Dua Hari Dilantik Wakil Bupati, 13 Kepala Sekolah di Muaro Jambi Mundur dari Jabatan

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 20 Mei 2026 - 18:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

13 kepala sekolah di Kabupaten Muaro Jambi dikabarkan mengundurkan diri dari jabatannya hanya dua hari setelah dilantik oleh Wakil Bupati Muaro Jambi, Junaidi H. Mahir.Mereka mundur diantaran kepala Sekolah Dasar (SD),di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Muaro Jambi

13 kepala sekolah di Kabupaten Muaro Jambi dikabarkan mengundurkan diri dari jabatannya hanya dua hari setelah dilantik oleh Wakil Bupati Muaro Jambi, Junaidi H. Mahir.Mereka mundur diantaran kepala Sekolah Dasar (SD),di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Muaro Jambi

Muaro Jambi, jentik.id – Sebanyak 13 kepala sekolah di Kabupaten Muaro Jambi dikabarkan mengundurkan diri dari jabatannya hanya dua hari setelah dilantik oleh Wakil Bupati Muaro Jambi, Junaidi H. Mahir. Kondisi tersebut memunculkan berbagai spekulasi dan menjadi sorotan publik.

Pelantikan kepala sekolah tingkat Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Muaro Jambi itu dilaksanakan pada Senin (18/5).

Namun, kueun waktu 2 x 24 jam tidak lama setelah pelantikan, satu per satu kepala sekolah yang baru dilantik disebut menyatakan mundur dari jabatan mereka. Situasi ini memicu isu kurang sedap di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Muaro Jambi, bahkan menyeret nama sejumlah pejabat daerah.

Berdasarkan informasi dari beberapa sumber yang dinilai kredibel, pengunduran diri para kepala sekolah tersebut diduga berkaitan dengan penempatan lokasi tugas yang dinilai tidak sesuai harapan.

Kondisi itu memunculkan dugaan adanya persoalan dalam mekanisme mutasi dan penempatan jabatan.

“Kita tidak menuduh, ini baru dugaan. Namun memang ada keganjilan karena beberapa kepala sekolah dipindahkan secara mendadak ke lokasi lain,” ujar salah satu sumber.

Baca Juga :  Fahruddin Mundur dari Ketua Komisi II DPRD Sungai Penuh, Kecewa terhadap Sesama Anggota Dewan Dan Pemkot Tidak Tegas

Salah seorang kepala sekolah yang memilih mundur, Rasyidi, mengaku keberatan dengan lokasi penempatan barunya yang dinilai terlalu jauh dan sulit dijangkau.

“Dari Jambi ke Tanjung itu sekitar tiga jam, lalu harus menyeberang pakai ketek dengan biaya Rp50 ribu, setelah itu masih perjalanan lagi sekitar satu jam,” ungkapnya saat dikonfirmasi.

Sebelumnya, Rasyidi menjabat sebagai kepala sekolah di SD 121 Mekar Jaya. Setelah pelantikan, ia ditempatkan di SD 036 Rondang. Karena mempertimbangkan akses dan jarak tempuh untuk sampai dilokasi 5 hsm baru sampai, Ia memilih kembali menjadi guru biasa.
“Lebih nyaman jadi guru,” katanya singkat.

Rasyidi juga mengaku tidak memahami mekanisme penempatan yang dilakukan pihak terkait. Menurutnya, sebelum pelantikan para kepala sekolah tidak mendapatkan penjelasan rinci mengenai lokasi tugas yang tercantum dalam Surat Keputusan (SK).

“Tidak tahu mekanismenya seperti apa tahu-tahu sudah dilantik diikuti saja dan langsung ditempatkan,” ujarnya.

Ia tegasjan dan diakuinya menjadi salah satu orang pertama yang mengajukan pengunduran diri sebelum kemudian diikuti oleh rekan-rekan lainnya.

Baca Juga :  Febrie Adriansyah Mundur dari Jabatan Jampidsus, Disebut sebagai Bentuk Komitmen Jaga Integritas Penegakan Hukum

Gelombang pengunduran diri tersebut pun memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat, mulai dari dugaan ketidaksesuaian pola penempatan hingga isu adanya praktik tidak resmi untuk mempertahankan posisi di sekolah tertentu.

Meski demikian, Rasyidi menegaskan dirinya tidak mengetahui kebenaran isu yang berkembang tersebut.
“Kalau soal itu saya tidak tahu, kami tidak ikut dalam hal itu,” tegasnya.

Mundurnya 13 kepala sekolah dalam waktu singkat pasca pelantikan dinilai menjadi sinyal adanya persoalan dalam tata kelola penempatan tenaga pendidik di Kabupaten Muaro Jambi.

“Publik kini menantikan klarifikasi resmi dari pemerintah daerah terkait polemik tersebut.

Sejumlah anggota DPRD Muaro Jambi juga mengaku terkejut atas adanya pengunduran diri massal kepala sekolah yang baru saja dilantik.

“Dalam waktu dekat kami akan memanggil Kepala Dinas dan pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan guna meminta penjelasan. Kami juga akan meminta keterangan dari beberapa kepala sekolah yang mengundurkan diri,” ujar salah seorang anggota DPRD Muaro Jambi.(asy*).

Berita Terkait

Waka DPR RI Sari Yuliati Desak Usut Tuntas Dugaan Keracunan 352 Siswa Akibat MBG
SMA N 3 Koto Baru Sungai Penuh Berbenah, Optimalisasi Peran Siswa Dan Guru
Bupati Kerinci Monadi Pendidikan Salah Satu Jalan Keluar Dari Kemiskinan
STIA Nusantara Sakti Wisuda 167 Lulusan Sarjana dan Diploma Tahun Akademik 2025/2026
Wako Alfin Bertekad Siapkan Generasi Muda Sedini Mungkin Penghafal Al-Qur’an
Kadis Pendidikan Akui Dana Beasiswa Juara Belum Dicairkan, Masih Verifikasi Data Penerima
Komisi I DPRD Kota Sungai Penuh Pertanyakan Program Beasiswa Juara Anggaran Rp988,75 Juta Bagi  887 Penerima.
Fajran Komisi I DPRD Pertanyakan Realisasi Beasiswa Juara Jangan Program Diatas Kertas.
Berita ini 52 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 19:06 WIB

Waka DPR RI Sari Yuliati Desak Usut Tuntas Dugaan Keracunan 352 Siswa Akibat MBG

Senin, 7 September 2026 - 13:35 WIB

SMA N 3 Koto Baru Sungai Penuh Berbenah, Optimalisasi Peran Siswa Dan Guru

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:42 WIB

Bupati Kerinci Monadi Pendidikan Salah Satu Jalan Keluar Dari Kemiskinan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 11:46 WIB

STIA Nusantara Sakti Wisuda 167 Lulusan Sarjana dan Diploma Tahun Akademik 2025/2026

Jumat, 21 Agustus 2026 - 00:02 WIB

Wako Alfin Bertekad Siapkan Generasi Muda Sedini Mungkin Penghafal Al-Qur’an

Berita Terbaru

Wakil Kepala Staf TNI AU Marsekal Madya TNI Tedi Rizalihadi. Lahirlah atlet tembak nasional

Sport

TNI AU Gelar Kompotisi Tembak Di Ikuti 800 Peserta 

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:36 WIB