Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp7.762 Triliun, BI Pastikan Masih Aman

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 16 Juni 2026 - 22:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung Bank Indonesia, Jakarta, 29 April 2026. Tempo/Tony Hartawan

Gedung Bank Indonesia, Jakarta, 29 April 2026. Tempo/Tony Hartawan

Jakarta, jentik.id – Bank Indonesia (BI) mencatat posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia mencapai US$439,8 miliar atau sekitar Rp7.762,4 triliun pada April 2026. Nilai tersebut meningkat dari posisi Maret 2026 yang berada di level US$433,9 miliar.

Kenaikan utang terjadi seiring kebutuhan pembiayaan pembangunan dan dinamika ekonomi global. Meski demikian, BI menegaskan kondisi utang Indonesia masih terkendali dan berada dalam batas yang aman.

Data BI menunjukkan pertumbuhan utang luar negeri mencapai 1,9 persen secara tahunan pada April 2026. Angka ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Maret 2026 yang tercatat sebesar 1 persen.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, mengatakan peningkatan ULN berasal dari perkembangan utang pemerintah dan sektor swasta.

Utang Pemerintah Naik

Posisi utang luar negeri pemerintah mencapai US$216,4 miliar pada April 2026. Secara tahunan, nilainya tumbuh 3,7 persen, sedikit lebih rendah dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya yang mencapai 3,8 persen.

Baca Juga :  Purbaya Tegaskan Tetap Menkeu, Rupiah Sentuh Rekor Rp18.003 per Dolar AS

Meski pertumbuhan pinjaman luar negeri pemerintah melambat, investor asing masih menunjukkan minat tinggi terhadap instrumen keuangan Indonesia.

Kondisi tersebut terlihat dari aliran modal asing yang terus masuk ke pasar Surat Berharga Negara (SBN). Arus modal itu mencerminkan kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi Indonesia dan prospek pertumbuhan jangka menengah.

Utang Swasta Mulai Membaik

Sektor swasta masih mencatat penurunan utang luar negeri, meski tren kontraksinya mulai melandai.

Pada April 2026, posisi ULN swasta mencapai US$193,2 miliar atau turun 0,7 persen secara tahunan. Angka tersebut lebih baik dibandingkan Maret 2026 yang mencatat kontraksi 1,4 persen.

Perbaikan terutama datang dari kelompok lembaga keuangan yang berhasil menekan laju penurunan utang. BI mencatat kontraksi utang lembaga keuangan sebesar 5 persen, membaik dari 6,3 persen pada bulan sebelumnya.

Rasio Utang Tetap Terjaga

Bank Indonesia menilai struktur utang luar negeri Indonesia masih sehat karena pemerintah dan pelaku usaha mengelolanya secara hati-hati.

Baca Juga :  Kejagung Ungkap Dugaan Pemborosan Rp10,5 Triliun di BGN Era Dadan, Chat Jadi Barang Bukti

Hal itu terlihat dari rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang tetap stabil di level 29,6 persen pada April 2026.

Selain itu, utang jangka panjang masih mendominasi dengan porsi 84,5 persen dari total utang luar negeri. Komposisi tersebut memberikan ruang yang lebih besar bagi pemerintah dan sektor swasta untuk mengatur kewajiban pembayaran secara bertahap.

Tantangan Global Masih Mengintai

Meski kondisi utang relatif stabil, Indonesia tetap menghadapi sejumlah risiko eksternal. Tingginya suku bunga global, ketidakpastian ekonomi dunia, serta fluktuasi nilai tukar masih berpotensi memengaruhi biaya pembayaran utang di masa depan.

Karena itu, pemerintah dan otoritas keuangan perlu terus menjaga pengelolaan utang secara disiplin dan produktif. Langkah tersebut penting untuk mempertahankan stabilitas ekonomi sekaligus mendukung pembiayaan pembangunan nasional yang berkelanjutan. (nr*)

Berita Terkait

Resmi Lulus! 33.785 Calon Manajer Kopdes Merah Putih Siap Bertugas di Seluruh Indonesia
Romi Arizyanto Pulang ke Jambi, Siap Pimpin Kejari dan Perkuat Penegakan Hukum
121 Hakim Terancam Sanksi, KY Catat Lonjakan Pelanggaran Etik pada 2026
Polisi Bongkar 68 Kasus Obat Berbahaya di Jakarta Pusat, 92 Orang Ditangkap
Menkeu Purbaya Siapkan Tambahan Dana untuk 490 Daerah, Antisipasi Pemda Kesulitan Bayar Gaji ASN
Kejagung Ungkap Dugaan Pemborosan Rp10,5 Triliun di BGN Era Dadan, Chat Jadi Barang Bukti
Sudaryono Bersih-Bersih BGN, 261 Pegawai Bermasalah Langsung Dipecat
BMKG Optimalkan Channel WhatsApp untuk Sebarkan Informasi Cuaca dan Gempa Lebih Cepat
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:51 WIB

Resmi Lulus! 33.785 Calon Manajer Kopdes Merah Putih Siap Bertugas di Seluruh Indonesia

Jumat, 31 Juli 2026 - 19:49 WIB

Romi Arizyanto Pulang ke Jambi, Siap Pimpin Kejari dan Perkuat Penegakan Hukum

Jumat, 31 Juli 2026 - 16:29 WIB

121 Hakim Terancam Sanksi, KY Catat Lonjakan Pelanggaran Etik pada 2026

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:39 WIB

Polisi Bongkar 68 Kasus Obat Berbahaya di Jakarta Pusat, 92 Orang Ditangkap

Kamis, 30 Juli 2026 - 07:31 WIB

Menkeu Purbaya Siapkan Tambahan Dana untuk 490 Daerah, Antisipasi Pemda Kesulitan Bayar Gaji ASN

Berita Terbaru