Diburu Iran, Pilot F-15 AS Bersembunyi di Tebing hingga Berhasil Diselamatkan

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 8 April 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Media pemerintah Iran merilis gambar yang diklaim menunjukkan puing-puing pesawat tempur Amerika Serikat yang jatuh di wilayah Iran tengah, di tengah konflik yang sedang berlangsung dan operasi pencarian awak pesawat, pada Jumat (3/4/2026). Foto: IRIB/Handout via Reuters

Media pemerintah Iran merilis gambar yang diklaim menunjukkan puing-puing pesawat tempur Amerika Serikat yang jatuh di wilayah Iran tengah, di tengah konflik yang sedang berlangsung dan operasi pencarian awak pesawat, pada Jumat (3/4/2026). Foto: IRIB/Handout via Reuters

WASHINGTON, jentik.id – Amerika Serikat berhasil menyelamatkan dua kru jet tempur F-15E Strike Eagle yang ditembak jatuh di wilayah Iran saat menjalankan misi militer.

Pesawat dengan kode “Dude 44” jatuh pada Kamis (2/4). Pilot dan perwira persenjataan (WSO) langsung melontarkan diri dan mendarat di wilayah musuh. Keduanya selamat, tetapi menghadapi ancaman pengejaran dari pasukan Iran.

Komando militer AS segera melacak sinyal darurat dari kru. Setelah memastikan kondisi mereka, pemerintah langsung memerintahkan operasi penyelamatan.

Militer AS mengerahkan pesawat A-10, HC-130, serta helikopter HH-60 untuk menembus wilayah Iran. Tim menghadapi tembakan saat memasuki area operasi, namun tetap melanjutkan misi.

Baca Juga :  Jepang Buka Ekspor Senjata, Tandai Perubahan Besar Kebijakan Pertahanan

Salah satu pesawat A-10 terkena tembakan ketika mendekati lokasi pilot. Pilot A-10 kemudian mundur ke wilayah aman dan berhasil menyelamatkan diri.

Tim akhirnya mengevakuasi pilot pertama pada Jumat (3/4). Helikopter yang menjemputnya juga sempat ditembaki, namun tetap berhasil keluar dengan aman meski mengalami kerusakan ringan.

Sementara itu, WSO masih bertahan sendirian. Ia terus bergerak dan bersembunyi di celah tebing pegunungan untuk menghindari kejaran pasukan Iran. Ia juga menjaga komunikasi dengan tim penyelamat menggunakan perangkat yang masih berfungsi.

Direktur CIA, John Ratcliffe, menyebut timnya menjalankan operasi pengecohan untuk mengalihkan perhatian pasukan Iran.

Baca Juga :  Iran vs AS Kian Panas, USS Abraham Lincoln Diklaim Diserang

Presiden Donald Trump memerintahkan agar seluruh kru dipulangkan dengan selamat. Tim kemudian melancarkan operasi kedua pada malam hari.

Dalam proses itu, militer AS harus menghancurkan dua pesawat yang terjebak di lokasi pendaratan. Mereka menggantinya dengan pesawat yang lebih ringan agar evakuasi bisa berjalan lancar.

Akhirnya, tim berhasil menyelamatkan WSO pada Minggu (5/4). Operasi ini melibatkan sekitar 170 pesawat dan selesai dalam waktu 45 jam.

Keberhasilan ini menunjukkan kemampuan militer AS dalam menjalankan operasi penyelamatan di wilayah berisiko tinggi sekaligus menghadapi tekanan dari musuh. (nr*)

Berita Terkait

China Peringatkan AS dan Iran, Keamanan Selat Hormuz Tak Boleh Terganggu
Konflik AS-Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Tembus USD 79 per Barel
Kelab Malam di Bangkok Dilalap Api, 27 Tewas dan 22 Korban Berjuang di Ruang Intensif
Perang AS-Iran Memanas Lagi! Iran Tutup Selat Hormuz dan Gempur Basis Militer AS
Kamboja Gerebek Scam Center, 1.100 WNI Ditahan dan 12 Ribu Lebih Ajukan Pemulangan
Kabar Baik! Pemerintah Singapura Cairkan BLT hingga Rp11,8 Juta per Orang
Kapal Tanker LNG Terbakar di Selat Hormuz, Rudal Picu Ketegangan Baru di Timur Tengah
Atlet Kickboxing Asal Jambi Bharada Billy Van Aziz Boston Raih Medali Perak di ISKA Indonesia Open Tournament 2026
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 18:29 WIB

China Peringatkan AS dan Iran, Keamanan Selat Hormuz Tak Boleh Terganggu

Senin, 13 Juli 2026 - 16:56 WIB

Konflik AS-Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Tembus USD 79 per Barel

Senin, 13 Juli 2026 - 12:07 WIB

Kelab Malam di Bangkok Dilalap Api, 27 Tewas dan 22 Korban Berjuang di Ruang Intensif

Senin, 13 Juli 2026 - 08:55 WIB

Perang AS-Iran Memanas Lagi! Iran Tutup Selat Hormuz dan Gempur Basis Militer AS

Minggu, 12 Juli 2026 - 17:56 WIB

Kamboja Gerebek Scam Center, 1.100 WNI Ditahan dan 12 Ribu Lebih Ajukan Pemulangan

Berita Terbaru