Venezuela, jentik.id-Venezuela mencatat lonjakan ekspor minyak hingga 1 juta barel per hari pada April 2026. Peningkatan ini terjadi setelah Amerika Serikat mengambil alih pengelolaan penjualan minyak negara tersebut.
Data terbaru menunjukkan ekspor mencapai sekitar 1,16 juta barel per hari. Angka ini menjadi yang tertinggi dalam tujuh tahun terakhir sekaligus melonjak dua kali lipat dibanding akhir 2025.
Produksi Naik Berkat Pasokan Pengencer
Pemerintah Venezuela meningkatkan produksi hingga mendekati 1 juta barel per hari pada Maret 2026. Mereka kembali mengimpor bahan pengencer untuk memperlancar aliran minyak berat melalui pipa.
Volume impor bahan pengencer naik hingga hampir 5 juta barel pada April. Kenaikan ini langsung mendorong produksi dan distribusi minyak lebih cepat.
India dan AS Jadi Pasar Utama
India kini menjadi pembeli utama minyak Venezuela setelah China menghentikan impor. Sementara itu, Amerika Serikat meningkatkan pembelian karena harga minyak Venezuela lebih kompetitif di tengah tekanan pasar global.
AS mengimpor sekitar 407 ribu barel per hari pada April, meningkat 16 persen dibanding bulan sebelumnya.
Perusahaan Energi Genjot Investasi
Chevron memperluas produksi melalui kerja sama dengan perusahaan minyak negara Venezuela dan kini menghasilkan sekitar 250 ribu barel per hari.
Repsol juga berkontribusi dengan produksi sekitar 45 ribu barel setara minyak per hari. Kedua perusahaan menargetkan peningkatan produksi hingga 50 persen dalam setahun jika kondisi tetap kondusif.
Venezuela mempercepat kebangkitan sektor minyak dengan meningkatkan produksi, membuka pasar baru, dan menarik investasi energi. Jika tren ini berlanjut, negara tersebut berpeluang kembali menjadi kekuatan besar di pasar minyak dunia. (nr*)









