Kerinci, jentik.id-Malam di rumah warga Tanco, Kabupaten Kerinci, terasa hangat dan penuh haru. Lampu menyala lebih lama dari biasanya, sementara warga berdatangan memenuhi halaman rumah calon jamaah haji.
Di tengah suasana itu, lantunan syair terdengar perlahan. Masyarakat mengenalnya sebagai Butale Haji, tradisi khas Kerinci yang mengiringi keberangkatan tamu Allah ke Tanah Suci.
Warga juga menyebutnya Tale Naik Haji, Tale Nek Jei, atau Tale Joi. Mereka melantunkannya bersama sebagai doa dan pengantar ibadah haji.
Keluarga, kerabat, dan warga ikut menyanyikan syair sederhana yang penuh makna. Mereka mengirim doa keselamatan, pesan moral, dan harapan agar jamaah pulang sebagai haji yang mabrur.
Suasana berubah haru saat suara mulai bergetar. Beberapa warga meneteskan air mata saat melantunkan syair dan doa bersama.
Tokoh masyarakat Tanco, Saudin, mengatakan Butale Haji bukan sekadar nyanyian.
“Ini bukan sekadar nyanyian, tapi doa bersama,” ujarnya.
Ia menegaskan, tradisi ini memperkuat kebersamaan dan menghadirkan ruang untuk berbagi rasa bahagia, haru, dan ikhlas.
Menjelang musim haji, lantunan Butale Haji semakin sering terdengar di rumah calon jamaah. Warga bahkan melaksanakannya hampir setiap malam selama masa persiapan keberangkatan.
Keluarga biasanya memulai tradisi ini dengan kenduri sederhana. Mereka mengundang tetangga untuk berdoa bersama sebelum keberangkatan.
Dalam tradisi ini, batas keluarga dan tetangga melebur. Semua warga ikut membantu persiapan dan doa bersama.
Butale Haji juga menguatkan nilai gotong royong yang masih hidup di masyarakat Kerinci.
Meski zaman berubah, tradisi ini tetap bertahan. Warga melestarikannya turun-temurun tanpa panggung besar atau teknologi modern.
Mereka mengandalkan suara manusia dan ketulusan hati untuk mengiringi calon jamaah haji.
Bagi masyarakat Kerinci, Butale Haji bukan hanya tradisi, tetapi juga identitas budaya. Mereka menjadikannya simbol syukur, keikhlasan, dan solidaritas sosial.
Tradisi ini mengingatkan pentingnya menjaga kebersamaan dan menghormati perjalanan spiritual seseorang.
Butale Haji terus hidup sebagai warisan budaya yang mengiringi langkah tamu Allah dengan doa, haru, dan cinta dari tanah Kerinci. (nr*)









