Pemerintah Jaga Harga Pangan Tetap Stabil hingga Konsumen, Hadapi Idul Adha dan Tekan Inflasi

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 5 Mei 2026 - 03:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga kebutuhan pokok harga relatif stabil di pasar pasar tradisional pasca usai bulan Ramadhan, Idul Fitri, tahun baru.

Harga kebutuhan pokok harga relatif stabil di pasar pasar tradisional pasca usai bulan Ramadhan, Idul Fitri, tahun baru.

Jakarta, jentik.id — Pemerintah terus memperkuat langkah intervensi untuk menjaga stabilitas harga pangan dari tingkat produsen hingga konsumen. Upaya ini dilakukan demi melindungi petani dan peternak, menjaga pasokan tetap aman, serta memastikan harga tetap terjangkau bagi masyarakat sekaligus mengendalikan inflasi.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa kondisi harga pangan pasca Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri masih relatif stabil. Hal ini juga didukung oleh data dari Badan Pusat Statistik

“Alhamdulillah, pasca Idulfitri hingga saat ini harga pangan relatif stabil. Ini terlihat dari data BPS, dan kondisi ini harus terus kita jaga,” ujar Amran di Jakarta, Senin (4/5).

Pemerintah, lanjutnya, akan terus memaksimalkan stabilitas harga menjelang Hari Raya Idul Adha, sembari mendorong cita-cita besar kemandirian pangan nasional di setiap pulau Indonesia.

“Jika kita berdaulat pangan, inflasi otomatis bisa ditekan. Ini bagian dari ketahanan negara,” tegasnya.
Di sisi lain, pemerintah juga mewaspadai tren deflasi pada April 2026 agar tidak merugikan produsen. Harga di tingkat peternak dijaga agar tidak jatuh terlalu rendah, sementara harga di konsumen tetap dalam batas wajar

Baca Juga :  H-7 Lebaran, Aktivitas Perdagangan di Pasar Pusat Meningkat

Data Bapanas menunjukkan harga ayam hidup di tingkat produsen berada di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) Rp25.000 per kilogram, yakni sekitar Rp23.401 per kg per 3 Mei. Harga telur ayam ras juga mengalami penurunan menjadi Rp24.890 per kg, di bawah HAP Rp26.500 per kg.

Untuk membantu peternak menekan biaya produksi, pemerintah melalui Bapanas bersama Perum Bulog menyalurkan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung pakan. Program ini menyasar lebih dari 5.000 peternak di 26 provinsi dengan total distribusi tahap awal mencapai 213,1 ribu ton

Selain itu, upaya pengendalian harga juga dilakukan melalui Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP), khususnya untuk komoditas cabai. Distribusi dilakukan dari daerah surplus seperti Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara ke wilayah yang mengalami lonjakan harga, terutama di Indonesia Timur.

Baca Juga :  Harga BBM Nonsubsidi Solar Turun Mulai 1 Juni 2026, Pertamina Dex dan Dexlite Lebih Murah

Sementara itu, Badan Pusat Statistik mencatat sejumlah komoditas pangan menjadi penyumbang deflasi pada April 2026, di antaranya daging ayam ras, telur ayam ras, cabai rawit, dan cabai merah.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan bahwa tren penurunan harga ini dipengaruhi normalisasi permintaan pasca Lebaran.

“Inflasi kelompok makanan dan minuman umumnya lebih rendah setelah HBKN, seiring turunnya permintaan masyarakat,” jelasnya.
Secara keseluruhan, inflasi pangan tahunan turun dari 4,24 persen pada Maret menjadi 3,37 persen pada April 2026, masih dalam target pemerintah sebesar 3–5 persen. Sementara secara bulanan, terjadi deflasi sebesar 0,88 persen—melanjutkan tren serupa dalam dua tahun terakhir.

Dengan berbagai langkah strategis ini, pemerintah optimistis stabilitas harga pangan dapat terus terjaga, sekaligus memastikan keseimbangan antara kepentingan produsen dan daya beli masyarakat tetap terpelihara.( asy*)

Berita Terkait

DPRD Sungai Penuh Sidak SPBU Playang Raya, Soroti Dugaan Pungutan Liar Nomor Antrian Isi BBM
Wali Kota Alfin Resmikan Gen Auto Care Anak Perusahaann, PT Tren Gen Hurizon
Inflasi AS Belum Jinak, Pejabat The Fed Dorong Kenaikan Suku Bunga
Purbaya Sebut PFII Belum Mendesak Dibangun di IKN karena Kawasan Masih Sepi
Harga BBM Nonsubsidi Resmi Turun di Seluruh Indonesia Pertamax Turbo hingga Dexlite
KPK Lelang Aset Rampasan 25 Kasus Korupsi, Rp39,8 Miliar Disetor ke Kas Negara
Harga Minyak Dunia Turun, Pertamina Siapkan Penyesuaian Harga BBM Nonsubsidi Mulai Juli 2026
7.000 Pekerja Terancam PHK, Dua Perusahaan Komponen Otomotif Jepang Berencana Pindahkan Produksi ke Vietnam
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 18:11 WIB

DPRD Sungai Penuh Sidak SPBU Playang Raya, Soroti Dugaan Pungutan Liar Nomor Antrian Isi BBM

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:16 WIB

Wali Kota Alfin Resmikan Gen Auto Care Anak Perusahaann, PT Tren Gen Hurizon

Senin, 20 Juli 2026 - 14:43 WIB

Inflasi AS Belum Jinak, Pejabat The Fed Dorong Kenaikan Suku Bunga

Minggu, 19 Juli 2026 - 09:40 WIB

Purbaya Sebut PFII Belum Mendesak Dibangun di IKN karena Kawasan Masih Sepi

Kamis, 2 Juli 2026 - 22:48 WIB

Harga BBM Nonsubsidi Resmi Turun di Seluruh Indonesia Pertamax Turbo hingga Dexlite

Berita Terbaru

Foto: dok Istimewa

Nasional

21 Penyakit dan Layanan yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan

Selasa, 11 Agu 2026 - 13:12 WIB

Foto: Pedagang ikan (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Kesehatan

Waspada Ikan Berformalin, Kenali Ciri-Cirinya Sebelum Membeli

Selasa, 11 Agu 2026 - 11:54 WIB

Foto: Pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, putra kedua dari mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, menghadiri rapat umum di Teheran, Iran, 31 Mei 2019. (via REUTERS/Hamid Forootan)

Internasional

Lama Menghilang, Mojtaba Khamenei Segera Muncul di Publik Iran

Selasa, 11 Agu 2026 - 10:38 WIB