Sungai Penuh, jentik.id – Sejumlah profesor dan akademisi dari berbagai disiplin ilmu berkumpul dalam forum “Diskusi Rabuan Roadshow” (DRR) yang digelar Pemerintah Kota Sungai Penuh, Kamis (21/5).
Forum tersebut menjadi ruang bertukar gagasan strategis guna mendorong percepatan pembangunan daerah, khususnya di bidang ekonomi, tata kelola pemerintahan, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Kegiatan yang menghadirkan para pakar dan tenaga ahli tersebut berlangsung dinamis dengan pembahasan berbagai persoalan pembangunan daerah yang dihadapi Kota Sungai Penuh.
Para profesor yang hadir, sebagian di antaranya merupakan tenaga ahli Pemerintah Provinsi Jambi, memaparkan pandangan dan rekomendasi strategis yang dinilai dapat menjadi landasan kebijakan pembangunan daerah ke depan.
Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Azhar Hamzah, dalam pemaparannya menjelaskan sejumlah tantangan pembangunan yang masih dihadapi pemerintah daerah. Salah satu persoalan utama yang disorot ialah keterbatasan konektivitas wilayah akibat jauhnya jarak tempuh menuju ibu kota provinsi maupun akses ke wilayah tetangga di Sumatera Barat.
Dalam forum tersebut, Azhar Hamzah juga mengusulkan pembangunan fly over atau jembatan layang pada jalur Kerinci–Bungo sebagai solusi untuk mempercepat mobilitas masyarakat dan distribusi ekonomi dari Sungai Penuh menuju Jambi maupun akses Sungai Penuh menuju Sumatera Barat melalui jalur Tapan.
“Kami mengharapkan dukungan Pemerintah Provinsi Jambi terhadap rencana pembangunan fly over tersebut yang diawali dengan kajian teknis,” ujar Azhar Hamzah.
Diskusi Rabuan Roadshow menghadirkan enam profesor dari berbagai bidang keilmuan, yakni Prof. Dr. H. Mukhtar Latif, M.Pd, Prof. Dr. Haryadi, SE., M.Sc, Prof. Dr. Drs. Sukendro, M.Jes.A, IFO, Prof. Dr. Ir. Suandi, M.Si., IPU, Prof. Dr. Johanes, M.Si, serta Prof. Dr. Ermaya Suradinata, SH., MH., MS.
Selain itu, forum turut dihadiri sejumlah akademisi dan praktisi, di antaranya Ir. H. Syahrasaddin, M.Si, Dr. H. Muhammad Ridwansyah, SE., M.Sc, Thamri B. Bacri, SE., M.Sc, Dr. Agus, S.Sos., M.Hum, Drs. H. Arpani, M.Si, Yutti Aifikri Noer, S.IP., M.AP, dan Muawwim, MM.
Berbagai materi yang dibahas dalam forum tersebut dinilai membuka ruang lahirnya gagasan baru dari berbagai sudut pandang keilmuan. Hasil diskusi diharapkan dapat menjadi referensi dan bahan pertimbangan bagi Pemerintah Kota Sungai Penuh dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang lebih terarah dan berkelanjutan.(asy*)









