Kuala Tungkal, jentik.id – Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, langsung meninjau kasus meninggalnya dr. Myta Aprilia Azmy yang sedang menjalani program internship di RSUD KH Daud Arif, Kabupaten Muaro Jambi, Rabu (06/05/2026).
Dalam konferensi pers di rumah sakit tersebut, Menkes menyampaikan duka mendalam sekaligus menegaskan perlunya perbaikan menyeluruh pada program internship dokter. Ia menilai kejadian ini tidak boleh terulang.
Budi Gunadi menyebut program internship yang telah berjalan sekitar 10 tahun perlu evaluasi serius. Ia kemudian menetapkan sejumlah langkah perbaikan. yaitu:
1. Atur Ulang Jam Kerja
Kementerian Kesehatan menetapkan jam kerja dokter internship maksimal 40 jam per minggu atau 8 jam per hari. Menkes menegaskan pihak rumah sakit tidak boleh memadatkan jam kerja melebihi ketentuan tersebut.
2.Perkuat Pendampingan
Menkes meminta setiap dokter internship mendapatkan pendampingan yang jelas dan terstruktur. Ia menegaskan tenaga medis muda harus fokus belajar dan meningkatkan kompetensi, bukan menggantikan peran dokter tetap.
3.Tinjau Bantuan Hidup
Kementerian Kesehatan juga mengevaluasi besaran bantuan hidup bagi peserta internship. Menkes membuka peluang kenaikan, terutama di daerah dengan dukungan yang masih terbatas. Ia akan membahas hal ini bersama pemerintah daerah.
Selain itu, ia mendorong keseragaman fasilitas di seluruh wahana internship, termasuk pemberian tunjangan khusus dan jasa pelayanan.
4.Tambah Hak Cuti
Menkes memutuskan penambahan cuti bagi dokter internship dari 4 hari menjadi 10 hari untuk cuti biasa. Sementara itu, cuti sakit tidak dibatasi. Peserta dapat beristirahat sesuai kondisi kesehatan masing-masing.
5.Fokus pada Kompetensi dan Keselamatan Pasien
Budi Gunadi menekankan bahwa program internship harus tetap mengutamakan kualitas pembelajaran. Peserta wajib menangani jumlah kasus tertentu agar kompetensi meningkat dan keselamatan pasien tetap terjaga.
Ia menegaskan seluruh kebijakan ini bertujuan memperbaiki sistem secara menyeluruh agar lebih aman, manusiawi, dan berkualitas.
Langkah cepat ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas program internship dokter di Indonesia sekaligus mencegah kejadian serupa di masa mendatang. (nr*)









