Tim SAR Gabungan Evakuasi Tiga Korban Longsor Di Kelurahan Empelu Bungo Satu Anak Meninggal Dunia

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 13 Mei 2026 - 22:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dalam operasi penyelamatan tersebut, tim gabungan selain bantu alat berat juga didukung penggunaan drone thermal untuk memantau kondisi pergerakan tanah di area longsor.

Dalam operasi penyelamatan tersebut, tim gabungan selain bantu alat berat juga didukung penggunaan drone thermal untuk memantau kondisi pergerakan tanah di area longsor.

Bungo, jentik.id – Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi korban bencana tanah longsor yang terjadi di Kelurahan Empelu, Kecamatan Tanah Sepenggal, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, Rabu (13/5). Dalam peristiwa tersebut, satu anak dilaporkan meninggal dunia setelah tertimbun material longsor.

Longsor terjadi sekitar pukul 12.20 WIB usai hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Jalan Tanah Tumbuh dan sekitarnya. Kondisi tanah yang labil diduga menjadi penyebab terjadinya bencana tersebut.

Informasi kejadian pertama kali diterima Pos SAR Bungo dari Polres Bungo. Mendapat laporan itu, personel SAR langsung bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan upaya pencarian dan evakuasi korban.

Setibanya di lokasi, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD Bungo, Damkar, serta warga setempat segera melakukan pencarian terhadap korban yang tertimbun longsor.

Baca Juga :  Gerak Cepat! Wawako Azhar Hamzah Pantau Pasar Usai Penertiban di Sungai Penuh

Berdasarkan keterangan warga, longsor menimpa satu keluarga. Proses pencarian berlangsung dramatis karena salah satu anak diduga tertimbun cukup lama di bawah material tanah.

Sekitar pukul 14.55 WIB, Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi tiga korban dari lokasi longsor. Korban bernama Suryani (40) ditemukan dalam kondisi selamat. Sementara Revita (4) berhasil dievakuasi dalam kondisi kritis dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Namun nahas, Arya (11) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak sanak famili keluarga untuk dimakamkan.

Baca Juga :  Pemuda Pancasila Kerinci Bersilaturahmi dan Tunjukkan Empati atas Musibah Kebakaran Rumah Orang Tua Dewan Penasehat

Dalam operasi penyelamatan tersebut, tim gabungan mengandalkan bantu alat berat yang didukung penggunaan drone thermal untuk memantau kondisi pergerakan tanah di area longsor.

Langkah itu dilakukan guna memastikan tidak ada korban lain yang tertinggal sekaligus mengantisipasi kemungkinan longsor susulan.

Selain drone thermal, sejumlah peralatan pendukung seperti Rescue Truck dan perlengkapan Jungle SAR juga disiagakan di lokasi. Lebih dari 40 personel gabungan diterjunkan dalam proses evakuasi tersebut

Tim SAR Gabungan mengimbau masyarakat yang tinggal di kawasan lereng maupun daerah rawan longsor agar tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama jika hujan deras kembali terjadi dalam beberapa hari ke depan.(asy*).

Berita Terkait

35 Tahun Beroperasi, Tiga Traffic Light di Sungai Penuh Segera Diganti
Tim SAR Gabungan Kerahkan Lima Kapal Cari Lima Jurnalis yang Hilang Saat Liputan Gunung Anak Krakatau
Bukan Sekadar Usia, Ini Alasan SIM B Punya Batas Lebih Tinggi dari SIM A
Abu Gunung Anak Krakatau Menyebar, Sejumlah Daerah Alihkan Sekolah ke PJJ
Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Ini Alasannya
Kebakaran TPA Putri Cempo Belum Padam, Warga Keluhkan Gejala ISPA
Semeru Erupsi dan Luncurkan Lava Pijar Saat Kawasan TNBTS Masih Terbakar
Paripurna Anggaran Berujung Adu Jotos, Ketua DPRD Ende Dilaporkan ke Polisi
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 14:45 WIB

35 Tahun Beroperasi, Tiga Traffic Light di Sungai Penuh Segera Diganti

Rabu, 9 September 2026 - 11:26 WIB

Tim SAR Gabungan Kerahkan Lima Kapal Cari Lima Jurnalis yang Hilang Saat Liputan Gunung Anak Krakatau

Senin, 7 September 2026 - 12:28 WIB

Bukan Sekadar Usia, Ini Alasan SIM B Punya Batas Lebih Tinggi dari SIM A

Senin, 7 September 2026 - 10:13 WIB

Abu Gunung Anak Krakatau Menyebar, Sejumlah Daerah Alihkan Sekolah ke PJJ

Senin, 7 September 2026 - 08:47 WIB

Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Ini Alasannya

Berita Terbaru

Penyambutan tradisi pedang pora kapolre Kerinci AKBP Hernawan Rizky Yudhantoro, S.H., S.I.K., M.I.K.

Kerinci

AKBP Hernawan Rizky Yudhantoro Resmi Komando Polres Kerinci

Senin, 14 Sep 2026 - 08:40 WIB