Ledakan Gudang Elpiji di Bekasi Lukai 14 Orang, 1 Korban Kritis

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 3 April 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah petugas pemadam kebakaran Kota Bekasi melakukan pendinginan sisa kebakaran Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Cimuning di Mustikajaya, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (2/4/2026). Foto: Paramayuda/ANTARA FOTO

Sejumlah petugas pemadam kebakaran Kota Bekasi melakukan pendinginan sisa kebakaran Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Cimuning di Mustikajaya, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (2/4/2026). Foto: Paramayuda/ANTARA FOTO

Bekasi, jentik.id-Kebakaran melanda Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di kawasan Cimuning, Mustikajaya, Kota Bekasi, sejak Rabu (1/4) malam. Petugas berhasil memadamkan api pada Kamis (2/4) dini hari.

Insiden ini melukai 14 orang, terdiri dari 5 pekerja SPBE dan 9 warga sekitar. Para korban mengalami luka bakar dengan tingkat keparahan 30 hingga lebih dari 90 persen dan kini menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.

Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, menyebut kondisi korban cukup serius akibat ledakan mendadak. Sebagian korban merupakan petugas yang sedang bekerja, sementara warga terdampak karena berada di sekitar lokasi.

Baca Juga :  Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Pastikan Penanganan dan Evaluasi Insiden di Sungai Penuh Berjalan Sesuai Prosedur

“Satu petugas mengalami luka bakar hingga sekitar 92 persen, sementara warga ikut terdampak saat ledakan terjadi,” ujarnya.

Aparat kepolisian dan tim forensik kini menyelidiki penyebab kebakaran. Petugas juga mensterilkan lokasi untuk kepentingan investigasi.

Direktur RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid, Ellya Niken Prastiwi, menyatakan pihaknya fokus menangani korban secara maksimal. Dari enam korban yang dirawat, dua sudah pulang, satu dirujuk, dan tiga masih menjalani perawatan intensif.

Satu korban mengalami luka bakar di atas 65 persen dan berada dalam kondisi kritis, sementara dua lainnya mengalami luka sekitar 30 persen.

Baca Juga :  Tiga Pekerja Meregang Nyawa di Tongkang Sungai Batanghari, Diduga Keracunan Gas

Tim medis memprioritaskan stabilitas kondisi pasien karena luka bakar luas dapat memengaruhi organ tubuh. Rumah sakit juga menyiapkan ruang tambahan untuk mengantisipasi pasien rujukan.

BPJS Ketenagakerjaan memastikan lima pekerja yang menjadi korban mendapat perlindungan penuh sebagai kecelakaan kerja, sedangkan pemerintah daerah menanggung korban warga.

Sementara itu, Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat menyampaikan permintaan maaf dan langsung berkoordinasi dengan tim pemadam. Perusahaan juga akan menyelidiki penyebab kejadian bersama aparat.

Pertamina memastikan insiden ini tidak mengganggu pasokan LPG dan mengimbau masyarakat menjauhi area lokasi demi keselamatan. (nr*)

Berita Terkait

KPK Ungkap Dugaan Kerugian Negara Triliunan Rupiah dalam Kasus Cukai PT Djarum
Dakwaan Silmy Karim Ungkap Uang Klik, Saham Rp 31 Miliar hingga Biaya Kuliah S3
Amran Bongkar Dugaan Pengoplosan 600 Ton Beras SPHP, Kerugian Capai Rp3,3 Miliar
Amran Bertindak Tegas! 8 Pejabat Bapanas-Bulog Dicopot Buntut Dugaan Penyelewengan Beras SPHP
Kepala BGN Klaim Hemat Anggaran MBG Rp44 Triliun, Tutup 2.000 Dapur Bermasalah
BGN Siapkan Pejabat Daerah Setingkat Kapolres hingga Kapolda, Ini Tugasnya
Mentan Amran Bongkar Dugaan Pengalihan Beras SPHP Jadi Premium di Jakarta Timur
OJK Ingatkan Modus Penipuan Kerja Online hingga Love Scam, Masyarakat Diminta Waspada
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:42 WIB

KPK Ungkap Dugaan Kerugian Negara Triliunan Rupiah dalam Kasus Cukai PT Djarum

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:32 WIB

Dakwaan Silmy Karim Ungkap Uang Klik, Saham Rp 31 Miliar hingga Biaya Kuliah S3

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:13 WIB

Amran Bongkar Dugaan Pengoplosan 600 Ton Beras SPHP, Kerugian Capai Rp3,3 Miliar

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Amran Bertindak Tegas! 8 Pejabat Bapanas-Bulog Dicopot Buntut Dugaan Penyelewengan Beras SPHP

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Kepala BGN Klaim Hemat Anggaran MBG Rp44 Triliun, Tutup 2.000 Dapur Bermasalah

Berita Terbaru