Wacana Pajak Selat Malaka Mengemuka, Jambi Bisa Panen Cuan Besar

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 30 April 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ILUSTRASI Kapal di Selat Malaka

ILUSTRASI Kapal di Selat Malaka

Jambi, jentik.id – Wacana pemerintah mengenakan pajak pada kapal yang melintasi Selat Malaka memicu perdebatan. Meski masih sebatas ide, kebijakan ini berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, termasuk Provinsi Jambi.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan gagasan itu dalam forum di Jakarta. Ia menilai Selat Malaka memiliki nilai strategis tinggi dan bisa menjadi sumber pendapatan jika Indonesia, Malaysia, dan Singapura mengelolanya bersama.

Namun, Malaysia dan Singapura langsung menolak wacana tersebut. Keduanya menilai kebijakan itu berisiko melanggar aturan internasional.

Selat Malaka, Jalur Vital Perdagangan Dunia

Selat Malaka menghubungkan Samudra Hindia dan Laut Cina Selatan serta menjadi jalur pelayaran tersibuk di dunia. Jalur ini menopang perdagangan antara Timur Tengah, Eropa, dan Asia Timur.

Baca Juga :  Pemerintah Daerah Dan DPRD Abaikan Kenaikan Tarif Travel Menyangkut Masyarakat.

Setiap tahun, lebih dari 90.000 kapal melintas sambil mengangkut minyak, gas alam cair, dan berbagai komoditas industri. Jalur ini menampung sekitar seperempat perdagangan global.

Dibandingkan Selat Hormuz, Selat Malaka memiliki fungsi lebih luas karena melayani distribusi energi sekaligus barang manufaktur, kendaraan, dan pangan.

Secara geografis, Jambi berada dekat dengan Selat Malaka melalui pesisir timur, seperti Kuala Tungkal dan Tanjung Jabung Timur.

Wilayah ini terhubung langsung dengan jalur pelayaran internasional. Kedekatan ini memberi peluang bagi Jambi untuk ikut merasakan dampak ekonomi global.

Peluang Ekonomi untuk Jambi

Jika pemerintah menerapkan pajak kapal, Jambi bisa meraih sejumlah manfaat:

  • Meningkatkan pendapatan daerah melalui skema bagi hasil
  • Mempercepat pembangunan infrastruktur pesisir timur Sumatera
  • Mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di sektor logistik dan pelabuhan
Baca Juga :  Jangan Percaya Calo! Kejati Jambi Pastikan Rekrutmen Jaksa Transparan

Aktivitas perdagangan di Selat Malaka juga berpotensi menggerakkan sektor distribusi dan industri pendukung di Jambi.

Terkendala Aturan Internasional

Meski menjanjikan, rencana ini menghadapi hambatan besar. Pemerintah Indonesia tetap berpegang pada UNCLOS yang menjamin kebebasan pelayaran di jalur internasional.

Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan Indonesia tidak bisa memungut pajak di Selat Malaka karena bertentangan dengan prinsip hukum laut internasional.

Hingga kini, wacana pemajakan kapal di Selat Malaka belum masuk tahap kebijakan. Pemerintah masih mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk hukum internasional dan hubungan antarnegara.

Di satu sisi, potensi ekonominya besar. Di sisi lain, aturan global membatasi ruang gerak kebijakan tersebut. (nr*)

Berita Terkait

Terbongkar! 32 Kasus Tambang Emas Ilegal di Jambi, 71 Tersangka dan 3,5 Kg Emas Disita
Penggerebekan Narkoba di Muaro Jambi, 20 Orang Diciduk, Seorang di Antaranya Lansia
Kabut Asap Ganggu Penerbangan, Bandara Sultan Thaha Jambi Buka Operasional hingga Tengah Malam
Karhutla Picu Ribuan Kasus ISPA di Kota Jambi, Polusi Udara Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat
Dishut Jambi Anggarkan Rp1,84 Miliar untuk Peralatan Penanganan Karhutla
Indeks Kualitas Udara Jambi Capai 392, Al Haris Kerahkan ASN Muda Atasi Karhutla
Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi
Orang Tua Tolak Damai, Dugaan Penganiayaan Siswa SMA Titian Teras Berlanjut
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:34 WIB

Terbongkar! 32 Kasus Tambang Emas Ilegal di Jambi, 71 Tersangka dan 3,5 Kg Emas Disita

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:47 WIB

Penggerebekan Narkoba di Muaro Jambi, 20 Orang Diciduk, Seorang di Antaranya Lansia

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:44 WIB

Kabut Asap Ganggu Penerbangan, Bandara Sultan Thaha Jambi Buka Operasional hingga Tengah Malam

Selasa, 13 Oktober 2026 - 10:21 WIB

Karhutla Picu Ribuan Kasus ISPA di Kota Jambi, Polusi Udara Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat

Senin, 12 Oktober 2026 - 08:37 WIB

Dishut Jambi Anggarkan Rp1,84 Miliar untuk Peralatan Penanganan Karhutla

Berita Terbaru

Wawako Azahar Hamzah, Ceo Toko Ensd Garuda, serangkaian kegiatan Funrun meraton 5 K dan 10 K serangkaian peringatan HUT  Ke-18 Kota Sungai Penuh yang digelar dilapangan Merdeka Sungai Penuh  Minggu 1 Noprmber 2026 diikuti 500 peserta dari masyarakat dan berbagai komonitas.

Sport

Berita poto kegiatan Funrun

Minggu, 1 Nov 2026 - 13:26 WIB

Salah satu dapur MBG

Padang Panjang

7 Dapur MBG di Padang Panjang Ditutup

Minggu, 1 Nov 2026 - 11:56 WIB