Hanya Gara-gara Salah Paham, Ayah di Alam Barajo Tewas Dikeroyok di Rumah Sendiri

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 27 April 2026 - 18:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pria di Alam Barajo, Kota Jambi, tewas ditusuk setelah konflik sepele antar anak-anak, Minggu (27/4/2026) malam. Peristiwa ini memicu penyerangan oleh tiga pelaku bersenjata tajam.

Pria di Alam Barajo, Kota Jambi, tewas ditusuk setelah konflik sepele antar anak-anak, Minggu (27/4/2026) malam. Peristiwa ini memicu penyerangan oleh tiga pelaku bersenjata tajam.

Jambi, jentik.id – Seorang pria berinisial B tewas setelah tiga pelaku menyerangnya di RT 10, Pinang Merah, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi, Minggu malam (27/4/2026). Peristiwa ini bermula dari masalah sepele akibat pertengkaran antar anak-anak.

Okta (18), anak korban, mengatakan adiknya sedang bermain di depan rumah pelaku saat kejadian bermula. Saat itu, seekor anjing menggonggong dan beberapa anak di sekitar lokasi menyebut kata “anjing”.

Ibu salah satu pelaku lalu salah paham. Ia mengira adik korban memanggil anaknya dengan sebutan itu, kemudian langsung marah dan mengejarnya.

“Adik kami ketakutan, lalu lari dan bersembunyi di semak-semak,” ujar Okta.

Baca Juga :  Digerebek di Pos Security, RP Simpan 84 Pil Ekstasi dan Belasan Bungkus Ganja

Beberapa warga melihat langsung kejadian itu. Masalah berlanjut ketika ibu korban mendatangi pihak pelaku untuk menanyakan peristiwa tersebut. Namun, suasana justru semakin panas.

Tak lama kemudian, pelaku datang bersama keluarganya naik sepeda motor sambil membawa mandau dan pisau.

Mereka langsung menyerang korban di depan rumah. Serangan itu menyebabkan korban mengalami luka tusuk di pinggang hingga punggung.

Korban sempat masuk ke dalam rumah untuk menyelamatkan diri. Namun, para pelaku tetap mengejarnya dan terus mengeroyoknya.

“Bapak kami mereka kejar sampai ke dalam rumah, lalu mereka keroyok,” kata Okta.

Okta menyebut ada tiga pelaku, terdiri dari dua orang dewasa dan satu remaja berusia 17 tahun.

Baca Juga :  Vape Etomidate Jadi Ancaman Baru, BNNP Jambi Minta Pemda Segera Bertindak

Kakak Okta juga terluka saat mencoba melindungi ayahnya. Ia mengalami luka di tangan, dada, dan kaki.

Polisi sudah mengamankan satu pelaku yang masih berusia 17 tahun. Sementara dua pelaku dewasa lainnya masih melarikan diri dan polisi terus memburunya.

Di lokasi kejadian, rumah korban tampak sepi. Polisi memasang garis pembatas, sementara bercak darah masih terlihat di lantai rumah. Sebuah mobil merah juga masih terparkir di halaman.

Petugas masih melakukan autopsi terhadap jenazah korban. Sementara keluarga berkumpul di rumah duka yang tidak jauh dari lokasi kejadian. (nr*)

Berita Terkait

3.632 Titik Panas Terdeteksi, 8 Orang Jadi Tersangka Karhutla di Jambi
Karhutla Mengancam, Jambi Dapat 500 Sumur Bor dan 4 Helikopter Water Bombing
Kabut Asap Tebal Selimuti Kota Jambi, Warga Keluhkan Sesak Napas
DPO Kasus Perzinahan Ditangkap Tim Tabur Kejati Jambi di Nipah Panjang
Vape Etomidate Jadi Ancaman Baru, BNNP Jambi Minta Pemda Segera Bertindak
Jambi Diganjar Penghargaan Program 3 Juta Rumah, Rp5 Miliar Siap untuk Bedah 250 Rumah
Al Haris Turun Langsung Padamkan Karhutla di Muaro Jambi
Kasus Brigadir Eko Memanas, 5 Polisi yang Dipecat Pilih Ajukan Banding
Berita ini 59 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 18:56 WIB

3.632 Titik Panas Terdeteksi, 8 Orang Jadi Tersangka Karhutla di Jambi

Selasa, 25 Agustus 2026 - 17:49 WIB

Karhutla Mengancam, Jambi Dapat 500 Sumur Bor dan 4 Helikopter Water Bombing

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:20 WIB

Kabut Asap Tebal Selimuti Kota Jambi, Warga Keluhkan Sesak Napas

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:27 WIB

DPO Kasus Perzinahan Ditangkap Tim Tabur Kejati Jambi di Nipah Panjang

Kamis, 20 Agustus 2026 - 08:54 WIB

Vape Etomidate Jadi Ancaman Baru, BNNP Jambi Minta Pemda Segera Bertindak

Berita Terbaru

Kondisi Muhammad Gibran, bocah 9 tahun asal Kerinci yang menjalani perawatan di Bukittinggi, Sumatera Barat.

Kerinci

Bocah 9 Tahun di Kerinci Berjuang Melawan Cerebral Palsy

Sabtu, 5 Sep 2026 - 21:21 WIB