9 WNI Relawan GSF Bebas dari Penahanan Israel, RI Kecam Tindakan Tak Manusiawi

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 22 Mei 2026 - 16:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengunjuk rasa membentangkan poster dalam aksi solidaritas untuk jurnalis dan aktivis GSF 2.0 di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (21/5/2026).  Foto: Didik Suhartono/ANTARA FOTO

Pengunjuk rasa membentangkan poster dalam aksi solidaritas untuk jurnalis dan aktivis GSF 2.0 di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (21/5/2026). Foto: Didik Suhartono/ANTARA FOTO

Israel, jentik.idPemerintah Indonesia memastikan sembilan WNI relawan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 telah bebas dari penahanan Israel. Saat ini, para relawan menjalani proses pemulangan ke Indonesia melalui Istanbul, Turki.

Kasus ini menarik perhatian dunia setelah Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, mengunggah video aktivis kemanusiaan Gaza dengan tangan terikat dan posisi bersujud. Unggahan itu memicu kecaman internasional karena dinilai merendahkan martabat relawan kemanusiaan.

Sejumlah negara di Amerika Serikat dan Eropa langsung mengecam tindakan Ben Gvir. Belgia dan Prancis bahkan memanggil Duta Besar Israel untuk menyampaikan protes diplomatik.

Pemerintah Indonesia ikut mengecam tindakan tersebut. Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI, Henny Hamidah, mengatakan pihaknya masih memeriksa dugaan kekerasan terhadap sembilan WNI selama berada di Israel.

Baca Juga :  Tel Aviv Luluh Lantak di Rudal Iran

Menurut Henny, militer Israel mencegat kapal misi kemanusiaan yang membawa para relawan lalu mengarahkannya ke Pelabuhan Ashdod. Setelah itu, para aktivis menjalani proses hukum dengan pendampingan lembaga bantuan hukum non-profit Israel, Adalah.

Pihak Adalah menyebut seluruh relawan di fasilitas Ktziot kini sudah bebas dan menjalani proses deportasi keluar dari Israel.

Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menyampaikan rasa syukur atas kebebasan sembilan WNI tersebut. Ia mengatakan para relawan sedang menuju Turki sebelum pulang ke Indonesia.

Sugiono juga mengapresiasi bantuan Pemerintah Turki dalam proses pemulangan WNI. Pemerintah Indonesia kembali menegaskan kecaman terhadap perlakuan tidak manusiawi selama masa penahanan relawan.

Baca Juga :  Trump Terang-terangan Incar Minyak Iran, Ketegangan Global Kian Memanas

Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa’ar ikut mengkritik tindakan Ben Gvir karena dianggap merusak citra Israel di mata dunia.

Sementara itu, Koordinator Dewan Pengarah Global Peace Convoy Indonesia, Maimon Herawati, membenarkan adanya kekerasan terhadap relawan GSF. Ia mengaku melihat rekannya dari Irlandia mengalami tindakan kasar saat penahanan berlangsung.

Maimon menilai aparat Israel bertindak brutal dan tidak menghormati hak-hak sipil relawan yang membawa misi kemanusiaan untuk Gaza. (nr*)

Berita Terkait

Tiga Raksasa Teluk Bergerak, Desak Trump Akhiri Perang dengan Iran
Sempat Hilang di Arab Saudi, Jemaah Haji JKG-27 Akhirnya Ditemukan Wafat
Pentagon Cemas! Separuh Stok Rudal THAAD AS Disebut Sudah Terkuras
Pemerintah Malaysia Lindungi Rakyatnya Dari Dampak Krisi Global Fokus Kendalikan Harga
Eks Presiden Kuba Raul Castro Terancam Hukuman Berat Usai Didakwa AS
Prabowo Setujui Tawaran AS, Kertajati Disiapkan Jadi Pusat Perawatan Hercules Asia
Insiden Flotilla Gaza: 9 WNI Kini Diduga Ditahan Israel di Perairan Internasional
Ketua Umum PWI Pusat Ahmad Munir Kecam Penahanan Tiga Wartawan dan Relawan RI Dalam Misi Kemanusiaan Ke Gaza
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 17:05 WIB

Tiga Raksasa Teluk Bergerak, Desak Trump Akhiri Perang dengan Iran

Sabtu, 23 Mei 2026 - 13:27 WIB

Sempat Hilang di Arab Saudi, Jemaah Haji JKG-27 Akhirnya Ditemukan Wafat

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:09 WIB

Pentagon Cemas! Separuh Stok Rudal THAAD AS Disebut Sudah Terkuras

Jumat, 22 Mei 2026 - 16:50 WIB

9 WNI Relawan GSF Bebas dari Penahanan Israel, RI Kecam Tindakan Tak Manusiawi

Jumat, 22 Mei 2026 - 13:52 WIB

Pemerintah Malaysia Lindungi Rakyatnya Dari Dampak Krisi Global Fokus Kendalikan Harga

Berita Terbaru