Uni Emirat Arab (UEA), jentik.id-Uni Emirat Arab (UEA), Arab Saudi, dan Qatar mendorong Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk segera mengakhiri perang dengan Iran. Tiga negara Teluk ini memperkuat komunikasi diplomatik dalam beberapa hari terakhir karena khawatir konflik mengganggu stabilitas kawasan.
Mengutip Bloomberg, negara-negara Teluk menilai eskalasi militer AS–Iran dapat memicu krisis ekonomi. Kondisi ini berpotensi memburuk jika Iran melakukan serangan balasan di kawasan Teluk dan jalur energi global.
Meski memiliki pendekatan diplomasi berbeda, UEA, Saudi, dan Qatar sama-sama menekan Washington agar memilih gencatan senjata dan perundingan damai.
Ketegangan meningkat setelah Iran dan kelompok sekutunya meluncurkan serangan drone dan rudal ke wilayah strategis di kawasan Teluk. Serangan itu merusak infrastruktur energi dan pelabuhan serta memicu kekhawatiran global.
Analis Bloomberg Economics, Dina Esfandiary, menyebut negara-negara Teluk kini berada dalam posisi rentan karena terjebak di tengah konflik AS–Iran.
Iran dan Amerika Serikat sempat menyepakati gencatan senjata pada April. Namun kedua pihak masih saling menekan dan belum mencapai kesepakatan akhir.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyebut negosiasi masih berlangsung lambat. Iran juga menunjukkan sikap yang sama.
Ketegangan ikut meningkat karena ancaman gangguan di Selat Hormuz, jalur utama minyak dunia yang memengaruhi harga energi global.
Arab Saudi dan UEA mendorong AS untuk fokus pada diplomasi dan memperketat tekanan ekonomi serta pengawasan maritim terhadap Iran, bukan memperluas serangan militer.
Qatar tetap mendorong mediasi yang dipimpin Pakistan dan menekankan pentingnya deeskalasi demi stabilitas kawasan.
Para pemimpin Teluk berharap Washington segera mencapai kesepakatan damai agar konflik tidak meluas di Timur Tengah. (nr*)









