Bungo, jentik.id – Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi korban bencana tanah longsor yang terjadi di Kelurahan Empelu, Kecamatan Tanah Sepenggal, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, Rabu (13/5). Dalam peristiwa tersebut, satu anak dilaporkan meninggal dunia setelah tertimbun material longsor.
Longsor terjadi sekitar pukul 12.20 WIB usai hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Jalan Tanah Tumbuh dan sekitarnya. Kondisi tanah yang labil diduga menjadi penyebab terjadinya bencana tersebut.
Informasi kejadian pertama kali diterima Pos SAR Bungo dari Polres Bungo. Mendapat laporan itu, personel SAR langsung bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan upaya pencarian dan evakuasi korban.
Setibanya di lokasi, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD Bungo, Damkar, serta warga setempat segera melakukan pencarian terhadap korban yang tertimbun longsor.
Berdasarkan keterangan warga, longsor menimpa satu keluarga. Proses pencarian berlangsung dramatis karena salah satu anak diduga tertimbun cukup lama di bawah material tanah.
Sekitar pukul 14.55 WIB, Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi tiga korban dari lokasi longsor. Korban bernama Suryani (40) ditemukan dalam kondisi selamat. Sementara Revita (4) berhasil dievakuasi dalam kondisi kritis dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Namun nahas, Arya (11) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak sanak famili keluarga untuk dimakamkan.
Dalam operasi penyelamatan tersebut, tim gabungan mengandalkan bantu alat berat yang didukung penggunaan drone thermal untuk memantau kondisi pergerakan tanah di area longsor.
Langkah itu dilakukan guna memastikan tidak ada korban lain yang tertinggal sekaligus mengantisipasi kemungkinan longsor susulan.
Selain drone thermal, sejumlah peralatan pendukung seperti Rescue Truck dan perlengkapan Jungle SAR juga disiagakan di lokasi. Lebih dari 40 personel gabungan diterjunkan dalam proses evakuasi tersebut
Tim SAR Gabungan mengimbau masyarakat yang tinggal di kawasan lereng maupun daerah rawan longsor agar tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama jika hujan deras kembali terjadi dalam beberapa hari ke depan.(asy*).









