Program Makan Bergizi Gratis Tepat Sasaran?

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 15 April 2026 - 16:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dok: Fin News

Dok: Fin News

Jakarta, jentik.id–Pemerintah terus memperkuat program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar berjalan lebih tepat sasaran. Kini, pemerintah memfokuskan program Makan Bergizi Gratis pada anak-anak yang mengalami kekurangan gizi.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan perubahan arah tersebut. Ia meminta pelaksanaan program tidak dilakukan secara menyeluruh. Sebaliknya, pemerintah harus memprioritaskan kelompok yang paling membutuhkan. Dengan strategi ini, pemerintah menargetkan dampak nyata terhadap perbaikan gizi anak Indonesia.

Evaluasi Menyeluruh Jadi Langkah Strategis

Pengamat kebijakan publik Universitas Indonesia, Lina Miftahul Jannah, menilai kebijakan ini sebagai momentum penting. Ia mendorong pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh agar distribusi program Makan Bergizi Gratis menjadi lebih efektif.

Menurut Lina, tujuan program Makan Bergizi Gratis sudah jelas, yaitu menyediakan makanan bergizi gratis. Namun, tanpa target yang spesifik, manfaat program tidak akan maksimal. Oleh karena itu, pemerintah harus memastikan program Makan Bergizi Gratis benar-benar tepat sasaran sejak awal.

Baca Juga :  Arab Saudi Jamin Keamanan Jemaah Haji Indonesia 

Fokus pada Anak Rentan dan Wilayah Terpencil

Selanjutnya, Lina menekankan pentingnya memprioritaskan anak dari keluarga kurang mampu. Selain itu, pemerintah juga harus memperhatikan anak-anak di daerah dengan akses terbatas terhadap pangan bergizi.

Banyak anak di wilayah terpencil kesulitan mendapatkan makanan bergizi karena jarak dan kondisi geografis. Karena itu, pemerintah perlu lebih selektif dalam menentukan penerima program Makan Bergizi Gratis.

Integrasi Data Perkuat Akurasi Bantuan

Untuk meningkatkan ketepatan sasaran, Lina mengusulkan penggunaan data Program Indonesia Pintar (PIP). Ia juga menyarankan integrasi dengan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Melalui langkah ini, pemerintah dapat mempercepat verifikasi sekaligus meningkatkan akurasi penerima program Makan Bergizi Gratis. Selain itu, integrasi data mampu mengurangi risiko kesalahan distribusi.

Distribusi Berbasis Kebutuhan Lebih Efektif

Di sisi lain, Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa program ini tidak ditujukan untuk semua kalangan. Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, menyatakan bahwa anak dari keluarga mampu tidak membutuhkan program Makan Bergizi Gratis.

Baca Juga :  Cek Bansos Kemensos Mei 2026, Ini Nominal PKH dan BPNT Tahap 2

Pemerintah juga menolak distribusi yang bersifat memaksa. Sebaliknya, pemerintah menerapkan pendekatan berbasis kebutuhan agar program berjalan lebih efektif dan tepat guna.

Pengawasan Diperketat untuk Hasil Maksimal

Untuk mendukung keberhasilan program, BGN menyiapkan sistem pengawasan yang lebih ketat. Tim khusus akan memilah penerima manfaat secara akurat.

Dengan pengawasan ini, pemerintah memastikan program Makan Bergizi Gratis memberikan dampak nyata. Selain itu, evaluasi rutin membantu penyempurnaan program secara berkelanjutan.

MBG Jadi Solusi Nyata Masalah Gizi

Akhirnya, program Makan Bergizi Gratis tidak lagi sekadar kebijakan sosial. Pemerintah menjadikannya sebagai solusi konkret untuk mengatasi masalah gizi di Indonesia.

Kini, program Makan Bergizi Gratis berkembang menjadi kebijakan yang lebih tepat sasaran, tepat guna, dan berdampak nyata bagi masa depan generasi bangsa. ***

Berita Terkait

Kemenhaj Pastikan Asuransi Jamaah Wafat Tetap Cair
Sebanyak 1.555 Narapidana Pindah ke Lapas Sengeti, Lapas Jambi Disiapkan Jadi Rutan
Purbaya Kaget Sidak Tanjung Priok, Ribuan Kontainer Tertahan
Tak Lagi Bergantung APBN, BGN Dorong Pembangunan SPPG Lewat CSR dan Kantin Sekolah
Rekam Jejak Dino Patti Djalal, Diplomat Senior yang Aktif Soroti Isu Internasional
Teddy Ungkap Dampak Lawatan Prabowo: Investasi Tembus Rp 2.430 Triliun
Kemnaker Buka 24 Kejuruan Vokasi! Kesempatan Emas Jadi Tenaga Kerja Siap Pakai
SIM Mati 1 Juni 2026 Tenang! Masih Bisa Diperpanjang Besok Tanpa Bikin Baru
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 08:12 WIB

Kemenhaj Pastikan Asuransi Jamaah Wafat Tetap Cair

Minggu, 7 Juni 2026 - 15:03 WIB

Sebanyak 1.555 Narapidana Pindah ke Lapas Sengeti, Lapas Jambi Disiapkan Jadi Rutan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 19:31 WIB

Purbaya Kaget Sidak Tanjung Priok, Ribuan Kontainer Tertahan

Jumat, 5 Juni 2026 - 17:45 WIB

Tak Lagi Bergantung APBN, BGN Dorong Pembangunan SPPG Lewat CSR dan Kantin Sekolah

Selasa, 2 Juni 2026 - 17:39 WIB

Rekam Jejak Dino Patti Djalal, Diplomat Senior yang Aktif Soroti Isu Internasional

Berita Terbaru

Ilustrasi umrah. Foto: Shutterstock

Internasional

Tren Umrah Plus: Ibadah Suci yang Kini Menyatu dengan Wisata Global

Senin, 8 Jun 2026 - 10:41 WIB

Kepala Kantor Kemenhaj Sarolangun, Raja Kurnain Ahmad.-Ist-

Nasional

Kemenhaj Pastikan Asuransi Jamaah Wafat Tetap Cair

Senin, 8 Jun 2026 - 08:12 WIB