Jakarta, jentik.id — Minat masyarakat Indonesia terhadap mobil listrik terus meningkat seiring berkembangnya teknologi kendaraan ramah lingkungan. Namun, sebelum memutuskan membeli kendaraan listrik atau electric vehicle (EV), calon konsumen perlu memahami sejumlah spesifikasi penting agar kendaraan yang dipilih sesuai dengan kebutuhan penggunaan sehari-hari.
Pertanyaan seputar jarak tempuh, kecepatan pengisian daya, keamanan baterai, hingga layanan purna jual masih menjadi pertimbangan utama masyarakat sebelum beralih ke mobil listrik.
Salah satu merek kendaraan listrik asal China, XPENG, yang kini resmi hadir di Indonesia dengan model SUV coupe G6 dan MPV premium X9, menilai pemahaman spesifikasi menjadi faktor penting sebelum konsumen melakukan pembelian.
Berikut enam spesifikasi utama yang wajib diperhatikan sebelum membeli mobil listrik:
1. Jarak Tempuh Sesuai Kebutuhan Harian
Jarak tempuh menjadi faktor pertama yang paling sering dipertanyakan calon pembeli EV. Kapasitas baterai dan efisiensi kendaraan sangat memengaruhi kemampuan mobil dalam menempuh perjalanan.
XPENG G6 varian Standard Range dibekali baterai LFP berkapasitas 66 kWh dengan jarak tempuh sekitar 435 kilometer berdasarkan standar WLTP. Sementara varian G6 Pro menggunakan baterai LFP 80,8 kWh dengan klaim jarak tempuh hingga 525 kilometer dalam sekali pengisian daya.
Untuk model MPV premium X9, varian Long Range Pro+ diklaim mampu menempuh hingga 690 kilometer berdasarkan standar NEDC.
Dengan kondisi penggunaan di perkotaan Indonesia, jarak tempuh tersebut dinilai sudah cukup memadai, termasuk saat penggunaan AC dan menghadapi kemacetan lalu lintas.
2. Teknologi 800V dan Kecepatan Pengisian Daya
Kecepatan pengisian daya kini menjadi salah satu indikator penting dalam memilih mobil listrik. Teknologi arsitektur 800V memungkinkan proses pengisian daya berlangsung lebih cepat dibanding sistem konvensional.
VP Commercial XPENG Indonesia, Steven Sulung, menjelaskan bahwa XPENG G6 menggunakan platform 800V XPower yang mampu menambah jarak tempuh hingga 230 kilometer hanya dalam waktu 10 menit pengisian daya.
Pengisian fast charging dari 10 persen hingga 80 persen pada G6 diklaim hanya membutuhkan sekitar 20 menit. Sementara pada G6 Pro, waktu pengisian dalam kondisi ideal dapat dipangkas menjadi sekitar 12 menit.
Adapun XPENG X9 dilengkapi sistem pengisian maksimum 330 kW yang mampu menambah jarak tempuh hingga 330 kilometer hanya dalam 10 menit pengisian.
3. Jenis Baterai dan Faktor Keamanan
Baterai merupakan komponen paling vital sekaligus paling mahal dalam kendaraan listrik. Karena itu, konsumen perlu memahami jenis baterai yang digunakan.
XPENG G6 Standard Range memakai baterai LFP (Lithium Iron Phosphate) yang dikenal memiliki stabilitas termal lebih baik dan usia siklus pengisian lebih panjang.
Sementara XPENG X9 menggunakan baterai LFP 84,5 kWh untuk varian Standard Range, serta baterai NCM (Nickel Cobalt Manganese) 101,5 kWh pada varian Long Range.
Dari sisi jaminan, XPENG memberikan garansi baterai dan kendaraan hingga delapan tahun atau 160 ribu kilometer. Konsumen juga mendapatkan layanan servis gratis selama lima tahun atau 100 ribu kilometer.
4. Fitur ADAS dan Teknologi Keselamatan
Teknologi Advanced Driver Assistance System (ADAS) kini menjadi nilai tambah penting pada kendaraan listrik modern.
XPENG G6 dibekali sistem XPILOT 4.0 dengan kemampuan Navigation Guided Pilot Level 3 serta fitur one-pedal smart driving.
Sistem tersebut didukung 29 sensor presisi tinggi yang mendukung fitur adaptive cruise control, lane centering assist, hingga auto parking assist.
Pada XPENG X9, fitur parkir otomatis bahkan mampu mengingat hingga 20 lokasi parkir berbeda, dilengkapi sistem pemantauan 360 derajat untuk mendeteksi potensi risiko secara real-time.
5. Platform Kendaraan dan Ketahanan Teknologi
Selain melihat spesifikasi saat ini, calon pembeli juga perlu mempertimbangkan relevansi teknologi kendaraan dalam jangka panjang.
XPENG G6 menggunakan platform SEPA 2.0 berbasis teknologi 800V high-voltage yang diklaim lebih ringan dan kuat sehingga mampu meningkatkan efisiensi energi dan performa kendaraan.
Teknologi tersebut disebut dirancang untuk tetap relevan dalam memenuhi kebutuhan pengguna hingga 10 tahun mendatang.
6. Jaringan Purna Jual dan Ketersediaan Diler
Layanan purna jual menjadi aspek penting yang kerap luput dari perhatian konsumen. Ketersediaan jaringan servis dan suku cadang akan sangat memengaruhi kenyamanan kepemilikan kendaraan dalam jangka panjang.
Saat ini, XPENG telah mengoperasikan dua diler 3S di kawasan PIK 2 dan Puri, serta berencana memperluas jaringan ke Pluit, Pondok Indah, Sunter, BSD, hingga sejumlah kota besar seperti Surabaya, Bali, Medan, dan Makassar.
Untuk harga, XPENG G6 dipasarkan mulai Rp679 juta, sedangkan XPENG X9 dibanderol mulai Rp1,169 miliar pada 2026.
Meski harga kendaraan listrik mengalami penyesuaian setelah berakhirnya insentif PPN Ditanggung Pemerintah, efisiensi biaya operasional dan perawatan yang lebih rendah dibanding kendaraan berbahan bakar konvensional masih menjadi daya tarik utama bagi konsumen yang ingin beralih ke mobil listrik.
” 6 Spesifikasi EV wajib diketahui bila belum paham sebaiknya konsultasi dengan aslinya agar lebih paham tentang kenderaan mobil listrik.(asy*).









