JAKARTA, jentik.id – Great Wall Motor (GWM) kembali mencuri perhatian lewat mobil listrik Ora Ballet Cat. Model ini mengusung desain klasik yang mengingatkan pada Volkswagen Beetle atau VW Kodok, tetapi tetap menawarkan teknologi modern dan beragam fitur canggih.
GWM memperkenalkan Ora Ballet Cat pada 2022. Di pasar China, perusahaan memasarkan mobil listrik ini dengan harga sekitar 193.000 hingga 223.000 yuan atau setara Rp500–600 jutaan.
Ora Ballet Cat memiliki panjang 4.401 mm, lebar 1.853 mm, tinggi 1.681 mm, serta jarak sumbu roda 2.750 mm. Ukuran tersebut memberi ruang kabin yang lega tanpa menghilangkan kesan kompak.
Dari sisi eksterior, GWM menghadirkan lampu depan bulat, spatbor melengkung, dan garis atap khas yang mengingatkan pada VW Kodok. Perusahaan juga menambahkan aksen krom pada beberapa bagian bodi untuk memperkuat nuansa retro.
Kabin Modern dengan Fitur Unik
Masuk ke dalam kabin, Ora Ballet Cat menawarkan sistem hiburan digital, kamera swafoto, panel instrumen bergaya klasik, dan jok kulit berwarna pastel. Perpaduan desain klasik dan teknologi modern membuat interiornya tampil lebih menarik.
GWM juga menghadirkan Lady Driving Mode untuk meningkatkan kenyamanan saat berkendara. Selain itu, perusahaan melengkapi mobil ini dengan Warm Man Mode yang memberi kenyamanan tambahan bagi pengemudi wanita ketika sedang menstruasi.
Performa Lebih Bertenaga
Pada versi terbaru, GWM membekali Ora Ballet Cat dengan motor listrik berkode QT36TZ220001 yang menghasilkan tenaga 150 kW atau sekitar 201 hp. Tenaga tersebut meningkat dibandingkan model sebelumnya yang menghasilkan 169 hp.
Peningkatan tenaga itu ikut mendongkrak kecepatan maksimum mobil dari 155 km/jam menjadi 180 km/jam. GWM menggunakan baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) buatan Svolt sebagai sumber tenaga, meski perusahaan belum mengumumkan kapasitas baterainya.
Melalui pembaruan tersebut, GWM ingin meningkatkan daya saing Ora Ballet Cat di segmen hatchback listrik.
Siap Bidik Pasar Global
Pada awal peluncuran, GWM menyasar konsumen wanita. Kini perusahaan memperluas target pasar dengan mengganti nama Ora Ballet Cat menjadi Ora 6 agar lebih mudah dikenal di pasar internasional.
GWM menerapkan strategi itu setelah lebih dulu meluncurkan Ora 5 di Italia dan menyiapkan Ora 7 untuk sejumlah negara.
Meski menawarkan desain yang unik, penjualan Ora Ballet Cat di China hingga pertengahan 2026 baru mencapai sekitar 8.523 unit. Angka tersebut masih berada di bawah beberapa pesaing di segmen mobil listrik, termasuk BYD Dolphin.
Berpeluang Masuk Indonesia
Indonesia terus mendorong penggunaan kendaraan listrik melalui berbagai insentif, seperti keringanan pajak dan pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Kondisi ini membuka peluang bagi GWM untuk memasarkan Ora Ballet Cat di Tanah Air.
Jika resmi masuk Indonesia, Ora Ballet Cat akan bersaing di segmen mobil listrik kompak dengan harga sekitar Rp500–600 jutaan. Desain bergaya retro, fitur modern, dan performa yang lebih bertenaga menjadi daya tarik utama mobil listrik ini bagi konsumen yang ingin tampil berbeda. (nr*)









