Kontribusi Sektor Wisata Kabupaten Bandung Tembus Rp 31,6 M Dimusim Libur

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 5 April 2026 - 02:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung, jentik.id— Pesatnya pembenahan infrastruktur jalan di Provinsi Jawa Barat serta pengembangan objek wisata berdampak langsung terhadap pertumbuhan sektor pariwisata. Hal ini terlihat dari meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan lokal ke Kabupaten Bandung selama periode libur Lebaran 2026.

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Kabupaten Bandung mencatat perputaran uang dari sektor pariwisata mencapai sekitar Rp31,6 miliar.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bandung, Wawan A. Ridwan, menjelaskan bahwa angka tersebut bersumber dari total kunjungan sebanyak 146.564 wisatawan lokal, dengan rata-rata pengeluaran sekitar Rp215 ribu per orang.

Baca Juga :  Tak Sekadar Kunjungan, Al Haris Bawa Misi Perumahan Jambi ke Pusat

“Perputaran uang bila dikalkulasi mencapai Rp31,65 miliar. Ini dihitung dari rata-rata belanja wisatawan sekitar Rp215 ribu per orang,” ujarnya.

Ia menambahkan, angka tersebut merupakan estimasi belanja langsung wisatawan untuk konsumsi, oleh-oleh, serta kebutuhan lainnya di lokasi objek wisata.

Perhitungan itu belum mencakup biaya penginapan dan tiket masuk, sehingga potensi perputaran ekonomi sebenarnya dinilai lebih besar.

Selain itu, tingkat hunian akomodasi di kawasan wisata juga mengalami peningkatan signifikan, yakni antara 30 hingga 40 persen selama masa libur Lebaran. Peningkatan ini terjadi pada berbagai jenis akomodasi, mulai dari hotel, glamping, hingga resort yang tersebar di 15 titik wisata.

Baca Juga :  Prabowo Subianto Panggil Listyo Sigit Prabowo Bahas Transformasi Polri di Hambalang

Meski demikian, rata-rata lama tinggal wisatawan di Kabupaten Bandung masih tergolong rendah, yakni sekitar 1,5 hari. Angka ini lebih rendah dibandingkan rata-rata lama tinggal wisatawan di Kota Bandung yang mencapai 2 hingga 3 hari.

Kendati demikian, pemerintah daerah menilai capaian tersebut menunjukkan besarnya kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian lokal. Kedepannya pengembangan industri pariwisata akan difokuskan pada peningkatan kualitas destinasi serta promosi, guna mendorong wisatawan agar tinggal lebih lama, seiring dengan pembenahan objek wisata yang berkelanjutan. (am)

Berita Terkait

Tiga Kepala Daerah Wilayah Barat Jambi Sepakat Dukung Batik Air di Bandara Muara Bungo, Bandara Depati Parbo Dinilai Terabaikan
Komdigi Terapkan Registrasi SIM Card dengan Pengenalan Wajah Secara Nasional
Masjid Al Aqsha BSD Potong 198 Hewan Qurban, Daging Disalurkan hingga Aceh dan NTT
Wako Alfin Serahkan Ambulance untuk Desa Sungai Ning saat Doa Bersama Idul Adha
Diduga Tak Bisa Berenang, Pria Palembang Tewas Saat Cuci Usus Kurban
Polemik APBN Sapi Kurban Presiden, Menag Tegaskan: untuk Semua Lapisan Masyarakat
Al Haris Antar Langsung Sapi Kurban Raksasa Bantuan Presiden Prabowo di Jambi
Deposito BRI Kini Lebih Praktis, Nasabah Bisa Buka Langsung Lewat BRImo
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 17:26 WIB

Tiga Kepala Daerah Wilayah Barat Jambi Sepakat Dukung Batik Air di Bandara Muara Bungo, Bandara Depati Parbo Dinilai Terabaikan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 10:04 WIB

Komdigi Terapkan Registrasi SIM Card dengan Pengenalan Wajah Secara Nasional

Jumat, 29 Mei 2026 - 14:43 WIB

Masjid Al Aqsha BSD Potong 198 Hewan Qurban, Daging Disalurkan hingga Aceh dan NTT

Jumat, 29 Mei 2026 - 08:18 WIB

Wako Alfin Serahkan Ambulance untuk Desa Sungai Ning saat Doa Bersama Idul Adha

Kamis, 28 Mei 2026 - 19:32 WIB

Diduga Tak Bisa Berenang, Pria Palembang Tewas Saat Cuci Usus Kurban

Berita Terbaru