan dialog dan politik dapat menjadi salah satu jalan untuk membangun perdamaian yang berkelanjutan.(asy*)

Berita Terkait

Dewan Pers Tuan Rumah HPN 2027 Belum Diputuskan.
Ketua DPRD Sungai Penuh Umumkan Pergantian Ketua Fraksi PDIP
Kader DPC Demokrat Kota Sungai Penuh Gelar Aksi Sosial dan Lomba Rayakan HUT ke-25
Hubungan Bupati dan Wakil Bupati Kerinci Dinilai Kurang Harmonis, Pengamat Soroti Perbedaan Kepentingan
Ratusan Warga Antusias Ikuti Lomba Rakyat Sambut HUT ke-25 Partai Demokrat
Hasil Rapat Internal DPC PDIP Kota Sungai Penuh Sepakat Diusulkan Damrat Dicopot Dari Ketua Fraksi
Kader Senior PDIP Syamsu Arifin Soroti Anggota Fraksi PDIP yang Disebut Abaikan Instruksi DPP
Damrat Abaikan Instruksi DPP  Tidak Hadir  Interen Partai HUT RI Ke 81 Digelar DPC PDIP Kota Sungai Penuh.
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 18:56 WIB

Jusuf Kalla Dorong Penyelesaian Papua dengan Pendekatan Politis

Jumat, 4 September 2026 - 09:27 WIB

Dewan Pers Tuan Rumah HPN 2027 Belum Diputuskan.

Jumat, 4 September 2026 - 01:44 WIB

Ketua DPRD Sungai Penuh Umumkan Pergantian Ketua Fraksi PDIP

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:03 WIB

Kader DPC Demokrat Kota Sungai Penuh Gelar Aksi Sosial dan Lomba Rayakan HUT ke-25

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:24 WIB

Hubungan Bupati dan Wakil Bupati Kerinci Dinilai Kurang Harmonis, Pengamat Soroti Perbedaan Kepentingan

Berita Terbaru