NGANJUK, jentik.id – Presiden RI Prabowo Subianto menanggapi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Saat meresmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5), Prabowo menilai masyarakat desa tidak terlalu terdampak karena tidak menggunakan dolar AS dalam aktivitas sehari-hari.
“Rakyat di desa tidak pakai dolar,” ujar Prabowo dalam sambutannya.
Ia juga menegaskan kondisi Indonesia masih stabil di tengah situasi global yang membuat banyak negara mengalami tekanan ekonomi.
Menurutnya, sektor pangan dan energi nasional tetap aman sehingga masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan terhadap pelemahan rupiah.
“Banyak negara panik, Indonesia masih oke,” katanya.
Dalam kesempatan lain saat meresmikan operasional 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Prabowo menyebut pelemahan rupiah lebih terasa bagi masyarakat yang sering bepergian ke luar negeri dan pelaku usaha tertentu.
Meski begitu, ia memastikan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat.
“Ekonomi kita kuat, fundamental kita kuat. Indonesia kuat,” tegasnya.
Berdasarkan data Bloomberg pada Sabtu (16/5) siang, nilai tukar dolar AS tercatat berada di kisaran Rp17.596. (nr*)









