Jakarta, jentik.id-Pasar mobil listrik di Indonesia terus mencatat pertumbuhan yang kuat. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan distribusi battery electric vehicle (BEV) mencapai 12.653 unit pada Juni 2026. Angka tersebut naik sekitar 35 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya mencapai 9.290 unit.
Masyarakat kini semakin banyak memilih kendaraan listrik. Bahkan, penjualan mobil listrik berhasil melampaui mobil hybrid yang mencatat 8.215 unit serta plug-in hybrid (PHEV) sebanyak 2.402 unit pada periode yang sama.
Jaecoo J5 Tetap Memimpin Pasar
Jaecoo J5 kembali mencatat distribusi tertinggi dengan penjualan 3.041 unit. Pencapaian itu sedikit lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya.
Jaecoo menawarkan desain modern, fitur lengkap, dan harga yang kompetitif. Kombinasi tersebut membuat banyak konsumen tetap memilih model ini.
BYD Atto 1 Tumbuh Pesat
BYD Atto 1 mencuri perhatian berkat lonjakan penjualan yang sangat tinggi. Model ini melonjak dari hanya 26 unit pada Mei menjadi 2.249 unit pada Juni.
BYD berhasil menarik minat konsumen setelah meluncurkan varian dengan harga yang lebih terjangkau. Strategi tersebut membuat semakin banyak masyarakat mempertimbangkan mobil listrik sebagai kendaraan harian.
Geely EX2 menempati posisi ketiga dengan distribusi 1.618 unit. BYD M6 menyusul dengan 827 unit, sedangkan Wuling Eksion EV membukukan 539 unit.
VinFast juga mulai menunjukkan perkembangan positif. VF3 mencatat distribusi 262 unit, sedangkan VF5 meraih 225 unit. Kedua model itu berhasil masuk dalam daftar 10 besar mobil listrik terlaris di Indonesia.
Minat Konsumen Terus Meningkat
Selama semester pertama 2026, distribusi mobil listrik mencapai 69.739 unit. Jumlah tersebut menyumbang sekitar 16 persen dari total penjualan mobil nasional.
Pencapaian itu menunjukkan mobil listrik telah menjadi pilihan utama bagi semakin banyak konsumen. Mereka tidak lagi sekadar melihat kendaraan listrik sebagai alternatif.
Selain menawarkan teknologi modern, mobil listrik juga memberikan biaya operasional yang lebih hemat serta pilihan model yang semakin beragam.
Persaingan Semakin Sengit
Jaecoo J5 masih memimpin pasar, tetapi BYD Atto 1 terus memberikan tekanan melalui pertumbuhan penjualan yang sangat cepat.
Geely dan Wuling juga terus menjaga daya saing di pasar nasional. Sementara itu, VinFast mulai memperkuat posisinya sebagai pemain baru di Indonesia.
Kini konsumen tidak hanya melihat nama merek. Mereka juga membandingkan harga, fitur, efisiensi, dan kenyamanan sebelum menentukan pilihan. Mobil listrik berukuran city car hingga SUV kompak pun semakin diminati keluarga muda.
Prospek Pasar Masih Cerah
Pemerintah terus memperluas jaringan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Berbagai insentif dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan juga ikut mendorong pertumbuhan pasar.
Para analis memperkirakan penjualan mobil listrik akan terus meningkat hingga akhir 2026. Dukungan pemerintah dan investasi produsen otomotif global semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pasar kendaraan listrik paling potensial di Asia Tenggara. (nr*)









