Prabowo Singgung Demo Berbayar, Klaim Tahu Pihak yang Membiayai

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo berpidato di Puncak Pekan Nasional Petani Nelayan XVII 2026, Gorontalo, 24 Juni 2026 Foto: Dok. YouTube Setpres

Presiden Prabowo berpidato di Puncak Pekan Nasional Petani Nelayan XVII 2026, Gorontalo, 24 Juni 2026 Foto: Dok. YouTube Setpres

GORONTALO, jentik.id – Presiden Prabowo Subianto menyinggung aksi demonstrasi saat menghadiri puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di GOR David-Tony, Limboto, Kabupaten Gorontalo, Rabu (24/6/2026).

Dalam pidatonya, Prabowo mengaku mengetahui pihak yang diduga membiayai sejumlah aksi demonstrasi. Meski demikian, ia menegaskan tidak ingin mempermasalahkan hal tersebut.

“Saya tahu siapa yang bayar-bayar demo,” kata Prabowo.

Singgung Peserta Demo

Prabowo juga menilai tidak semua peserta demonstrasi memahami tuntutan yang mereka sampaikan. Menurutnya, ada peserta yang hanya mengikuti aksi karena menerima bayaran.

Baca Juga :  Teddy Ungkap Dampak Lawatan Prabowo: Investasi Tembus Rp 2.430 Triliun

Ia kemudian berkelakar bahwa sebagian peserta hanya mengetahui besaran uang yang diterima tanpa memahami tujuan demonstrasi.

Pernyataan itu langsung mengundang tawa para peserta yang hadir dalam acara tersebut.

Ajak Bangsa Tetap Kompak

Selain menyinggung demonstrasi, Prabowo mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan di tengah persaingan global yang semakin ketat.

Menurutnya, Indonesia sedang bersaing dengan banyak negara. Karena itu, seluruh masyarakat perlu memperkuat kekompakan dan saling mendukung demi kepentingan nasional.

Baca Juga :  Angin Segar bagi Pengguna Pertamax, Menkeu Purbaya Optimistis Harga Segera Turun

Prabowo mengibaratkan bangsa Indonesia sebagai sebuah tim yang sedang bertanding. Ia meminta masyarakat tetap memberikan dukungan meski masih ada kekurangan.

Menurutnya, masyarakat sebaiknya melakukan evaluasi setelah pertandingan berakhir, bukan saat tim masih berjuang di lapangan

“Kalau ada yang kurang, tetap kita dukung. Setelah pertandingan selesai, baru kita lakukan evaluasi,” ujarnya. (nr*)

Berita Terkait

Teh Kemasan Berbusa Saat Demo Viral, Polisi Telusuri Pihak yang Membagikan
KPK Ungkap Dugaan Kerugian Negara Triliunan Rupiah dalam Kasus Cukai PT Djarum
Dakwaan Silmy Karim Ungkap Uang Klik, Saham Rp 31 Miliar hingga Biaya Kuliah S3
Amran Bongkar Dugaan Pengoplosan 600 Ton Beras SPHP, Kerugian Capai Rp3,3 Miliar
Amran Bertindak Tegas! 8 Pejabat Bapanas-Bulog Dicopot Buntut Dugaan Penyelewengan Beras SPHP
Kepala BGN Klaim Hemat Anggaran MBG Rp44 Triliun, Tutup 2.000 Dapur Bermasalah
BGN Siapkan Pejabat Daerah Setingkat Kapolres hingga Kapolda, Ini Tugasnya
Mentan Amran Bongkar Dugaan Pengalihan Beras SPHP Jadi Premium di Jakarta Timur
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:42 WIB

KPK Ungkap Dugaan Kerugian Negara Triliunan Rupiah dalam Kasus Cukai PT Djarum

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:32 WIB

Dakwaan Silmy Karim Ungkap Uang Klik, Saham Rp 31 Miliar hingga Biaya Kuliah S3

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:13 WIB

Amran Bongkar Dugaan Pengoplosan 600 Ton Beras SPHP, Kerugian Capai Rp3,3 Miliar

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Amran Bertindak Tegas! 8 Pejabat Bapanas-Bulog Dicopot Buntut Dugaan Penyelewengan Beras SPHP

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Kepala BGN Klaim Hemat Anggaran MBG Rp44 Triliun, Tutup 2.000 Dapur Bermasalah

Berita Terbaru