Bukan untuk Penangkap Pelaku, Uang Sayembara Rp250 Juta KDM Justru Diberikan ke Keluarga Korban

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 26 Juni 2026 - 21:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi alias KDM (tiga kanan) saat konferensi pers kasus penyekapan dan penganiayaan yang dilakukan Taufik Hidayat, di Polda Jabar, Jumat (26/6). Abisatya/kumparan

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi alias KDM (tiga kanan) saat konferensi pers kasus penyekapan dan penganiayaan yang dilakukan Taufik Hidayat, di Polda Jabar, Jumat (26/6). Abisatya/kumparan

BANDUNG, jentik.id – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM menyerahkan uang sayembara senilai Rp250 juta kepada keluarga YTR, korban penyekapan dan penganiayaan yang dilakukan Taufik Hidayat. Penyerahan berlangsung saat konferensi pers di Mapolda Jawa Barat, Jumat (26/6).

Awalnya, KDM menyiapkan hadiah tersebut bagi siapa saja yang berhasil memberikan informasi atau membantu polisi menangkap Taufik Hidayat yang sempat buron. Namun, Polda Jawa Barat lebih dulu menangkap pelaku sehingga KDM mengalihkan uang sayembara kepada keluarga korban.

Baca Juga :  Wako Alfin Apresiasi Masyarakat Adat saat Pergelaran Seni Budaya Kenduri Sko Enam Luhah

KDM menjelaskan, Kapolda Jawa Barat menghubunginya dan menyampaikan bahwa kepolisian tidak dapat menerima hadiah sayembara. Atas dasar itu, ia memutuskan memberikan uang tersebut kepada keluarga korban agar dapat menjadi bekal untuk masa depan mereka.

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan kemudian menyerahkan uang itu secara simbolis kepada kakak korban. KDM turut menyaksikan prosesi penyerahan tersebut.

KDM juga mengapresiasi masyarakat yang ikut mengikuti perkembangan kasus ini. Menurutnya, tujuan utama sayembara bukan sekadar menawarkan hadiah, melainkan mempercepat penangkapan pelaku.

Baca Juga :  Pasca Relokasi Penepatan PKL Ditinjau Wawako dan Sekda

Ia menilai pengumuman sayembara memberi tekanan psikologis kepada Taufik Hidayat selama pelarian. Berdasarkan penjelasan Kapolda, pelaku merasa banyak orang mengawasi setiap pergerakannya sehingga kehilangan ruang untuk bersembunyi.

Tekanan tersebut membuat Taufik memilih kembali ke Bandung. Kesempatan itu dimanfaatkan tim Polda Jawa Barat untuk menangkap pelaku dan mengakhiri pelariannya. (nr*)

Berita Terkait

35 Tahun Beroperasi, Tiga Traffic Light di Sungai Penuh Segera Diganti
Tim SAR Gabungan Kerahkan Lima Kapal Cari Lima Jurnalis yang Hilang Saat Liputan Gunung Anak Krakatau
Bukan Sekadar Usia, Ini Alasan SIM B Punya Batas Lebih Tinggi dari SIM A
Abu Gunung Anak Krakatau Menyebar, Sejumlah Daerah Alihkan Sekolah ke PJJ
Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Ini Alasannya
Kebakaran TPA Putri Cempo Belum Padam, Warga Keluhkan Gejala ISPA
Semeru Erupsi dan Luncurkan Lava Pijar Saat Kawasan TNBTS Masih Terbakar
Paripurna Anggaran Berujung Adu Jotos, Ketua DPRD Ende Dilaporkan ke Polisi
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 14:45 WIB

35 Tahun Beroperasi, Tiga Traffic Light di Sungai Penuh Segera Diganti

Rabu, 9 September 2026 - 11:26 WIB

Tim SAR Gabungan Kerahkan Lima Kapal Cari Lima Jurnalis yang Hilang Saat Liputan Gunung Anak Krakatau

Senin, 7 September 2026 - 12:28 WIB

Bukan Sekadar Usia, Ini Alasan SIM B Punya Batas Lebih Tinggi dari SIM A

Senin, 7 September 2026 - 10:13 WIB

Abu Gunung Anak Krakatau Menyebar, Sejumlah Daerah Alihkan Sekolah ke PJJ

Senin, 7 September 2026 - 08:47 WIB

Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Ini Alasannya

Berita Terbaru

Wakil Kepala Staf TNI AU Marsekal Madya TNI Tedi Rizalihadi. Lahirlah atlet tembak nasional

Sport

TNI AU Gelar Kompotisi Tembak Di Ikuti 800 Peserta 

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:36 WIB