Kayu Manis Kerinci Mendunia, Peluang Rempah Indonesia Kian Terbuka

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 14 Maret 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi kayu manis

Ilustrasi kayu manis

Jakarta, jentik.id-Rempah-rempah sejak lama menjadi identitas penting Indonesia. Kekayaan alam ini menarik perhatian dunia dan membentuk jalur perdagangan global sejak berabad-abad lalu. Hingga kini, kayu manis tetap menjadi komoditas strategis yang mendorong aktivitas perdagangan internasional.

Kabupaten Kerinci di Provinsi Jambi dikenal sebagai sentra penghasil kayu manis berkualitas tinggi. Petani setempat membudidayakan spesies Cinnamomum burmannii yang memiliki aroma khas serta kandungan minyak atsiri tinggi. Karakter tersebut membuat industri makanan, minuman, farmasi, dan kosmetik di berbagai negara terus memanfaatkan kayu manis Kerinci.

Masyarakat Kerinci menjadikan kayu manis sebagai sumber penghidupan utama. Petani mengelola kebun secara tradisional dan turun-temurun di wilayah pegunungan dengan tanah subur serta iklim sejuk. Kondisi lingkungan tersebut mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal dan menjaga produktivitas kebun rakyat.

Baca Juga :  Nilai Tukar Rupiah Anjlok ke Level Rp17.304 per Dolar AS, Dipicu Faktor Eksternal

Pasar global masih menunjukkan permintaan yang stabil terhadap kayu manis. Industri pangan menggunakan rempah ini sebagai bahan baku roti, minuman, dan produk olahan lainnya. Industri kesehatan dan farmasi juga memanfaatkan senyawa aktif kayu manis untuk berbagai produk berbasis herbal.

Indonesia menempati posisi penting sebagai produsen kayu manis dunia. Wilayah Sumatra, khususnya Jambi dan Sumatra Barat, menyumbang sebagian besar produksi nasional. Potensi ini membuka peluang besar bagi sektor pertanian untuk meningkatkan kontribusi terhadap devisa negara.

Petani masih menghadapi keterbatasan nilai tambah karena mereka menjual kayu manis dalam bentuk bahan mentah. Industri pengolahan seperti produksi bubuk, minyak atsiri, dan produk turunan lain belum berkembang optimal di tingkat lokal. Kondisi ini membuat keuntungan ekonomi belum maksimal.

Baca Juga :  Muldawati Asal Sungai Penuh Wakil Provinsi Jambi Raih Penghargaan di Malaysia

Perubahan harga di pasar internasional langsung memengaruhi pendapatan petani. Ketergantungan pada ekspor membuat posisi petani rentan saat harga turun. Penguatan rantai nilai komoditas menjadi langkah penting untuk memperbaiki kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah dan pelaku usaha perlu mempercepat pengembangan industri pengolahan rempah di dalam negeri. Proses hilirisasi mampu meningkatkan nilai ekonomi produk sekaligus membuka peluang pasar baru. Dukungan teknologi budidaya, peningkatan kualitas panen, dan penguatan kelembagaan petani juga harus terus diperluas.

Kerinci memiliki potensi besar untuk memperkuat posisi kayu manis sebagai komoditas unggulan nasional. Pengelolaan yang tepat mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di pasar rempah dunia. Kisah kayu manis dari lereng Kerinci menegaskan bahwa rempah Nusantara masih menyimpan peluang besar untuk masa depan. (nr*)

Berita Terkait

Jangan Salah Paham! Ini Perbedaan Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, dan Sekolah Nasional Terintegrasi
Presiden Prabowo Terima Kunjungan Jusuf Kalla, Bahas Berbagai Isu Strategis dalam Suasana Akraban
Guncang Kasus MBG! Kejagung Kembali Tetapkan Tersangka Baru Korupsi
Aturan Baru Disiapkan, Sipil Bisa Duduki Jabatan di Lingkungan Polri
Kemenhaj Pastikan Asuransi Jamaah Wafat Tetap Cair
Sebanyak 1.555 Narapidana Pindah ke Lapas Sengeti, Lapas Jambi Disiapkan Jadi Rutan
Purbaya Kaget Sidak Tanjung Priok, Ribuan Kontainer Tertahan
Tak Lagi Bergantung APBN, BGN Dorong Pembangunan SPPG Lewat CSR dan Kantin Sekolah
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 20:38 WIB

Jangan Salah Paham! Ini Perbedaan Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, dan Sekolah Nasional Terintegrasi

Jumat, 12 Juni 2026 - 14:45 WIB

Presiden Prabowo Terima Kunjungan Jusuf Kalla, Bahas Berbagai Isu Strategis dalam Suasana Akraban

Kamis, 11 Juni 2026 - 19:08 WIB

Guncang Kasus MBG! Kejagung Kembali Tetapkan Tersangka Baru Korupsi

Rabu, 10 Juni 2026 - 20:17 WIB

Aturan Baru Disiapkan, Sipil Bisa Duduki Jabatan di Lingkungan Polri

Senin, 8 Juni 2026 - 08:12 WIB

Kemenhaj Pastikan Asuransi Jamaah Wafat Tetap Cair

Berita Terbaru