Jakarta, jentik.id — Keterlibatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam kegiatan Persiapan Keberangkatan (PK) bagi penerima beasiswa LPDP ditegaskan bukan untuk tujuan militer, melainkan memperkuat rasa nasionalisme generasi muda Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat memberikan keterangan kepada wartawan di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (4/5). Ia menegaskan bahwa pembekalan yang melibatkan TNI bertujuan membangun karakter kebangsaan para penerima beasiswa sebelum menempuh studi ke luar negeri.
“Ini bukan untuk perang, tapi untuk melatih dan memperkuat rasa nasionalisme mereka,” tegas Purbaya.
Menurutnya, pembekalan tersebut penting agar para penerima LPDP tetap memiliki kecintaan terhadap Indonesia, mengingat negara telah berinvestasi besar dalam pendidikan mereka.
“Negara sudah berinvestasi besar melalui beasiswa ini. Harapannya mereka kembali ke tanah air, membawa ilmu, dan berkontribusi nyata bagi Indonesia,” katanya.
Selain penguatan nasionalisme, pemerintah juga berencana mengarahkan fokus bidang studi LPDP ke sektor Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). Langkah ini dinilai penting untuk menjawab tantangan global dan memperkuat daya saing Indonesia di bidang teknologi.
Purbaya mengungkapkan, saat kunjungannya ke Washington DC, ia bertemu dengan sekitar 50 mahasiswa Indonesia, baik penerima LPDP maupun non-LPDP. Dari pertemuan tersebut, ia menilai masih banyak mahasiswa yang belum mengambil jurusan berbasis STEM.
“Kami akan ubah itu karena ke depan kita harus meningkatkan penguasaan teknologi. Kalau tidak, kita akan tertinggal,” tegasnya.
Terkait anggaran pembekalan, Purbaya menyebut penambahan biaya masih dalam batas wajar karena merupakan bagian dari investasi negara. Ia juga menilai biaya pembekalan relatif kecil dibandingkan dengan total biaya pendidikan di luar negeri.
Meski demikian, ia belum merinci besaran anggaran tambahan tersebut. Ia hanya menambahkan bahwa kerja sama dengan TNI umumnya tidak menggunakan skema komersial seperti pihak swasta, sehingga kebutuhan biaya dinilai tidak terlalu besar.
Dengan pembekalan ini, pemerintah berharap para penerima LPDP tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki komitmen kuat untuk membangun bangsa setelah menyelesaikan studi mereka.(asy*)









