JAMBI, jentik.id – Kementerian Kehutanan menahan dua pria yang mereka tetapkan sebagai tersangka pembalakan liar di kawasan Taman Nasional Berbak dan Sembilang (TNBS), Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi.
Petugas menangkap S dan K setelah patroli gabungan menemukan aktivitas pembalakan di dalam kawasan taman nasional pada Jumat (18/9/2026).
Kepala Balai Penegakan Hukum Kehutanan Wilayah Sumatera Kemenhut, Hari Novianto, mengatakan penyidik masih mengembangkan kasus tersebut untuk mencari pihak lain yang kemungkinan terlibat.
“Temuan pondok, rel kayu, tunggul bekas tebangan, chainsaw, dan barang lainnya menjadi petunjuk bagi penyidik untuk menelusuri aktivitas pembalakan serta jalur pengeluaran kayu,” kata Hari dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (26/9/2026).
Dalam operasi tersebut, petugas menemukan tiga gergaji mesin, satu sepeda motor, parang, serta rel kayu yang mengarah ke lokasi pembalakan.
Penyidik juga menemukan sejumlah tunggul dan potongan kayu hasil tebangan di dalam kawasan konservasi.
Kemenhut menjerat kedua tersangka dengan ketentuan pidana terkait pembalakan liar. Mereka terancam hukuman penjara paling lama lima tahun serta denda sesuai aturan yang berlaku.
Lindungi Habitat Harimau Sumatera
TN Berbak dan Sembilang memiliki peran penting bagi konservasi di pesisir timur Sumatera. Kawasan ini menjadi habitat harimau sumatera (Panthera tigris sondaica) sekaligus menyimpan keanekaragaman hayati pada ekosistem lahan basah.
Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kemenhut Dwi Januanto Nugroho mengatakan pihaknya akan memperkuat pengawasan kawasan konservasi.
Menurutnya, petugas perlu mendeteksi gangguan sejak awal agar aktivitas ilegal tidak berkembang dan merusak habitat satwa liar.
Kemenhut juga akan melanjutkan penyidikan untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain. Selain itu, kementerian akan meningkatkan koordinasi pengamanan di kawasan TN Berbak dan Sembilang.
Langkah tersebut bertujuan mencegah pembalakan liar kembali terjadi serta menjaga kawasan hutan sebagai habitat satwa dan bagian penting dari ekosistem pesisir timur Sumatera. (nr*)









