Jakarta, jentik.id — Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) menghadirkan tiga inovasi layanan untuk mempermudah proses keimigrasian jamaah haji 2026.
Menteri Imipas, Agus Andrianto, menyampaikan hal ini usai audiensi dengan Kementerian Haji dan Umrah di Jakarta, Rabu (15/4/2026). Ia menegaskan bahwa kolaborasi antarinstansi meningkatkan kualitas pelayanan bagi calon jamaah haji Indonesia.
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Imigrasi, sebanyak 183.411 pemohon paspor haji telah mengajukan permohonan sejak 2025. Mereka mengurus dokumen melalui aplikasi M-Paspor, Paspor Simpatik, dan Eazy Passport.
1. Paspor Simpatik Haji
Kemenimipas membuka layanan Paspor Simpatik Haji setiap hari, termasuk akhir pekan dan hari tertentu. Petugas melayani permohonan secara langsung tanpa harus melalui pendaftaran online.
Melalui layanan ini, masyarakat yang memiliki waktu terbatas tetap dapat mengurus paspor dengan mudah.
2. Eazy Passport
Selain itu, Kemenimipas menyediakan layanan Eazy Passport. Petugas mendatangi pemohon secara kolektif di luar kantor imigrasi, sehingga proses pengurusan menjadi lebih praktis dan efisien.
3. Makkah Route dan Corridor Gate
Kemenimipas juga mempercepat proses keberangkatan melalui layanan Makkah Route. Petugas melakukan pemeriksaan paspor sejak sebelum keberangkatan, sehingga jamaah tidak perlu antre di bandara.
Layanan ini merupakan hasil kerja sama dengan otoritas imigrasi Arab Saudi. Tahun ini, pemerintah memperluas layanan hingga Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar.
Selain itu, Kemenimipas menerapkan teknologi Corridor Gate saat kepulangan jamaah. Sistem ini menggunakan face recognition sehingga jamaah dapat melewati pemeriksaan imigrasi tanpa antre panjang.
Meski demikian, petugas tetap menyiapkan pemeriksaan manual jika terjadi kendala teknis.
Agus menegaskan bahwa seluruh inovasi ini bertujuan memberikan kenyamanan, keamanan, dan kemudahan bagi jamaah haji Indonesia, baik saat berangkat maupun kembali ke tanah air. (nr*)









