Usai Diambil Alih AS, Ekspor Minyak Venezuela Melejit Tembus 1 Juta Barel/Hari

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 2 Mei 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Donald Trump diapit Direktur CIA John Ratcliffe dan Menlu Marco Rubio, saat meninjau operasi militer AS di Venezuela, dari kediamannya di Mar-a-Lago, Florida, Sabtu (3/1). Foto: @realDonaldTrump via reuters

Presiden Donald Trump diapit Direktur CIA John Ratcliffe dan Menlu Marco Rubio, saat meninjau operasi militer AS di Venezuela, dari kediamannya di Mar-a-Lago, Florida, Sabtu (3/1). Foto: @realDonaldTrump via reuters

Venezuela, jentik.id-Venezuela mencatat lonjakan ekspor minyak hingga 1 juta barel per hari pada April 2026. Peningkatan ini terjadi setelah Amerika Serikat mengambil alih pengelolaan penjualan minyak negara tersebut.

Data terbaru menunjukkan ekspor mencapai sekitar 1,16 juta barel per hari. Angka ini menjadi yang tertinggi dalam tujuh tahun terakhir sekaligus melonjak dua kali lipat dibanding akhir 2025.

Produksi Naik Berkat Pasokan Pengencer

Pemerintah Venezuela meningkatkan produksi hingga mendekati 1 juta barel per hari pada Maret 2026. Mereka kembali mengimpor bahan pengencer untuk memperlancar aliran minyak berat melalui pipa.

Baca Juga :  Spanyol Tegas! Tak Izinkan AS Gunakan Pangkalan Militer untuk Serang Iran

Volume impor bahan pengencer naik hingga hampir 5 juta barel pada April. Kenaikan ini langsung mendorong produksi dan distribusi minyak lebih cepat.

India dan AS Jadi Pasar Utama

India kini menjadi pembeli utama minyak Venezuela setelah China menghentikan impor. Sementara itu, Amerika Serikat meningkatkan pembelian karena harga minyak Venezuela lebih kompetitif di tengah tekanan pasar global.

AS mengimpor sekitar 407 ribu barel per hari pada April, meningkat 16 persen dibanding bulan sebelumnya.

Perusahaan Energi Genjot Investasi

Chevron memperluas produksi melalui kerja sama dengan perusahaan minyak negara Venezuela dan kini menghasilkan sekitar 250 ribu barel per hari.

Baca Juga :  China's Growing Influence in International Politics: Implications for the World Order

Repsol juga berkontribusi dengan produksi sekitar 45 ribu barel setara minyak per hari. Kedua perusahaan menargetkan peningkatan produksi hingga 50 persen dalam setahun jika kondisi tetap kondusif.

Venezuela mempercepat kebangkitan sektor minyak dengan meningkatkan produksi, membuka pasar baru, dan menarik investasi energi. Jika tren ini berlanjut, negara tersebut berpeluang kembali menjadi kekuatan besar di pasar minyak dunia.  (nr*)

 

Berita Terkait

Polisi Gerebek Praktik Haji Ilegal, 3 WNI Ditangkap di Makkah
Israel Gempur Gaza, Komandan Hamas dan Bocah 9 Tahun Jadi Korban Jiwa
Drone Ukraina Hantam Pabrik Pupuk dan Kilang Minyak Rusia, Kebakaran Besar Terjadi
Haji Tanpa Ribet! 125 Ribu Jemaah Indonesia Gunakan Jalur Fast Track ke Arab Saudi
Sosok Misterius Penembak Gala Trump, Dari Insinyur hingga Developer Game Indie
Penembakan Saat Acara Presiden Trump di White House, Terungkap Fakta Mengejutkan
Polisi Makkah Bongkar Sindikat Haji Ilegal di Medsos, 5 Orang Ditangkap
Hungaria Umumkan, Tangkap Netanyahu sebagai Penjahat Perang
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 17:00 WIB

Usai Diambil Alih AS, Ekspor Minyak Venezuela Melejit Tembus 1 Juta Barel/Hari

Jumat, 1 Mei 2026 - 12:00 WIB

Polisi Gerebek Praktik Haji Ilegal, 3 WNI Ditangkap di Makkah

Rabu, 29 April 2026 - 20:00 WIB

Israel Gempur Gaza, Komandan Hamas dan Bocah 9 Tahun Jadi Korban Jiwa

Senin, 27 April 2026 - 13:00 WIB

Drone Ukraina Hantam Pabrik Pupuk dan Kilang Minyak Rusia, Kebakaran Besar Terjadi

Senin, 27 April 2026 - 12:00 WIB

Haji Tanpa Ribet! 125 Ribu Jemaah Indonesia Gunakan Jalur Fast Track ke Arab Saudi

Berita Terbaru

Pantagon akan menarik pasukannya 5.000 personel secara betahab dari srkutunya Jerman (dok.google)

Keamanan

Pantagon Akan  Kurangi Pasukannya Di Jerman

Sabtu, 2 Mei 2026 - 16:54 WIB