IAIN Kerinci Go Internasional, Dosen Tembus Penerbit dan Kampus Eropa

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 23 Februari 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Akademisi asal Jambi, Dr. Toni Indrayadi, M.Pd., terus memperluas kiprah di dunia akademik internasional

Akademisi asal Jambi, Dr. Toni Indrayadi, M.Pd., terus memperluas kiprah di dunia akademik internasional

JAKARTA, jentik.id – Akademisi asal Jambi, Toni Indrayadi, memperluas kiprah di panggung akademik internasional. Dosen Pendidikan Bahasa Inggris di Institut Agama Islam Negeri Kerinci itu aktif meneliti, mereviu artikel ilmiah, dan membangun kolaborasi global.

Toni memperkuat reputasi melalui publikasi dan kerja sama lintas negara. Ia rutin menelaah naskah ilmiah peneliti mancanegara dan terlibat dalam diskusi akademik. Langkah ini memperluas jejaring profesional sekaligus mengangkat kontribusi akademisi Indonesia di forum internasional.

Baca Juga :  Wali Kota Alfin Hadiri Wisuda XII IAIN Kerinci, Tegaskan Dukungan Penuh Menuju UIN

Dua penerbit besar, Elsevier dan Taylor & Francis, menunjuk Toni sebagai reviewer jurnal. Ia menilai dan memberi rekomendasi atas naskah sebelum jurnal memutuskan kelayakan terbit. Penunjukan ini menegaskan pengakuan atas kapasitas dan integritas akademiknya.

Rekam jejak publikasinya menarik perhatian University of Pannonia. Kampus di Hungaria itu mengundang Toni melatih mahasiswa pascasarjana bidang applied linguistics pada 26 Maret 2025.

Baca Juga :  Warga Desak Pencabutan Zona Merah, DPRD dan Pemkot Jambi Sepakat Kirim Surat ke Presiden

Toni menyebut seorang profesor dari Pannonia menghubunginya langsung setelah meninjau profil publikasinya di Google Scholar dan Scopus Author. Ia menilai undangan ini menjadi bukti bahwa dosen dari daerah mampu bersaing secara global melalui karya ilmiah.

Toni menegaskan publikasi internasional menuntut konsistensi dan disiplin. Ia mengajak akademisi Indonesia terus belajar dan menjaga semangat riset agar mampu menembus jurnal bereputasi dunia. (nr*)

Berita Terkait

Retribusi Parkir Sungai Penuh Ditargetkan Rp500 Juta, Turun Dari Target Rp1,2 Miliar
35 Tahun Beroperasi, Tiga Traffic Light di Sungai Penuh Segera Diganti
Tim SAR Gabungan Kerahkan Lima Kapal Cari Lima Jurnalis yang Hilang Saat Liputan Gunung Anak Krakatau
Bukan Sekadar Usia, Ini Alasan SIM B Punya Batas Lebih Tinggi dari SIM A
Abu Gunung Anak Krakatau Menyebar, Sejumlah Daerah Alihkan Sekolah ke PJJ
Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Ini Alasannya
Kebakaran TPA Putri Cempo Belum Padam, Warga Keluhkan Gejala ISPA
Semeru Erupsi dan Luncurkan Lava Pijar Saat Kawasan TNBTS Masih Terbakar
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 11:14 WIB

Retribusi Parkir Sungai Penuh Ditargetkan Rp500 Juta, Turun Dari Target Rp1,2 Miliar

Rabu, 9 September 2026 - 14:45 WIB

35 Tahun Beroperasi, Tiga Traffic Light di Sungai Penuh Segera Diganti

Rabu, 9 September 2026 - 11:26 WIB

Tim SAR Gabungan Kerahkan Lima Kapal Cari Lima Jurnalis yang Hilang Saat Liputan Gunung Anak Krakatau

Senin, 7 September 2026 - 12:28 WIB

Bukan Sekadar Usia, Ini Alasan SIM B Punya Batas Lebih Tinggi dari SIM A

Senin, 7 September 2026 - 10:13 WIB

Abu Gunung Anak Krakatau Menyebar, Sejumlah Daerah Alihkan Sekolah ke PJJ

Berita Terbaru

Pengelola sampah terpadubl TPS3R

Manusia

Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat, Maksimalkan TPS3R

Sabtu, 19 Sep 2026 - 21:39 WIB