Sekolah Hancur akibat Konflik, 700.000 Anak di Gaza Terancam Kehilangan Masa Depan

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi - Seorang anak laki-laki berlari membawa panci berisi makanan di tengah dugaan serangan saat sedang mengantre untuk menerima makanan dari dapur amal di kamp pengungsi Palestina Jabalia

Ilustrasi - Seorang anak laki-laki berlari membawa panci berisi makanan di tengah dugaan serangan saat sedang mengantre untuk menerima makanan dari dapur amal di kamp pengungsi Palestina Jabalia

JAKARTA, jentik.id – Sekitar 700.000 anak usia sekolah di Jalur Gaza kehilangan akses pendidikan yang layak akibat kerusakan dan kehancuran sekolah sejak 2023. Perwakilan Tetap Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia, menyampaikan kondisi tersebut dalam sidang Dewan Keamanan PBB, Senin (26/10/2026).

Nebenzia menjelaskan, kehancuran infrastruktur pendidikan telah menghambat kesempatan anak-anak Gaza untuk belajar secara normal.

“Sejak 2023, sistem pendidikan di Gaza hancur, sehingga menyebabkan sekitar 700.000 anak usia sekolah kehilangan kesempatan untuk mendapatkan pendidikan layak,” kata Nebenzia.

Baca Juga :  Diburu Iran, Pilot F-15 AS Bersembunyi di Tebing hingga Berhasil Diselamatkan

Ia menegaskan, akses pendidikan di wilayah konflik menjadi persoalan serius yang membutuhkan perhatian dunia internasional.

Meski gencatan senjata berlaku sejak Oktober 2025, serangan militer Israel terhadap wilayah Palestina masih berlanjut. Israel menyatakan serangan tersebut menyasar fasilitas Hamas dan anggota kelompok itu.

PBB menilai kondisi kemanusiaan di Jalur Gaza masih memprihatinkan. Kerusakan bangunan, terganggunya layanan kesehatan, serta terbatasnya pasokan makanan dan kebutuhan pokok terus membebani warga.

Baca Juga :  Israel Gempur Gaza, Komandan Hamas dan Bocah 9 Tahun Jadi Korban Jiwa

Kondisi tersebut turut memperburuk kehidupan anak-anak yang membutuhkan pendidikan, perlindungan, dan lingkungan aman untuk tumbuh.

Kerusakan sekolah dan terbatasnya fasilitas belajar membuat ratusan ribu anak kehilangan kesempatan mengikuti pendidikan secara layak. Pemulihan infrastruktur pendidikan menjadi salah satu tantangan besar di tengah krisis yang masih berlangsung.

Situasi ini menegaskan pentingnya upaya kemanusiaan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga Gaza, termasuk memulihkan akses pendidikan bagi anak-anak yang terdampak konflik. (nr*)

Berita Terkait

Serangan Udara di Tambang Emas Sudan Tewaskan Lebih dari 200 Orang, Pemerintah Buka Penyelidikan
MUI Desak Konser Dibatalkan, Andrea Bocelli Akhirnya Angkat Bicara
Bukan Cuma Rudal Balistik! Intip Deretan Senjata Canggih Milik Houthi Yaman
Dua Penembakan Guncang Afrika Selatan, 27 Orang Tewas
AI Keliru Beri Intelijen, AS Nyaris Intersepsi Kapal China
Kabut Asap Makin Meluas, NASA Ungkap Citra Karhutla Indonesia-Malaysia
Banjir Bandang Nepal dan Tibet Tewaskan 1.130 Orang, Hampir 4.500 Masih Hilang
Banjir Bandang Nepal-China Tewaskan Ratusan Orang, Lebih dari 1.400 Hilang
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:40 WIB

Sekolah Hancur akibat Konflik, 700.000 Anak di Gaza Terancam Kehilangan Masa Depan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:59 WIB

Serangan Udara di Tambang Emas Sudan Tewaskan Lebih dari 200 Orang, Pemerintah Buka Penyelidikan

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:57 WIB

MUI Desak Konser Dibatalkan, Andrea Bocelli Akhirnya Angkat Bicara

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:40 WIB

Bukan Cuma Rudal Balistik! Intip Deretan Senjata Canggih Milik Houthi Yaman

Minggu, 27 September 2026 - 21:41 WIB

Dua Penembakan Guncang Afrika Selatan, 27 Orang Tewas

Berita Terbaru