Muaro Jambi, jentik.id-Puluhan kepala sekolah di Kabupaten Muaro Jambi mengundurkan diri hanya tiga hari setelah pelantikan massal pada Senin (18/5/2026). Mereka kemudian mendatangi Dinas Pendidikan Muaro Jambi untuk menyerahkan surat pengunduran diri pada Rabu (20/5/2026).
Sebanyak 183 kepala sekolah dari jenjang TK, SD, dan SMP mengikuti pelantikan di Ruang Nang Inang, Kantor Bupati Muaro Jambi. Namun, banyak kepala sekolah menolak penempatan baru karena jarak tugas terlalu jauh dari domisili mereka.
Selain itu, sejumlah guru menilai pemerintah kurang mempertimbangkan kondisi geografis tempat tinggal. Akibatnya, beberapa kepala sekolah harus menempuh perjalanan berjam-jam, seperti dari Mendalo ke Kumpeh atau Bahar Selatan yang akses jalannya cukup sulit.
Kondisi tersebut memicu penolakan karena dinilai mengganggu kinerja serta kesejahteraan kepala sekolah. Oleh karena itu, sejumlah guru meminta pemerintah daerah segera mengevaluasi sistem penempatan berbasis zonasi.
Di sisi lain, para kepala sekolah menilai kebijakan ini bertentangan dengan program “Guru Nyaman, Siswa Senang” dalam Pancacita Bupati Muaro Jambi. Mereka juga menilai jarak tempuh yang jauh menambah beban kerja sehari-hari.
Sementara itu, Wakil Bupati Muaro Jambi, Jun Mahir, menegaskan bahwa jabatan kepala sekolah merupakan amanah yang harus dijalankan dengan tanggung jawab. Ia meminta para kepala sekolah segera beradaptasi sekaligus meningkatkan mutu pendidikan di sekolah masing-masing.
Sebagai catatan, Pemkab Muaro Jambi melantik 99 kepala SD, 53 kepala SMP, dan 31 kepala TK. Pemerintah daerah berharap para kepala sekolah baru dapat memperkuat kualitas pendidikan di wilayah tersebut. (nr*)









