Harimau Sumatera Serang Petani di Gayo Lues, Korban Selamat dan Jalani Perawatan

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang petani bernama Roni (26) menjadi korban serangan Harimau Sumatera saat beraktivitas di kebunnya di Desa Singah Mulo, Kecamatan Putri Betung, Kabupaten Gayo Lues, Aceh.

Seorang petani bernama Roni (26) menjadi korban serangan Harimau Sumatera saat beraktivitas di kebunnya di Desa Singah Mulo, Kecamatan Putri Betung, Kabupaten Gayo Lues, Aceh.

Banda Aceh, jentik.id – Seorang petani bernama Roni (26) menjadi korban serangan Harimau Sumatera saat beraktivitas di kebunnya di Desa Singah Mulo, Kecamatan Putri Betung, Kabupaten Gayo Lues, Aceh.

Meski mengalami luka serius, korban berhasil menyelamatkan diri dan kini menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (19/5) sekitar pukul 12.30 WIB di area perkebunan yang berdekatan dengan habitat satwa liar.

Berdasarkan informasi dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, korban saat itu sedang bekerja seorang diri di kebunnya sebelum tiba-tiba diserang Harimau Sumatera.

Kepala BKSDA Aceh, Ujang Wisnu Barata, mengatakan pihaknya langsung mengerahkan tim ke lokasi setelah menerima laporan adanya interaksi negatif antara manusia dan satwa liar dilindungi tersebut.

“Korban mengalami luka robek pada bagian bibir atas dan luka cakaran di kepala. Saat ini korban menjalani perawatan di RSUD Salahuddin,” ujar Ujang Wisnu Barata di Banda Aceh, Kamis (20/5).

Baca Juga :  Dari Balap Sarung hingga Lempar Air, TP PKK Sungai Penuh Meriahkan HUT ke-81 RI

Menurut keterangan awal, korban sempat berupaya menyelamatkan diri setelah diserang harimau. Upaya tersebut berhasil sehingga nyawa korban dapat diselamatkan meski mengalami luka cukup serius.

Menindaklanjuti kejadian itu, BKSDA Aceh bersama Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser dan mitra dari Forum Konservasi Leuser turun langsung ke lokasi guna melakukan verifikasi lapangan serta pendalaman kronologi kejadian.

Selain melakukan investigasi, tim juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, dan tenaga medis untuk penanganan lanjutan. Petugas turut mengunjungi korban dan keluarganya guna memberikan dukungan moril serta menyerahkan bantuan tali asih.

Sebagai langkah mitigasi dan pemantauan, petugas memasang kamera jebak di sekitar lokasi kejadian untuk mendeteksi keberadaan Harimau Sumatera serta memantau pergerakan satwa liar di kawasan tersebut.

Baca Juga :  Kontribusi Sektor Wisata Kabupaten Bandung Tembus Rp 31,6 M Dimusim Libur

BKSDA Aceh mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika beraktivitas di kawasan hutan atau wilayah yang berbatasan langsung dengan habitat satwa liar.

“Kami mengimbau masyarakat tidak beraktivitas seorang diri di kawasan hutan yang menjadi habitat satwa liar. Jika menemukan tanda-tanda keberadaan satwa liar di sekitar area aktivitas masyarakat, segera laporkan kepada petugas terkait,” kata Ujang Wisnu Barata.

Berdasarkan data International Union for Conservation of Nature (IUCN), Harimau Sumatera merupakan satwa endemik Pulau Sumatera yang berstatus kritis atau critically endangered, sehingga memiliki risiko tinggi mengalami kepunahan di habitat alaminya.

Karena itu, masyarakat diharapkan turut menjaga kelestarian habitat satwa dengan tidak merusak hutan serta tidak menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memelihara, mengangkut, maupun memperniagakan satwa dilindungi, baik dalam kondisi hidup maupun mati.(asy*).

Berita Terkait

35 Tahun Beroperasi, Tiga Traffic Light di Sungai Penuh Segera Diganti
Tim SAR Gabungan Kerahkan Lima Kapal Cari Lima Jurnalis yang Hilang Saat Liputan Gunung Anak Krakatau
Bukan Sekadar Usia, Ini Alasan SIM B Punya Batas Lebih Tinggi dari SIM A
Abu Gunung Anak Krakatau Menyebar, Sejumlah Daerah Alihkan Sekolah ke PJJ
Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Ini Alasannya
Kebakaran TPA Putri Cempo Belum Padam, Warga Keluhkan Gejala ISPA
Semeru Erupsi dan Luncurkan Lava Pijar Saat Kawasan TNBTS Masih Terbakar
Paripurna Anggaran Berujung Adu Jotos, Ketua DPRD Ende Dilaporkan ke Polisi
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 14:45 WIB

35 Tahun Beroperasi, Tiga Traffic Light di Sungai Penuh Segera Diganti

Rabu, 9 September 2026 - 11:26 WIB

Tim SAR Gabungan Kerahkan Lima Kapal Cari Lima Jurnalis yang Hilang Saat Liputan Gunung Anak Krakatau

Senin, 7 September 2026 - 12:28 WIB

Bukan Sekadar Usia, Ini Alasan SIM B Punya Batas Lebih Tinggi dari SIM A

Senin, 7 September 2026 - 10:13 WIB

Abu Gunung Anak Krakatau Menyebar, Sejumlah Daerah Alihkan Sekolah ke PJJ

Senin, 7 September 2026 - 08:47 WIB

Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Ini Alasannya

Berita Terbaru

Wakil Kepala Staf TNI AU Marsekal Madya TNI Tedi Rizalihadi. Lahirlah atlet tembak nasional

Sport

TNI AU Gelar Kompotisi Tembak Di Ikuti 800 Peserta 

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:36 WIB